Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Miliki Potensi Ekonomi Cukup Besar, Agri Industri Kelapa Mulai Digarap

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 23 Mei 2016
Miliki Potensi Ekonomi Cukup Besar, Agri Industri Kelapa  Mulai Digarap

Menteri Perdagangan Thomas Lembong

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Keuangan - Menteri Perdagangan Thomas Lembong melihat sektor pertanian khususnya kelapa memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Untuk itu, pihaknya tengah membentuk tim ekonomi untuk menganalisa dan mempelajari bagaimana memproduksi pengolahan dari buah kelapa.

"Terus terang dari kami sisi ekonomi agri industri masih terus dipelajari mengenai potensi bisnis, dan saat ini kami sudah membentuk satu tim untuk menganalisa produksi terakhir produk pengolahan dan perdagangan kelapa," kata Lembok saat ditemui di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Senin (23/5).

Menurut Lembong, agri industri khususnya kelapa ini akan menjadi bagian dari master plan pada sektor pertanian. Hal ini terkait dengan moratorium sawit yang sudah diumumkan presiden, beberapa minggu lalu.

"Sekarang ini tim tengah mempelajari terus dan menganalisa agar industri ini menjadi alternatif lain," terangnya.

Lembong menjelaskan bahwa telah terjadi ketimpangan pada industri agri. Pasalnya, selama ini pemerintah hanya berfokus pada industri kelapa sawit yang dinilai memiliki potensi bisnis luar biasa.

"Kami akui bahwa itu kelemahan kita selama ini, pemerintah sebelumnya hanya memusatkan perhatian pada satu industri saja yakni sawit. Padahal sektor agri lainnya memiliki potensi yang sangat bagus dan kurang perhatian dari pemerintah," terangnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Kenapa Harga Daging Sapi Indonesia Tertinggi Se-Dunia?
  2. Dampak Kenaikan Harga Daging Sapi
  3. Benarkah Australia Ikut Memengaruhi Harga Sapi Indonesia?
  4. Masalah Swasembada Sapi, Importir Merasa Australia Bukan Negara Bodoh
  5. Kisruh Kartel Sapi, Importir: Pemerintah Tinggal Tindak, Selesai!
#Pertanian #Thomas Lembong #Menteri Perdagangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Pemerintah memastikan HET Minyakita tetap Rp 15.700 per liter. Distribusi diperkuat melalui Bulog dan ID FOOD agar pasokan minyak goreng lebih mudah diakses masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Berita Foto
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Indonesia
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Indonesia
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Kemendag resmi menerbitkan Permendag 11/2026 yang memperketat impor komoditas pangan seperti gandum, kacang, hingga beras pakan. Berlaku mulai 8 Mei 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Indonesia
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pengembangan jagung di area seluas 1.500 hektare ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Konsep agrivoltaics memungkinkan penggunaan lahan ganda, di mana pertanian dan produksi listrik surya berjalan beriringan di ruang yang sama.
Frengky Aruan - Senin, 06 April 2026
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Indonesia
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, harga bahan pokok masih stabil menjelang Lebaran 2026.
Soffi Amira - Senin, 16 Maret 2026
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Bagikan