Merahputih.com - Di bawah terik matahari Jakarta Selatan pada Senin siang, deretan motor nampak rapi berjajar di bawah kanopi baru yang kokoh, menandai babak baru bagi para pejuang komuter di Stasiun MRT Lebak Bulus.
PT MRT Jakarta (Perseroda) secara resmi menambah kapasitas fasilitas park and ride guna menyambut gelombang warga dari arah selatan dan barat yang ingin beralih dari kemacetan jalan raya menuju kenyamanan kereta bawah tanah.
Dengan penambahan kapasitas motor hingga delapan kali lipat, fasilitas ini diharapkan menjadi magnet utama bagi masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi di pinggiran kota.
Baca juga:
“Kita akan tingkatkan beberapa kali lipat untuk park and ride di Lebak Bulus,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, Senin (9/2).
Transformasi Kapasitas dan Fasilitas Modern
Peningkatan kapasitas ini memang tidak main-main. Untuk mengakomodasi tingginya minat warga dari Tangerang dan sekitarnya, MRT Jakarta telah menambah daya tampung parkir secara signifikan meskipun saat ini statusnya masih bersifat temporer. Penambahan ini merupakan respons atas tingginya volume kendaraan yang masuk ke Jakarta setiap harinya.
“Meningkat kurang lebih sekitar tujuh hingga delapan kali lipat untuk motor dan dua hingga tiga kali untuk mobil. Tapi, itu temporer,” jelas Tuhiyat.
Kini, area parkir tersebut mampu menampung lebih dari dua ribu unit sepeda motor. Tidak hanya soal luas lahan, revitalisasi ini juga menyentuh sisi kenyamanan dengan hadirnya kanopi pelindung, toilet yang bersih, hingga sistem pembayaran nontunai yang terintegrasi langsung dengan tarif perjalanan MRT.
Penyesuaian Tarif dan Akses Pejalan Kaki
Seiring dengan peningkatan fasilitas yang menggunakan dana investasi, terdapat penyesuaian tarif parkir di kawasan tersebut. Untuk sepeda motor, tarif yang sebelumnya bersifat flat Rp2.000, kini berubah menjadi Rp2.000 per jam dengan angka maksimal Rp10.000 per hari.
Baca juga:
Pemprov DKI dan Banten Teken MoU Pengembangan MRT Kembangan - Balaraja
Sementara bagi pengguna mobil, tarif ditetapkan sebesar Rp5.000 per jam dengan maksimal Rp20.000.
Selain urusan kendaraan, MRT Jakarta juga memanjakan pejalan kaki dengan membangun jembatan layang (skybridge) yang menghubungkan Stasiun Lebak Bulus Grab langsung ke pusat perbelanjaan Poins Square.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem transportasi yang ramah pejalan kaki sekaligus mendukung gaya hidup modern warga kota.