Mungkinkah Rupiah Menjadi Mata Uang Dunia?

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 05 Februari 2018
Mungkinkah Rupiah Menjadi Mata Uang Dunia?

Seorang petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Pusat BNI Jakarta, Senin (12/10). (Foto Antara/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBENARNYA, semua negara memiliki kesempatan yang sama agar mata uangnya menjadi mata uang dunia. Maka dari itu, jika ada yang tanya mungkinkah rupiah menjadi mata uang dunia, jawabannya tentu saja: mungkin.

Hanya saja, ada pertanyaan selanjutnya. Mampukah rupiah menjadi mata uang internasional?

Ya, ada beberapa syarat yang membuat sebuah mata uang menjadi mata uang internasional. Dan perkembangan ekonomi saat ini membuat semua negara bisa menjadikan mata uang mereka menjadi mata uang dunia.

Contohnya sekarang. Dollar tidak lagi menjadi satu-satunya mata uang yang bisa digunakan untuk perdagangan internasional. Sekarang, sudah ada Euro, Yen, dan Pound Sterling. Bahkan, mata uang dari China, yaitu yuan kini sudah digunakan sebagai mata uang dunia.

Posisi rupiah yang memang belum memungkinkan untuk dijadikan mata uang dunia. Akan tetapi, bukan tidak mungkin suata saat nanti rupiah menjadi mata uang internasional.

Mengapa Dollar Menjadi Mata Uang Dunia?

Dollar
Ilustrasi Dollar. (Pixabay.com)

Mungkin Anda sudah bisa menebak sendiri mengapa Dollar menjadi mata uang internasional. Namun, kurang tepat jika jawabannya adalah pengaruh Amerika Serikat terhadap perekonomian dunia. Memang ini menjadi salah satu faktor, tapi bukan itu alasan utamanya.

Ada baiknya kita belajar sejarah masa lalu. Dulu, hanya Amerika Serikat yang memiliki cadangan emas yang paling banyak. Dan ada aturan di mana negara boleh mencetak uang berdasarkan jumlah cadangan emas yang mereka miliki. Bisa ditebak siapa yang memiliki uang yang lebih banyak? Tentu saja Amerika Serikat.

Dan kondisi pada waktu itu semakin menguntungkan bagi pihak Amerika Serikat. Setelah Perang Dunia II, banyak negara yang perekonomiannya hancur, terutama negara-negara di Eropa. Mau tidak mau, pada waktu itu mereka harus meminjam uang dari Amerika Serikat untuk membangun negara mereka yang sudah hancur akibat Perang Dunia II.

Lalu, apa keuntungan Amerika Serikat pada waktu itu? Setidaknya ada dua keuntungan. Yang pertama, Amerika mendapatkan lebih banyak emas. Pasalnya, negara yang meminjam uang harus menyerahkan cadangan emas. Jadi, semakin banyak emas yang dimiliki maka semakin banyak uang yang bisa dipinjam. Yang kedua, dan ini yang paling penting, Amerika memiliki bargaining position yang kuat. Namanya juga negara yang memberikan pinjaman. Tentu posisinya lebih tinggi daripada negara yang berhutang, bukan? Dan apa yang terjadi? Amerika bisa lebih leluasa menerapkan politik luar negeri mereka. Mereka semakin disegani, lebih tepatnya ditakuti.

Kondisi semacam ini terus terjadi hingga saat ini. Meskipun negara sudah memiliki perekonomian yang maju, tetap saja ketergantungan terhadap Amerika Serikat tidak hilang. Mereka selalu berhutang kepada pihak Amerika Serikat.

Akibatnya, banyak negara yang melakukan perdagangan dengan negara lain menggunakan Dollar. Hal ini disebabkan banyak negara yang ingin menyimpan devisa Dollar karena lebih menguntungkan. Semakin banyak cadangan devisa, maka negara semakin kaya. Mereka bisa melunasi hutang dengan lebih cepat kepada pihak Amerika.

Lain hal jika mereka hanya menyimpan mata uang sendiri yang jika di kurs kan terhadap Dollar bisa saja semakin hari semakin turun. Jadi, jelas kan mengapa Dollar menjadi mata uang dunia? Dan hal ini diikuti oleh beberapa mata uang lainnya. Yang terbaru adalah Yuan.

Yuan Siap Saingi Dollar

yuan
Ilustrasi Yuan. (Pixabay.com)

Puluhan tahun posisi dollar tak tergoyahkan, bahkan terhadap mata uang internasional seperti Pound Sterling dan juga Euro. Namun, akhir-akhir ini, Amerika sedikit banyak ketar ketir alias galau semenjak perkembangan ekonomi China atau Tiongkok semakin menggeliat.

Apa hubungannya? Dari penjelasan di atas, bisa diambil dua kesimpulan utama ketika mata uang sebuah negara menjadi mata uang dunia. Pertmana, mata uang tersebut bisa digunakan untuk melakuan perdagangan internasional. Dan yang kedua, negara tersebut mempengaruhi perekonomian dunia.

Dua syarat tersebut sepertinya sudah dipenuhi oleh China. Semenjak diberlakukan hukuman mati bagi pejabat yang terbukti melakukan korupsi, negara ini maju sangat pesat. Perekonomian menggeliat luar biasa.

China melakukan investasi hampir di semua negara di dunia, terutama kawasan Asia. Hal inilah yang membuat banyak negara tidak ragu untuk menggunakan Yuan sebagai melakukan perdagangan internasional karena memang banyak negara yang menerima mata uang China ini.

Lebih dari itu, China juga sering melakukan investasi serta memberikan bantuan kepada negara lain. Strateginya hampir sama dengan yang dilakukan Amerika waktu dulu, yaitu membuat negara merasa senang untuk mendapatkan bantuan serta sokongan dana dari China.

Mengenai perekonomian dunia, bisa dilihat dengan mudah produk China mendominasi sekarang ini. Bukan hanya industri tekstil, tapi juga industri teknologi yang perkembangannya tak terbendung lagi. Hampir semua produk teknologi yang diproduksi oleh barat juga diproduksi oleh China, mulai dari smartphone, laptop, komputer, dan lain sebagainya. Hal inilah yang membuat China sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia karena China menyediakan hampir semua barang yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

Di sisi lain, justru Eropa menghadapi krisis. Mereka lebih fokus untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu. Contohnya saja membiayai perang di Timur Tengah. Tentu ada tujuannya. Ada pengamat yang bilang hal tersebut terkait dengan industri minyak. Terlepas dari kontroversi tersebut, sekarang negara-negara barat sepertinya sudah bangkrut. Perang tak kunjung berakhir. Uang terus keluar namun tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan, Saudi Arabia yang terkenal kaya dengan minyak pun sudah mulai memikirkan melakukan investasi di bidang yang lain.

Jadi, kiblatnya sekarang ini tidak lagi pada Dollar Amerika serikat, tapi Yuan China. China pelan tapi pasti mencoba mengambil alih dominasi Amerika Serikat dalam hal perekonomian dunia.

Kapan Rupiah Menjadi Mata Uang Dunia

Sepertinya, perlu waktu yang cukup lama untuk melihat rupiah menjadi mata uang dunia dan digunakan untuk perdagangan internasional. Namun, hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi jika melihat pola bagaimana dollar dan Yuan menjadi mata uang dunia.

Perhatikan bagaimana Dollar dijadikan mata uang dunia. Hingga sekarang, Dollar digunakan untuk perdagangan hampir semua negara, kecuali negara-negara yang memang bermusuhan dengan Amerika Serikat seperti Rusia dan Iran. Sementara itu, Yuan menjadi mata uang internasional karena China memiliki banyak sekali produk yang dipasarkan di seluruh dunia.

Dari pola tersebut, Indonesia sebenarnya bisa membuat rupiah menjadi mata uang dunia. Hal itu bisa terjadi bila indonesia menguasai ekonomi di sektor pangan.

Ya, kini Amerika Serikat sedikit kuwalahan mengingat cadangan minyak di bumi hampir habis sehingga ia tidak lagi terlalu berkuasa. China muncul dengan menawarkan produk teknologi yang hampir semua orang membutuhkannya. Dua sektor tersebut bisa saja selesai. Namun, pangan tidak. Semua orang membutuhkan pangan. Dan ada kemungkinan ketika Indonesia mampu memasok pangan ke seluruh dunia, rupiah bisa saja menjadi mata uang dunia yang digunakan untuk perdagangan internasional meskipun ini bukan satu-satunya faktor. Kita lihat saja nanti. (*)

#Rupiah #Kurs Rupiah
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Suntikan modal asing pada lelang obligasi serta penguatan indeks saham domestik ikut memperkokoh posisi rupiah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Indonesia
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Rupiah kini menguat dengan menembus Rp 17.900 per dolar AS pada Rabu (10/6). Rupiah berhasil menekan dolar AS.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Indonesia
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyoroti tekanan ekonomi nasional akibat mahalnya dolar AS, tingginya yield SBN, dan merosotnya IHSG.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Stabilisasi nilai tukar rupiah dimaksud juga, ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Indonesia
Siasat Atur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
Perlunya mengevaluasi kembali pengeluaran untuk keperluan konsumtif dan keperluan yang tidak mendesak ketika kondisi perekonomian sedang kurang baik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Siasat Atur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
Indonesia
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Indonesia
IHSG Hancur Lebur 4 Hari Beruntun, Pengamat Sebut Pasar Keuangan Indonesia Alami Repricing Ekstrem
Menurut Hendra, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada peningkatan ketidakpastian arah kebijakan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
IHSG Hancur Lebur 4 Hari Beruntun, Pengamat Sebut Pasar Keuangan Indonesia Alami Repricing Ekstrem
Indonesia
Senin (8/6) Pagi Rupiah Dibuka Tembus Rp 18.107, IHSG Ikut Tertekan Anjlok 222 Poin
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (8/6) pagi dibuka melemah 71 poin atau 0,39 persen ke level Rp 18.107 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 18.036.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Senin (8/6) Pagi Rupiah Dibuka Tembus Rp 18.107, IHSG Ikut Tertekan Anjlok 222 Poin
Bagikan