Penyebab Merasa Lelah Berkepanjangan

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 26 Juni 2023
Penyebab Merasa Lelah Berkepanjangan

Lelah berkepanjangan bisa jadi ada yang salah dengan tubuh. (Foto: Unsplash/Annie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STRES karena pekerjaan dan kurangnya tidur menjadi faktor paling umum yang membuat seseorang merasa lelah. Namun, pernahkan kamu tetap merasakan lelah sepanjang waktu tanpa alasan jelas? Ini bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian segera.

Seperti dikutip dari Medical Daily, Minggu (25/6), penyebab pasti dari rasa lelah yang berkepanjangan bisa menjadi langkah pertama untuk mengatasi gejala tersebut. Berikut beberapa paparan kondisi kesehatan yang menyebabkan tubuh selalu kelelahan.

Baca juga:

Merasa Lelah di Siang Hari, Gejala Insomnia yang tak Disadari

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab kelelahan sepanjang hari. (Foto: Unsplash/Ephraim)

1. Gaya hidup

Terlepas dari kondisi kesehatan yang serius, kebiasaan gaya hidup tertentu seperti dehidrasi, pola makan yang buruk, stres, dan kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan. Memiliki pola makan seimbang, olahraga teratur, dan tidur rutin dapat membantu mengatasi kelelahan yang disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup.

2. Depresi dan kecemasan

Kelelahan juga bisa menjadi indikator gangguan kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan. Kombinasi pengobatan dan psikoterapi dapat membantu meringankan gejala.

3. Anemia

Anemia adalah salah satu penyebab paling umum dari kelelahan. Seseorang yang mengalami kekurangan sel darah merah dapat merasa gejala seperti lelah, pusing, kedinginan dan mudah tersinggung.

Anemia paling sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Oleh karena itu, kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen atau makanan kaya zat besi.

4. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan tubuh berhenti bernapas sesaat saat tidur. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas tidur, sehingga membuat seseorang merasa Lelah setelahnya.

Untuk kasus sleep apnea yang lebih ringan, perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan atau berhenti merokok dapat membantu mengatasi gangguan tidur tersebut. Dalam kasus yang lebih parah di mana ada gangguan pernapasan, pembedahan dan terapi dapat membantu.

5. Diabetes

Seseorang dengan diabetes mengalami perubahan kadar gula darah yang dapat menyebabkan kelelahan. Seorang pasien yang sudah menjalani pengobatan diabetes juga dapat mengalami kelelahan sebagai efek samping dari pengobatan.

Identifikasi dini dan melakukan pengobatan yang tepat adalah kunci untuk mengelola diabetes. Menurunkan berat badan ekstra dan melakukan diet sehat juga membantu dalam perawatan.

Baca juga:

Sering Merasa Lelah Setelah Makan? Ini Alasannya

Gaya hidup tak sehat bisa menjadi salah satu penyebabnya. (Foto: Unsplash/Dogukan)

6. Tiroid

Penyakit tiroid dapat disebabkan oleh kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif. Pada orang yang memiliki tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), metabolisme melambat yang menyebabkan gejala seperti kelesuan dan kelelahan. Pada orang dengan tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), metabolisme menjadi cepat menyebabkan kelelahan dan sulit tidur. Pilihan diet dan gaya hidup yang tepat, bersama dengan obat-obatan, dapat membantu dalam manajemen tiroid.

7. Penyakit jantung

Jika kini merasa lelah atas aktivitas yang dulunya mudah, maka ada baiknya memeriksakan kesehatan jantung karena kelelahan bisa menjadi indikasi penyakit jantung.

8. Infeksi

Seseorang dapat menunjukkan gejala kelelahan saat tubuhnya melawan infeksi virus atau bakteri. Infeksi mulai dari flu hingga HIV dapat menyebabkan kelelahan.

Selain kelelahan, gejala lain seperti demam, sakit kepala, nyeri tubuh, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan juga dapat menyertai infeksi. Mengobati gejala dan istirahat yang cukup membantu pemulihan lebih cepat.

9. Alergi makanan

Kelelahan mungkin merupakan tanda peringatan dini dari alergi makanan yang tersembunyi dan gangguan autoimun seperti penyakit celiac. Mengidentifikasi alergen menggunakan tes alergi makanan atau melalui diet eliminasi dapat membantu dalam pengobatan alergi. (far)

Baca juga:

5 Alasan Medis Kenapa Kamu Sering Merasa Lelah Sepanjang Waktu

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan