Jabar Bakal Dilanda Hujan Lebat Dalam Satu Pekan Mendatang, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi hujan. (Foto: Pexels/Pixabay)
MerahPutih.com - Sejumlah fenomena atmosfer masih memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Barat (Jabar) dalam beberapa hari ke depan.
Dengan kondisi itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat (Jabar) berpotensi mengalami hujan lebat sepanjang sepekan ke depan.
"Gelombang atmosfer tipe Rossby masih aktif di wilayah Jawa Barat. Selain itu sirkulasi siklonik di Sumatera bagian selatan memicu belokan angin dan pertemuan angin (konvergensi) di beberapa wilayah Jabar,” Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu.
Kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat juga turut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.
Baca juga:
Bibit Siklon Baru Terdeteksi di Samudra Hindia Dekat Lampung, Bisa Picu Cuaca Ekstrem dan Pasang
"Kelembapan udara juga diperkirakan masih relatif tinggi pada lapisan 850-500 mb, yaitu berkisar antara 50-95 persen, didukung oleh suhu muka laut di perairan selatan Jawa yang relatif hangat,” katanya.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, lanjut dia, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat pada sejumlah wilayah Jabar.
BMKG mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) terkait potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” katanya.
Ia mengatakan, dalam menghadapi masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun ini masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, dan kilat, yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.
“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi risiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan," katanya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Operasi Modifikasi Cuaca Jalan Setahun Penuh, BPBD DKI Jakarta Anggarkan Rp 31 Miliar
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 16–22 Januari
Banjir Kabupaten Tangerang Kian Parah, 24 dari 29 Kecamatan Terendam
Warga Taman Cikande Tangerang Dikepung Banjir 2 Meter, Butuh Logistik & Obat-obatan
50 Ribu Jiwa Terdampak, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Waspada! BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota Besar Rabu (14/1)
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Rabu, 14 Januari 2026