BMKG: Hampir Separuh Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncak Terjadi Agustus-September 2026

ImanKImanK - Senin, 13 Juli 2026
BMKG: Hampir Separuh Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncak Terjadi Agustus-September 2026

Ilustrasi musim kemarau. Foto/magnific

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hampir separuh wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026.

Seiring meluasnya musim kering, curah hujan diperkirakan semakin berkurang sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pemantauan BMKG, sebanyak 342 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,9 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut diperkirakan terus meluas dalam beberapa pekan ke depan seiring dominasi cuaca kering di berbagai daerah.

Baca juga:

BMKG Catat Hampir Separuh Wilayah Indonesia Resmi Masuk Puncak Musim Kemarau Ekstrem

92 Persen Wilayah Berpotensi Mengalami Curah Hujan Rendah

BMKG memprakirakan 92,64 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian pada Dasarian II Juli 2026.

Sementara itu, wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah hanya sekitar 7,32 persen, sedangkan kategori tinggi hanya 0,04 persen dari total wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar daerah masih akan didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan peluang hujan yang relatif terbatas.

Hari Tanpa Hujan Semakin Panjang

Selain curah hujan yang terus menurun, BMKG juga mencatat peningkatan wilayah yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat panjang.

Sebanyak 329 titik pengamatan atau sekitar 6,77 persen dari seluruh lokasi pemantauan telah mengalami HTH selama 31 hingga 60 hari.

Angka ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi indikator semakin meluasnya musim kemarau di Indonesia.

El
El Nino Godzilla mengancam Indonesia. (foto: unsplash/redccharlie)

El Nino Masih Memengaruhi Curah Hujan Indonesia

BMKG menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau tahun ini masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang bertahan di Samudra Pasifik.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Akan Cerah hingga Berawan Tebal, Senin, 13 Juli 2026

Hal tersebut terlihat dari:

  • Indeks Niño 3.4 mencapai +1,25
  • Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -24,7

Kedua indikator tersebut menunjukkan pengaruh El Nino masih cukup kuat dalam mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Selain itu, analisis citra satelit memperlihatkan adanya massa udara kering dari selatan Indonesia, terutama di kawasan Samudra Hindia bagian selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Udara kering tersebut membuat peluang terbentuknya awan hujan semakin kecil, terutama di wilayah:

  • Pulau Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)

Wilayah yang Diperkirakan Mengalami Curah Hujan Rendah

BMKG menyebut hujan dengan intensitas rendah diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Daerah yang berpotensi mengalami curah hujan rendah meliputi:

Baca juga:

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Ungkap Kondisi Terbaru Potensi Tsunami di Selat Sunda

  • Sebagian besar Pulau Sumatra
  • Pulau Jawa
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Sebagian wilayah Papua

Meski demikian, peluang hujan lokal masih dapat terjadi akibat pengaruh beberapa fenomena atmosfer.

Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

Di tengah dominasi musim kemarau, BMKG mengingatkan masih terdapat peluang hujan bersifat lokal maupun regional.

Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:

  • Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO)
  • Gelombang Rossby Ekuator
  • Dampak tidak langsung Siklon Tropis Bavi

Fenomena tersebut dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, meski sifatnya tidak merata dan berlangsung dalam durasi singkat.

Baca juga:

BMKG Prakirakan Langit Jakarta Cerah Sepanjang Kamis, 9 Juli 2026

Musim Kemarau Diperkirakan Mencapai Puncak pada Agustus-September

Dengan dominasi El Nino dan meluasnya wilayah yang memasuki musim kemarau, BMKG memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sehingga masyarakat di berbagai daerah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kesiapsiagaan sejak dini, penggunaan air secara bijak, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, dampak musim kemarau diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan aman.

#BMKG #Musim Kemarau #Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika #Fenomena El Nino #Dampak El Nino #Hujan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
PBB melalui Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Petir hingga Kabut Mengintai Kota di Indonesia Kamis, 3 September 2026
Sejumlah wilayah Indonesia diprediksi didominasi awan tebal dan udara kabur pada Kamis (3/9).
Frengky Aruan - Kamis, 03 September 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Petir hingga Kabut Mengintai Kota di Indonesia Kamis,  3 September 2026
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar Berawan, Hujan Mengintai pada Rabu, 2 September
Cuaca di sejumlah kota besar Indonesia pada Rabu, 2 September 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Frengky Aruan - Rabu, 02 September 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar Berawan, Hujan Mengintai pada Rabu, 2 September
Indonesia
BMKG Prakirakan Potensi Hujan Deras di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari ini, Catat Lokasinya
BMKG mengidentifikasi beberapa pola konvergensi dan konfluensi yang dapat mendukung terbentuknya awan hujan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
BMKG Prakirakan Potensi Hujan Deras di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari ini, Catat Lokasinya
Indonesia
Prakiraan BMKG: Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan Seharian, Malam Mulai Berawan Tebal
BMKG perkirakan cuaca di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta cerah hingga cerah berawan sepanjang Selasa, 1 September 2026.
Frengky Aruan - Selasa, 01 September 2026
Prakiraan BMKG: Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan Seharian, Malam Mulai Berawan Tebal
Indonesia
Cuaca Indonesia Terbaru 30 Agustus - 2 September Bawa Kejutan, Siap-Siap Cuaca Ekstrem?
Cek info cuaca Indonesia terbaru dari BMKG untuk 30 Agustus - 2 September 2026. Waspada ancaman musim kemarau, potensi cuaca ekstrem, dan peringatan dini cuaca di wilayahmu. Baca selengkapnya sebelum beraktivitas
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Cuaca Indonesia Terbaru 30 Agustus - 2 September Bawa Kejutan, Siap-Siap Cuaca Ekstrem?
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Sejumlah Kota, Merauke Waspada Petir pada Senin, 31 Agustus
Sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Senin, 31 Agustus 2026.
Frengky Aruan - Senin, 31 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Sejumlah Kota, Merauke Waspada Petir pada Senin, 31 Agustus
Indonesia
Pemprov DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Berbasis Sains
OMC dilakukan berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer secara real time dan rekomendasi BMKG.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Pemprov DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Berbasis Sains
Indonesia
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
BMKG mencatat 8.330 gempa susulan mengguncang Flores, NTT, hingga 27 Agustus 2026. Aktivitas mulai menurun dan isu gempa M8,1 picu tsunami dibantah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
Bagikan