Kecantikan

Merawat Rambut Bagi yang Berusia 50-an Tahun

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 07 September 2022
Merawat Rambut Bagi yang Berusia 50-an Tahun

Perawatan rambut di usia 50-an dimulai dari dalam. (Pexels-Pavel Danilyuk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEIRING perjalanan waktu maka masalah rambut akan kerap bertambah. Seperti munculnya uban dan juga rambut yang semakin menipis. Namun, meskipun semakin banyak muncul tanda-tanda penuaan, kamu tetap bisa untuk mengatasinya loh.

Dikutip dari Vergamour, perawatan rambut di usia 50-an dimulai dari dalam. Perubahan rambut di usia 50-an biasanya banyak berkaitan dengan penuaan, namun ternyata ada faktor lain juga yang berperan. Seperti, stres, genetik, dan lingkungan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memerangi penuaan rambut bahkan memperlambat pertumbuhan uban. Namun, sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Bertumbuhnya rambut yang sehat dimulai dengan kesehatan tubuh. Oleh karena itu, atasi masalah medis seperti menopause, kekurangan vitamin, kurang tidur, pola makan yang tidak memadai, atau penyakit lainnya yang mungkin dimiliki. Dengan meningkatkan kesehatan tubuh tentunya dapat meningkatkan kesehatan rambut . Lantas, apa saja ya yang bisa dilakukan untuk merawat dan membuat rambut tetap sehat?

Baca Juga:

Mitos Tentang Jerawat yang Perlu Kamu Ketahui

tidur
Kualitas tidur yang baik dapat tubuh lebih sehat. (Unsplash/Isabella and Zsa Fischer)


Cairan


Sama seperti tumbuhan, manusia juga memerlukan dan membutuhkan banyak air untuk tubuh. Ini karena sebagian besar sel tubuh terdiri dari air. Sel-sel yang kekurangan hidrasi dapat menyebabkan banyak ketidakseimbangan dalam tubuh, termasuk kesehatan rambut dan juga kulit kamu. Oleh karena itu, ada baiknya untuk tetap terhidrasi dengan minum cukup air setiap harinya.

Kualitas tidur


Tidur sangat penting bagi kesehatan tubuh. Hal tersebut dikarenakan pada saat tidur, terjadi peremajaan dan perbaikan sel tubuh. Jadi ada baiknya tidur dengan waktu yang cukup dan sama setiap malam. Hal ini bisa berpengaruh pada rambut dan kulit kamu.

Baca Juga:

Tips Atasi Rasa Nyeri pada Tulang Belakang dan Area Lutut

makanan
Daging iokan salmon mengandung omega 3 yng dapat melambatkan penuaan. (Unsplash/Towfiqu barbhuiya)


Makanan


Makan-makanan yang seimbang dan mengandung banyak antioksidan dan omega 3, dapat membantu kamu melawan tanda-tanda penuaan secara alami. Ada beberapa makanan yang bagus untuk dikonsumsi bagi kamu yang berusia 50-an untuk membuat rambut lebih sehat. Seperti jeruk keprok dan stroberi karena mengandung banyak vitamin C, apokat mengandung omega 3, dan lentil yang mengandung asam folat.

Tidak hanya itu, kamu juga harus mengurangi stres. Karena menderita stres tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisikmu saja. Tapi juga dapat menyebabkan uban pada rambut. Oleh karena itu, kurangi stres seperti meluangkan waktu untuk diri sendiri, menghabiskan waktu dengan orang terkasih, dan berolahraga secara teratur. (yos)

Baca Juga:

Penelitian Ungkap Tingkat Kesepian Seseorang dari Data Ponsel

#Kesehatan #Kecantikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan