Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 06 April 2026
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan

Ilustrasi PLTS. (Dok. PLN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perdebatan panjang mengenai pemilihan antara pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan perlindungan lahan sawah dinilai perlu segera diakhiri.

Indonesia didorong untuk meninggalkan logika "hitam-putih" yang membenturkan kepentingan energi bersih dengan kedaulatan pangan.

Pakar hukum, Andrie Taruna, mengungkapkan bahwa solusi integrasi melalui konsep Agrovoltaic atau agrivoltaics menjadi sangat relevan bagi masa depan Indonesia.

Konsep ini memungkinkan penggunaan lahan ganda, di mana pertanian dan produksi listrik surya berjalan beriringan di ruang yang sama.

"Negara modern tidak dibangun dengan logika memilih satu kebutuhan strategis lalu mengorbankan yang lain. Ia dibangun dengan kemampuan merancang integrasi," kata Andrie dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (6/4).

Menurut Andrie, cara berpikir yang memaksa Indonesia memilih satu kebutuhan strategis dan mengorbankan yang lain adalah penghambat kemajuan. Negara modern seharusnya mampu merancang integrasi yang cerdas.

"Saatnya Indonesia berhenti mempertentangkan energi dan pangan. Ruang tidak lagi dilihat secara kaku sebagai pilihan ‘ini atau itu’, melainkan sebagai medium yang dapat menampung dua kepentingan strategis sekaligus selama dirancang dengan disiplin," ujar Andrie.

Baca juga:

Jakarta Siapkan 3 PLTSa, Gunungan Sampah Bantargebang 54 Juta Ton Jadi Sorotan

Ia menambahkan, jika pengembangan PLTS terus terpaku pada model ground-mounted konvensional yang mengambil ruang secara eksklusif, maka konflik dengan sektor pertanian akan selalu terjadi.

Pada model ini, panel surya dipasang dengan konfigurasi tertentu sehingga aktivitas pertanian tetap dapat berlangsung di bawah atau di antara strukturnya.

"Dengan pendekatan seperti ini, ruang tidak lagi dilihat secara kaku sebagai pilihan ini atau itu, melainkan sebagai medium yang dapat menampung dua kepentingan strategis sekaligus selama dirancang dengan disiplin," tuturnya.

Meski menawarkan jalan keluar, Andrie menegaskan bahwa agrovoltaic bukan "slogan ajaib" yang bisa diterapkan tanpa aturan ketat. Model ini menuntut presisi tinggi mulai dari ketinggian panel, jarak antar baris untuk cahaya, hingga kesesuaian jenis tanaman.

"Bila fungsi pertanian menurun drastis atau hilang, maka itu bukan integrasi, melainkan alih fungsi yang dibungkus istilah baru," tegasnya.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk hadir sebagai perancang regulasi yang mampu membedakan antara alih fungsi lahan yang merusak dengan pemanfaatan ganda yang justru memperkuat fungsi utama sawah.

Baca juga:

Pengelolaan PLTSa Putri Cempo Belum Maksimal, Wakil Ketua MPR Singgung Revisi Perpres Sampah

Selain aspek hukum dan teknologi, Andrie menyoroti posisi petani yang harus menjadi pusat desain kebijakan. Ia mewanti-wanti agar pembangunan energi bersih di pedesaan tidak melahirkan ketimpangan baru.

"Dalam model agrovoltaic, petani harus memperoleh manfaat nyata: pendapatan pertanian tetap berjalan, ada tambahan nilai dari pemanfaatan energi, kontrak bersifat adil, dan posisi tawar mereka dijaga," lanjut Andrie.

Sebagai penutup, ia menekankan bahwa agrovoltaic adalah bagian dari strategi diversifikasi nasional bersama PLTS atap dan terapung. Tujuannya adalah membangun model pembangunan nasional yang bekerja dengan keseimbangan, bukan pertentangan.

"Kita sedang membangun model baru pembangunan nasional—model yang tidak bekerja dengan pertentangan, tetapi dengan keseimbangan," pungkasnya. (Knu)

#Agrivoltaics #PLTS #Pertanian
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Minta Pembangunan PLTS Dipercepat, 10 Gigawatt Gantikan Pembangkit Diesel
Pemerintah percepat pembangunan PLTS. Target 10 GW gantikan diesel dan potensi 17 GW energi surya dalam waktu dekat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Prabowo Minta Pembangunan PLTS Dipercepat, 10 Gigawatt Gantikan Pembangkit Diesel
Indonesia
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pengembangan jagung di area seluas 1.500 hektare ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Konsep agrivoltaics memungkinkan penggunaan lahan ganda, di mana pertanian dan produksi listrik surya berjalan beriringan di ruang yang sama.
Frengky Aruan - Senin, 06 April 2026
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Indonesia
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Bencana banjir dan longsor merusak lahan pertanian juga menghancurkan hasil panen, benih yang telah ditanam, serta sarana produksi pertanian lainnya.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Indonesia
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Program ini diharapkan mampu memulihkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terdampak.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Indonesia
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun
Luas sawah terdampak bencana banjir 3 provinsi di Sumatera 107,4 ribu hektare, termasuk di antaranya 44,6 ribu hektare padi dan jagung gagal panen.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun
Indonesia
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Prabowo menilai kebocoran kekayaan nasional menjadi persoalan lama, yang sudah ia rasakan sejak jauh sebelum menjabat presiden.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Merah Putih Kasih
Serahkan Beasiswa Kelapa ke Mahasiswa Unhas, Jerry Hermawan Lo Sebut Pertanian adalah Senjata Rahasia Indonesia
JHL Foundation mengalokasikan beasiswa pendidikan untuk 100 mahasiswa/mahasiswi Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Vokasi Unhas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Serahkan Beasiswa Kelapa ke Mahasiswa Unhas, Jerry Hermawan Lo Sebut Pertanian adalah Senjata Rahasia Indonesia
Indonesia
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ini merupakan lompatan tertinggi sepanjang sejarah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
Pengembangan Perkebunan-Holtikultura, DPR Ingatkan Kementan tak Abaikan Petani Kecil
Mengingatkan agar penggunaan anggaran yang besar itu benar-benar diarahkan secara efektif dan berorientasi hasil.
Dwi Astarini - Minggu, 12 Oktober 2025
Pengembangan Perkebunan-Holtikultura, DPR Ingatkan Kementan tak Abaikan Petani Kecil
Bagikan