Merahputih.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, MRT Jakarta Lintas Timur-Barat Fase I Tahap I yang menghubungkan Cikarang-Balaraja ini ditargetkan beroperasi pada 2031 dengan estimasi 284.000 target penumpang per/hari.
"Lokasi kita saat ini berada di persimpangan antara Jalan Thamrin dan Jalan Kebon Sirih atau antara Lintas Timur-Barat dan Lintas Utara-Selatan," ujar Tuhiyat, Rabu (11/9).
Pada Fase 1 MRT Jakarta Lintas Timur-Barat yang berfokus di Wilayah DKI Jakarta memiliki total jarak 31 km dengan 27 stasiun.
Baca juga:
MRT Rute Bekasi-Tomang Bakal Dibangun 24,5 Kilometer, Bakal Dilengkapi 21 Stasiun
Sementara pada Fase 2A Bundaran HI-Kota terdapat 7 stasiun bawah tanah, dengan stasiun pertamanya adalah Stasiun Thamrin dan yang kedua adalah Stasiun Kota. Adapun panjang total Stasiun Thamrin adalah 470 meter dengan lebar 20,3 meter.
Untuk level concourse ada di kedalaman kurang lebih 9 meter dengan total kedalaman hingga platform level pada area bawah yaitu 16 meter dari ground level.
"Sedangkan untuk kedalaman platform untuk Lintas Timur-Barat pada posisi ini adalah ±26 meter dari ground level, sehingga Timur-Barat lebih dalam daripada tunnel Utara-Selatan," pungkas Tuhiyat.
Baca juga:
Sementara, Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi menyatakan bahwa pembangunan proyek ini didanai oleh pinjaman JICA melalui co-financing bersama ADB.
Kementerian Perhubungan RI sebagai executing agency, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai sub-implementing agency.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan sepanjang sekitar 800 meter di wilayah Kota Bekasi dibiayai melalui hibah Pemerintah Pusat dan operasionalnya dibebankan kepada Pemprov DKI Jakarta melalui skema public service obligation (PSO). (Asp)

