Mimika Hitung Potensi Pajak Freeport, Berapa?

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 13 September 2017
Mimika Hitung Potensi Pajak Freeport, Berapa?

CEO Freeport-McMoran Copper & Gold Inc Richard Adkerson (kiri) bersama Menteri ESDM dan Menkeu di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/8).(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, tengah menghitung potensi penerimaan pajak dari PT Freeport Indonesia setelah izin usaha pertambangan perusahaan itu berubah dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Mimika Dwi Cholifa mengatakan potensi penerimaan pajak dari PT Freeport ke Kabupaten Mimika selaku daerah penghasil diprediksi meningkat pascapemberlakuan IUPK sebagaimana hasil kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan pihak Freeport.

"Sesuai komitmen pemerintah dengan pihak Freeport terkait penerapan IUPK ini, penerimaan negara harus lebih meningkat dibanding periode-periode sebelumnya," kata Dwi di Timika, Selasa (12/9).

Ia menjelaskan terdapat sejumlah potensi pajak yang akan diterima Mimika dari PT Freeport ke depan yaitu pajak mineral bukan logam, pajak penerangan jalan (PPJ) dan pajak air tanah, ditambah pajak "Tailing Management System."

Pemkab Mimika, katanya, telah ikut membahas potensi penerimaan pajak dari PT Freeport bersama sejumlah kementerian terkait di Jakarta pada Agustus lalu.

Menindaklanjuti hasil pertemuan di Jakarta itu, rencananya pada Rabu (13/9) tim dari kementerian terkait akan ke Timika guna berdiskusi lebih lanjut dengan manajemen Freeport.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat telah berkomitmen agar pembayaran lumpsum dari PT Freeport untuk tiga obyek penerimaan pajak bagi Mimika harus ditingkatkan.

Selama ini Mimika sebagai daerah penghasil hanya menerima sekitar 3,2 juta Dollar AS.

Dwi memastikan penerapan IUPK bagi PT Freeport sebagai syarat untuk melanjutkan operasinya di Timika, Papua akan memberi dampak positif terhadap meningkatnya penerimaan pajak daerah.

Negosiasi pemerintah dengan Freeport telah menghasilkan tiga kesepakatan, diantaranya Freeport menyepakati divestasi sebesar 51 persen, membangun smelter dalam waktu lima tahun sejak IUPK diterbitkan, serta menjamin penerimaan negara lebih besar. (*)

Sumber: ANTARA

#PT. Freeport #Kabupaten Mimika #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan