Nikmati Olahan Tupai Berkhasiat dari Naskah Serat Centhini

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 04 Maret 2016
 Nikmati Olahan Tupai Berkhasiat dari Naskah Serat Centhini

Daging Tupai Olahan rasanya gurih dan renyah (Foto: MP/Fredy Wansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kuliner - Tupai bagi sebagian petani adalah musuh. Tak pelak, tupai terpaksa dibasmi para petani lantaran mengganggu pertumbuhan pertaniannya. Namun, tahukah bahwa binatang yang hidup dari pohon ke pohon ini telah tertulis dalam naskah kuno Jawa sebagai makanan berkhasiat?

Tupai berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit asma. Ini tertuang di dalam naskah Serat Centhini. Dari sanalah diketahui bahwa masakan-masakan berbahan tupai atau juga dikenal dengan sebuta bajing sudah ada sejak dahulu. Kini masakan dari tradisi Jawa masa lalu itu tetap dipertahankan.

Demikian paparan Sugihandono Kurniawan, salah satu pengurus Tembi Rumah Budaya, saat berbincang dengan merahputih.com, dua hari lalu, Rabu (2/3), di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis km 8,5, Bantul, DI Yogyakarta. Serat Centhini merupakan naskah yang dibuat di Keraton Surakarta pada tahun 1814. Naskah ini mengisahkan perjalanan Seh Amonggara ke kawasan Tanah Jawa. Dari itulah, berbagai segi kehidupan, termasuk masakan, termuat di dalam naskah yang terkenal hingga peneliti kebudayaan di Eropa ini.

Dari itulah masakan berbahan tupai kini menjadi kuliner andalan di Tembi Rumah Budaya. Ada dua macam olahan tupai, yakni Bajing Ireng dan Tongseng Bajing. "Prinsipnya dari Serat Centhini. Bumbu maupun bahannya diambil dari naskah itu, dan dipadukan dengan tambahan-tambahan agar terasa di lidah masyarakat masa kini," kata pria yang akrab dipanggil Mas Dono ini.

Umumnya, bumbu utama terdiri atas merica, jahe, bawang, dan kunyit. Semua dihaluskan, kemudian dicampur dengan gula, garam, dan kecap secukupnya. Bumbu yang biasa digunakan untuk tongseng apa pun ini juga merupakan bagian dari bumbu tongseng bajing.

Citarasanya jangan ditanya. Dagingnya empuk dengan dibaluri bumbu tongseng seperti tongseng lazimnnya. So, bila Anda ingin menikmati kuliner yang berasal dari naskah terkenal Serat Centhini, cobalah menu Bajing Ireng atau Bajing Tongseng di Tembi Rumah Budaya, Bantul, DI Yogyakarta. Harganya seporsi Rp54.000.(fre)

BACA JUGA:

  1.  Menarik! Masakan Jepang, Rasa Nusantara
  2. Bikin Ngiler, Sensasi Masakan Betawi di Rumah Makan Betawi Ngoempoel
  3. Bandar Djakarta Angkat Kearifan Lokal Bangsa Lewat Masakan Laut
  4. Kangen Dengan Masakan Indonesia, Siti KDI Langsung Gendut
  5. Nasi Krawu Awalnya Menu Santapan Kuli Bongkar Muat Pelabuhan
#Yogyakarta #Kuliner Nusantara #Serat Centhini #Daging Tupai
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

ShowBiz
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Lagu ini menegaskan filosofi 'Takhta untuk Rakyat'.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Bagikan