Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

92 Lokasi Operasional PT KAI Sudah Sudah Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
92 Lokasi Operasional PT KAI Sudah Sudah Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Ilustrasi PLTS. (Dok. PLN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas operasional perusahaan.

Hingga Juni 2026, KAI telah mengembangkan 113 unit PLTS dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kWp yang tersebar di 92 lokasi. Instalasi tersebut berada di 62 stasiun, 10 balai yasa, 6 griya karya, 3 depo, 1 kantor, dan 1 gedung record center yang mendukung aktivitas operasional perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.

Pemanfaatan energi surya menjadi bagian dari transformasi yang berlangsung di berbagai sektor, termasuk transportasi. Sebagai perusahaan yang mengelola mobilitas masyarakat dalam skala besar, KAI memandang penggunaan energi yang lebih efisien dan rendah emisi sebagai langkah penting untuk mendukung pertumbuhan perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target lingkungan nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan PLTS dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional serta potensi pemanfaatan energi surya di berbagai aset perusahaan.

Pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam operasional perusahaan. Program ini terus kami kembangkan secara bertahap seiring komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi,

ujar Anne kepada wartawan, Selasa (9/6).

Menurut berbagai kajian teknis pemanfaatan PLTS di Indonesia, setiap 1 kWp sistem PLTS mampu menghasilkan rata-rata sekitar 1.300 hingga 1.500 kWh listrik per tahun, bergantung pada tingkat penyinaran matahari dan kondisi lokasi pemasangan. Dengan kapasitas terpasang sebesar 4.430,65 kWp, PLTS yang telah dikembangkan KAI berpotensi menghasilkan sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik bersih per tahun.

Produksi energi tersebut memberikan manfaat lingkungan yang dapat diukur secara kuantitatif. Perhitungan pengurangan emisi mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 163.K/HK.02/MEM.S/2021 tentang Penetapan Faktor Emisi Gas Rumah Kaca Sistem Ketenagalistrikan, yang menjadi acuan nasional dalam penghitungan emisi sektor ketenagalistrikan.

Dalam regulasi tersebut, faktor emisi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada pada kisaran 0,84–0,87 ton CO₂ per MWh.

Dengan kapasitas terpasang sebesar 4.430,65 kWp dan potensi produksi listrik sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh per tahun, PLTS yang telah dikembangkan KAI berpotensi mengurangi emisi karbon sekitar 5.100 hingga 5.800 ton CO₂ per tahun. Perhitungan tersebut diperoleh dari estimasi produksi listrik tahunan PLTS yang dikalikan dengan faktor emisi sistem ketenagalistrikan Jamali sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian ESDM.

\Angka tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya memberikan kontribusi langsung terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Setiap energi listrik yang dihasilkan PLTS menggantikan sebagian kebutuhan listrik yang berasal dari pembangkit berbasis energi fosil sehingga mendukung pembangunan rendah karbon yang menjadi agenda nasional.

Selain menghasilkan energi bersih, pengembangan PLTS juga memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan KAI. Pemanfaatan energi surya mendukung efisiensi energi, meningkatkan ketahanan energi pada fasilitas operasional, serta memperluas penggunaan sumber energi terbarukan di lingkungan perusahaan.

Saat ini, panel surya yang terpasang di berbagai stasiun, balai yasa, depo, dan fasilitas operasional lainnya telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari perusahaan. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan yang berorientasi jangka panjang.

Transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan langkah yang konsisten. KAI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,

katanya.

Energi ini dipandang sebagai kebutuhan operasional sekaligus bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan. Langkah tersebut dimulai sejak 2022 dan berkembang seiring komitmen KAI dalam mendukung agenda transisi energi bersih nasional. (*)

#PLTS #PT KAI #Kereta Api
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Nusantara Explorer jadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata nasional melalui moda transportasi berbasis rel.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Menurut Prabowo, kereta api merupakan instrumen sesungguhnya dalam demokratisasi ekonomi.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Indonesia
Revitalisasi Tuntas, Stasiun Semarang Tawang Tampung Mobilitas 2,1 Juta Penumpang Semester I 2026
Revitalisasi berlangsung 330 hari dengan mengembalikan sejumlah elemen bangunan berdasarkan dokumentasi historis.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Revitalisasi Tuntas, Stasiun Semarang Tawang Tampung Mobilitas 2,1 Juta Penumpang Semester I 2026
Indonesia
Intip Kereta Nusantara Explorer Yang Pertama Kali Digunakan Presiden Prabowo
adwal operasional komersial, rute perjalanan, tarif, serta komposisi akhir kereta akan diumumkan setelah seluruh aspek operasional dan keselamatan dinyatakan siap.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Intip Kereta Nusantara Explorer Yang Pertama Kali Digunakan Presiden Prabowo
Indonesia
Prabowo Perintahkan PT KAI dan Kemenhub Bangun Jalur KA di Sumatera dan Kalimantan, Kalau Bisa Bersamaan
"Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Perintahkan PT KAI dan Kemenhub Bangun Jalur KA di Sumatera dan Kalimantan, Kalau Bisa Bersamaan
Indonesia
Presiden Akui Ada Dilema Soal Kereta Api Cepat, Kota Cecil Tidak Terlayani Kereta Api
"Kadang-kadang dilema, ingin kereta api cepat, akhirnya kota-kota kecil tidak terlayani. Kereta api Indonesia harus benar-benar berpikir, utuh, komprehensif," tutur Presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Akui Ada Dilema Soal Kereta Api Cepat, Kota Cecil Tidak Terlayani Kereta Api
Indonesia
Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Tahap Pertama Stasiun Tawang
Revitalisasi Stasiun Tawang dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Tahap Pertama Stasiun Tawang
Indonesia
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Stasiun Semarang Tawang segera direvitalisasi. Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meresmikannya.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Indonesia
Ajak Penumpang Bawa Tumbler, PT KAI Sudah Sediakan 124 Unit Water Station
Kemudahan memperoleh air minum dapat membantu pelanggan menjaga kondisi tubuh, mengisi botol minum anak, maupun memenuhi kebutuhan minum sebelum melanjutkan perjalanan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Ajak Penumpang Bawa Tumbler, PT KAI Sudah Sediakan 124 Unit Water Station
Indonesia
KAI Beri Diskon 20 Persen, 609.657 Lansia Manfaatkan Tarif Reduksi KAI
Sebanyak 609.657 lansia memanfaatkan tarif reduksi KAI pada Januari-Juni 2026, naik 31,09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 26 Juli 2026
KAI Beri Diskon 20 Persen, 609.657 Lansia Manfaatkan Tarif Reduksi KAI
Bagikan