Menteri Perdagangan Harap Pemda Tindak Keras Spekulan Kebutuhan Pokok
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
MerahPutih.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta seluruh jajaran pemerintahan dan Satgas Pangan di Kalbar untuk menindak tegas para spekulan bahan kebutuhan pokok yang terbukti mempermainkan harga.
"Kita sangat bersyukur karena berdasarkan laporan yang diberikan oleh jajaran pemerintah Kalbar dalam menjaga kestabilan dan ketersediaan sembako yang ada sudah sangat baik, demikian dengan Disperindag-nya," kata Enggartiasto seperti dikutip dari Antara di Pontianak, Selasa (21/11).
Menurutnya, jika stok kebutuhan pokok sudah terjamin namun harga masih naik, maka itu diakibatkan oleh permainan spekulan.
"Untuk itu, kita memiliki Satgas Pangan yang bekerja sama dengan Polri, di mana Satgas Pangan ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap spekulan yang bermain.
Mendag memperingatkan mereka yang ingin berspekulasi, agar tidak pernah berpikir untuk bisa berdagang lagi, jika sampai terbukti, gudang mereka akan dikunci sehingga stok mereka akan busuk.
Dia menegaskan, tindakan itu akan dilakukan, bahkan sudah sering dilakukan pihaknya pada beberapa daerah, untuk memberikan efek jera kepada spekulan yang bermain dengan stok dan harga sembako tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Enggartiasto meminta kepada TPID yang ada di Kalbar maupun pemerintah Kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan menjaga stabilitas harga sembako yang ada di setiap daerah.
"Jangan biarkan para spekulan bermain. Jika memang terbukti ada permainan, langsung lakukan tindakan tegas," katanya.
Enggartiasto juga menambahkan, dari kunjungan kerja di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, memastikan stok pangan aman hingga Desember 2017. "Begitu ada stok pangan kurang, maka akan langsung dikirim," katanya.
Ia menjelaskan, per tanggal 1 Desember 2017, stok pangan harus ada dan merata. Demikian soal ketersediaan stok sudah dibahas di pusat, dan diputuskan per Desember 2017, semua daerah akan disediakan pangan secara merata.
Mendag menjelaskan, setiap akhir tahun Kalbar berpotensi besar dalam penyerapan konsumsi pangan karena akhir tahun jadi waktu yang dicari wisatawan untuk datang, salah satunya ke Kalbar.
"Apalagi akhir tahun banyak pesta, wisatawan datang, sehingga konsumsi pangan juga akan meningkatkan," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Update Harga Komoditas Pangan Jumat (26/12): Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas' di Kantong!
Harga Pangan Hari Ini Selasa (23/9): Beras & Daging Kompak Turun, MinyaKita Naik Tipis
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Pagu Anggaran Kemendag Tahun 2026
Transaksi UMKM Dalam Negeri Periode Januari - Agustus 2025 Tembus Rp 1,49 Triliun
Mendag RI Bujuk Arab Saudi untuk Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan
Mendag Busan: MBG Bisa Jadi Model Rujukan Makan Bergizi Terukur dan Berkelanjutan
Neraca Perdagangan Mei 2025 Surplus USD 4,30 Miliar
Pemerintah Tolak Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Impor Benang Filamen Sintetis Asal China
Harga Patokan Ekspor Tembaga Naik Tipis di Paruh Pertama Juni 2025
UU Perlindungan Konsumen Baru Harus Mampu Jerat Penjual Barang Ilegal di Platform Digital