MerahPutih.com - Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
“Masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat terjadi dalam waktu singkat selama periode transisi ini,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, Rabu (8/4).
Baca juga:
Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, BMKG Tandai 9 Wilayah Indonesia Ini
Faktor Peralihan Musim
Menurut dia, perubahanan cuaca secara mendadak ini tidak lepas dari faktor peralihan musim dari hujan ke kemarau. Dia juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan saat cuaca panas dengan cukup minum, membatasi aktivitas siang hari, dan menghindari risiko kebakaran selama periode ini.
"Perbarui informasi cuaca berkala melalui situs resmi BMKG, serta lakukan koordinasi dengan pihak terkait kebencanaan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan sebagainya," paparnya, dilansir Antara.
Analisis Atmosfer dan Prakiraan Hujan
BMKG menjelaskan, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat, antara 29–30 derajat Celcius, dengan anomali -0,5 hingga 1,0 derajat. Kondisi ini mendukung ketersediaan uap air ke atmosfer.
Baca juga:
Selain itu, munculnya pola konvergensi di sekitar Jawa serta aktifnya Gelombang Rossby meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan. Profil kelembapan udara di DIY pada ketinggian 1–3 km mencapai 65–95 persen, sehingga masih memberi peluang hujan.
BMKG memprakirakan cuaca di wilayah DIY, meliputi Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Gunungkidul, pada periode 9–11 April akan terjadi hujan ringan hingga lebat. Ketinggian gelombang di pantai selatan Jawa diperkirakan mencapai 1,25–2,5 meter atau kategori sedang. (*)

