MerahPutih.com - Tingkat fatalitas korban kecelakaan selama momentum mudik Idulfitri 2026 dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Agus Suryonugroho selaku Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun cukup signifikan.
"Fatalitas korban meninggal dunia turun 45 persen," kata Agus dalam keterangan resminya, dikutip Senin (16/3).
Menurut Agus, kondisi arus lalu lintas mudik Lebaran 2026 hingga saat ini masih terpantau relatif terkendali dan belum menunjukkan kepadatan yang berarti di sejumlah jalur utama.
"Kurang lebih 25 persen yang sudah meninggalkan Jakarta, baik yang menuju ke Transjawa, Bandung, dan Sumatera," imbuhnya.
Baca juga:
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kelancaran arus mudik adalah kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas selama periode mudik.
Kebijakan tersebut dinilai efektif memberikan ruang bagi kendaraan pribadi maupun angkutan penumpang sehingga arus lalu lintas dapat tetap mengalir dengan lancar.
Agus menegaskan bahwa kendaraan sumbu tiga yang masih melintas di jalan tol selama masa pembatasan akan ditindak oleh petugas.
Meski kondisi lalu lintas masih relatif lancar, Korlantas Polri tetap menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan volume kendaraan.
Rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan berdasarkan hasil pemantauan data traffic counting yang dilakukan secara real time di berbagai ruas jalan utama.
Baca juga:
Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Sebut 25 Persen Kendaraan sudah Tinggalkan Jakarta
Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian juga menyiagakan personel di berbagai titik transportasi utama guna memastikan perjalanan masyarakat selama masa mudik tetap aman dan lancar.
“Jajaran kepolisian juga disiagakan untuk mengawal berbagai titik transportasi utama, seperti stasiun, bandara, hingga terminal,” pungkas Agus. (Knu)