Nasib Ratusan WNI Terjepit Perang, Kemlu RI Percepat Proses Repatriasi Iran

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Nasib Ratusan WNI Terjepit Perang, Kemlu RI Percepat Proses Repatriasi Iran

Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Iran dalam tahapan repatriasi terbaru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Evakuasi WNI dari Iran menjadi fokus utama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyusul meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah pada April 2026.

Langkah pelindungan WNI ini bertujuan memastikan keselamatan warga negara yang berada di zona rawan melalui skema pemulangan bertahap menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga:

AS Hentikan Semua Kapal Perdagangan Menuju Iran

Skema Pemulangan Bertahap Melalui Jalur Udara

Kemlu RI membagi proses evakuasi 45 Warga Negara Indonesia (WNI) ini ke dalam tiga kloter ketibaan. Kloter pertama telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (14/4) pukul 18:00 WIB setelah menempuh perjalanan udara dari Baku, Azerbaijan. Pemerintah menjadwalkan kloter kedua tiba pada Rabu ini, sedangkan kloter ketiga akan menyusul pada Kamis (16/4).

Pemerintah segera menyerahterimakan para WNI yang tiba kepada Dinas Sosial DKI Jakarta serta Badan Penghubung wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung. Langkah ini mempercepat proses pemulangan lanjutan menuju daerah asal masing-masing.

“Para WNI yang dievakuasi dijadwalkan tiba secara bertahap melalui tiga kloter ketibaan pada 14—16 April 2026,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI di Jakarta.

Upaya Perlindungan di Tengah Krisis Penerbangan

KBRI Teheran mencatat sebanyak 281 WNI masih bertahan di wilayah Iran setelah gelombang evakuasi sebelumnya. Mayoritas dari mereka menyandang status pelajar di Kota Qom, sementara sisanya merupakan pekerja migran dan ekspatriat.

Perwakilan RI terus melakukan komunikasi intensif serta asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang diperlukan di lapangan.

Baca juga:

AS Berikan Sanksi ke Lembaga Keuangan Pendukung Iran

Selain evakuasi dari Iran, pemerintah juga menaruh perhatian pada ratusan WNI yang tertahan di wilayah Timur Tengah lainnya akibat gangguan jadwal penerbangan internasional. Hingga saat ini, perwakilan RI telah memfasilitasi repatriasi mandiri bagi ribuan warga yang terdampak situasi geopolitik tersebut.

“Kemlu RI melalui KBRI Teheran terus melakukan komunikasi intensif untuk memastikan kondisi dan keberadaan para WNI,” tegas pihak Kemlu RI dalam rilisnya.

#Iran #Timur Tengah #Ketegangan Timur Tengah #Konflik Timur Tengah
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Dunia
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Dunia
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Militer AS menghancurkan dua kapal IRGC dan sistem rudal di Bandar Abbas, Iran. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi dengan Iran, diduga sebagai serangan defensif.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Dunia
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Dunia
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Indonesia
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Kerangka kesepakatan awal antara Iran dan AS itu disebutkan masih belum disetujui oleh pihak Iran, menurut laporan itu yang juga mengutip seorang diplomat yang namanya dirahasiakan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Dunia
Trump Tetap Pertahankan Blokade Menuju Selat Hormuz Sampai Perjanjian Damai Disepakati
Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan tinggal menunggu finalisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Trump Tetap Pertahankan Blokade Menuju Selat Hormuz Sampai Perjanjian Damai Disepakati
Dunia
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Sejumlah pejabat dan personel militer AS dilaporkan mulai membatalkan rencana libur panjang mereka menjelang peringatan Memorial Day.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Dunia
AS Tolak Sistem Pungutan di Selat Hormuz, Perundingan Diklaim Sedikit Kemajuan
Rubio menuding Iran berupaya membentuk "sistem pungutan" di Selat Hormuz dan mencoba mengajak Oman untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
AS Tolak Sistem Pungutan di Selat Hormuz, Perundingan Diklaim Sedikit Kemajuan
Indonesia
Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran
Trump mengatakan AS sedang memantau negosiasi yang dilaporkan antara Iran dan Oman mengenai kemungkinan pungutan tol di Selat Hormuz
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran
Bagikan