Monumen Bahasa Gagal Dibangun di Tanjungpinang

Eddy FloEddy Flo - Senin, 28 Agustus 2017
Monumen Bahasa Gagal Dibangun di Tanjungpinang

Pulau Senoa di Kepri (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemprov Kepri gagal mencapai kata sepakat terkait pembangunan monumen bahasa. Pasalnya monumen bahasa Melayu itu tidak bisa diselesaikan oleh kontraktor sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Sebetulnya Monumen Bahasa itu pembangunannya sudah dicanangkan sejak tahun 2013 silam.

Monumen Bahasa gagal dibangun di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, meski sejak 2013 dicanangkan Haji M. Sani (almarhum), mantan Gubernur Kepri.

Pembangunan Monumen Bahasa mulai 2014. Namun, tidak selesai, kata Kepala Inpekstorat Kepri Mirza Bachtiar di Kantor DPRD Provinsi Kepri, Senin (28/8).

Ia mengungkapkan Kontraktor yang memenangi lelang proyek itu tidak melaksanakan kewajibannya.

Mirza mengemukakan bahwa pihaknya sudah melakukan audit terhadap proyek tersebut.

Perseroan Terbatas STB, perusahaan yang memenangi lelang proyek hanya mampu membangun 20 persen Monumen Bahasa.

Perusahaan itu memperoleh 20 persen dari nilai proyek sebesar Rp 12,5 miliar. Namun, akibat kerugian yang dialami pemerintah, jaminan pihak perusahaan sebesar 20 persen masih berada di kas daerah.

"Tidak ada kerugian negara jika 20 persen jaminan perusahaan daerah itu masuk dalam anggaran daerah. Saya tidak mengetahui apakah masuk dalam anggaran daerah atau tidak," ujarnya.

Terkait dengan permasalahan itu, Arifin Nasir yang pada tahun 2014 menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Kepri hingga berita ini disiarkan belum memberi penjelasan terhadap permasalahan tersebut.

"Saya masih mendampingi Kemenristek Dikti. Nanti saya hubungi," kata Arifin menjawab pertanyaan Antara.

Proyek pembangunan Monumen Bahasa merupakan salah satu program andalan H.M. Sani saat menjabat sebagai Gubernur Kepri. Monumen Bahasa rencananya dibangun di Bukit Kursi Pulau Penyengat setinggi 60 meter atau 10 lantai dengan luas lahan 2.700 meter persegi.

Bangunan monumen berbentuk huruf alif, huruf ya, dan daun sirih. Ketiga simbol ini memiliki makna bagi masyarakat Melayu yang identik dengan Islam.

Bahasa Melayu juga menunjukkan sebagai cikal bakal bagi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, dibangun Monumen Bahasa.(*)

#Bahasa Indonesia #Kepulauan Riau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Iklan Pulau Katang Lingga Dijual Rp 65 Miliar, Isu Sensitif di Perbatasan NKRI
Pemprov Kepri menyelidiki iklan penjualan Pulau Katang Lingga seharga Rp 65 miliar.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Viral Iklan Pulau Katang Lingga Dijual Rp 65 Miliar, Isu Sensitif di Perbatasan NKRI
Indonesia
Bintara Muda Meninggal tak Wajar di Asrama, Legislator PKB: Polri Harus Transparan
Keluarga korban telah resmi melaporkan kasus ini ke Bidpropam Polda Kepri atas dugaan penganiayaan.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
Bintara Muda Meninggal tak Wajar di Asrama, Legislator PKB: Polri Harus Transparan
Indonesia
Resmi! Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Meluncur November 2025 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir
Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar sebelumnya resmi menyetujui pendirian program studi bahasa dan sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dalam sidang Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 pada 21 Juli 2025
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Oktober 2025
Resmi! Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Meluncur November 2025 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir
Indonesia
Pejabat Diingatkan Etika Berbahasa dan Gunakan Diksi yang Tepat Penting untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Hafidz menyoroti masalah yang dihadapi bahasa daerah. Ia menyebutkan banyak penutur, terutama anak muda
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 September 2025
Pejabat Diingatkan Etika Berbahasa dan Gunakan Diksi yang Tepat Penting untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Indonesia
Pelantikan Gunakan Bahasa Asing, Kemendiktisaintek Diminta Tegur Rektor UPI
Penggunaan bahasa Indonesia dalam acara resmi kenegaraan atau institusi pendidikan tinggi negeri merupakan kewajiban yang diatur secara tegas dalam undang-undang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Juni 2025
Pelantikan Gunakan Bahasa Asing, Kemendiktisaintek Diminta Tegur Rektor UPI
Indonesia
Sumpah Jabatan Diucapkan dalam Bahasa Inggris, Wakil Ketua DPR Tinggalkan Acara Pelantikan Rektor UPI
Cucun Ahmad Syamsurijal menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Juni 2025
Sumpah Jabatan Diucapkan dalam Bahasa Inggris, Wakil Ketua DPR Tinggalkan Acara Pelantikan Rektor UPI
Indonesia
Ban Pesawat Garuda Indonesia Copot saat Mendarat di Tanjungpinang, Semua Penumpang Selamat
Semua penumpang selamat dan mereka sudah turun dari pesawat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 April 2025
Ban Pesawat Garuda Indonesia Copot saat Mendarat di Tanjungpinang, Semua Penumpang Selamat
Lifestyle
League of Legends dan Teamfight Tactics Sudah Dilengkapi Bahasa Indonesia, Gandeng Juga Kreator Dalam Negeri
Supaya setting bahasa ini bisa diakses, gamer LOL dan TFT mesti mengupgrade update patch 15.7. Selain versi PC, opsi Bahasa Indonesia juga dapat dinikmati pada Teamfight Tactics Mobile melalui update patch terbaru ini
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 April 2025
League of Legends dan Teamfight Tactics Sudah Dilengkapi Bahasa Indonesia, Gandeng Juga Kreator Dalam Negeri
Indonesia
Profil Ansar Ahmad, Mantan Guru Ngaji Keliling dan Tukang Bangunan yang jadi Gubernur Kepulauan Riau 2 Periode
Ansar terpilih kembali pada 2010 dan menjalani masa jabatan keduanya hingga berakhir pada 10 Agustus 2015
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Februari 2025
Profil Ansar Ahmad, Mantan Guru Ngaji Keliling dan Tukang Bangunan yang jadi Gubernur Kepulauan Riau 2 Periode
Tradisi
Makna di Balik Tradisi Basuh Lantai Masyarakat Kepri
Tradisi absuh Lantai bermula di Kabupaten Lingga, yang pernah menjadi pusat Kerajaan Melayu selama sekitar 113 tahun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 09 November 2024
Makna di Balik Tradisi Basuh Lantai Masyarakat Kepri
Bagikan