Mentan Ingatkan Petani Tanam Varietas Tahan Perubahan Iklim

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Oktober 2021
Mentan Ingatkan Petani Tanam Varietas Tahan Perubahan Iklim

Panen. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menggelar acara puncak Peringatan Nasional Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10).

Pada HPS ke-41 di Kabupaten Cirebon ini, diawali dengan panen padi dan penyerahan bantuan sebesar Rp 19,5 miliar kepada petani yang langsung diberikan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Peringatan tersebut dilakukan secara virtual di 41 titik wilayah Indonesia. Beberapa komoditas yang dipanen yakni, jagung, padi, kedelai, kelapa sawit, kakao, hortikultura, bunga hias, dan dan Sorgum.

Baca Juga:

Anies Terbitkan Pergub Mitigasi Perubahan Iklim di Jakarta

Mentan mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam sektor pertanian harus siap menghadapi dampak pemanasan global. Ancaman tersebut, dikhawatirkan menganggu ketahanan pangan di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Mentan menghadiri pertemuan G20. Negara-negara yakni Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang sudah meningkatkan anggaran ketahanan pangan, lantaran hal tersebut merupakan ancaman serius.

"Mari jadikan peringatan HPS Ke-41 ini momentum upaya kita bersama untuk merubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, pemanasan global dan krisis air di masa yang akan datang," kata Mentan.

Upaya antisipasi untuk menekan perubahan iklim terhadap pertanian, Kementan meminta agar petani mampu menanam varietas yang tahan saat dilanda banjir ataupun kekurangan air di waktu kemarau melanda.

Menurut Yasin, Kementerian Pertanian tidak mampu bergerak sendiri dalam menghadapi ancaman tersebut dan perlu adanya kerja sama seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah.

Selama masa pandemi COVID-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Bahkan, tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan. Hal ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan Kementan dalam tiga tahun terakhir ini, telah menunjukkan ketangguhan sektor pertanian.

"Oleh karena itu, kunci keberhasilan tindak lanjut HPS ini adalah pertama, koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, HPS ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tata kelola (manajemen) hulu-hilir pertanian dan perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan era. Ini sama dengan program reguler maksimum dan SPP," kata Syahrul.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Wabup Cirebon Wahyu Tjiptaningsih. (Foto: Mauritz)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Wabup Cirebon Wahyu Tjiptaningsih. (Foto: Mauritz)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2020, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24% q-to-q. Begitupun pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15% dan 2,59% y-on-y dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional. Demikian juga memasuki TW II 2021, PDB sektor pertanian masih konsisten tumbuh positif sebesar 12,93% (q to q).

Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih mengatakan, meminta kepada Kementerian Pertanian untuk membantu petani di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut dilakukan agar pertanian di kabupaten tersebut bisa maju.

Petani di Gegesik sudah membentuk Koperasi Usaha Tani (KUT) Sikepang yang mencakup 987 hektare. Ratusan lahan itu berkontribusi terhadap ketersediaan cadangan beras nasional.

"Sektor pertanian di Kabupaten Cirebon bertanggung jawab terhadap ketersediaan nasional. Potensi pertanian di wilayah utara sangat mendukung, terutama yang dialiri Jatigede," katanya. (Mauritz/ Jawa Barat)

Baca Juga:

Kota-kota yang Paling Berisiko Terkena Dampak dari Perubahan Iklim

#Kementan #Petani #Perubahan Iklim #Iklim Tropis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak konsumen sekaligus kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Berita
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Kementan mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar. Simak daftar merek, kandungan, dan penjelasan beras fortifikasi.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Indonesia
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan
temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label, sehingga merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan
Indonesia
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Buat Stabilkan Harga di Tengah Kemarau
Selain memperkuat pasokan beras, pemerintah juga mempercepat bantuan pangan dan melakukan operasi pasar secara besar-besaran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Buat Stabilkan Harga di Tengah Kemarau
Indonesia
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Apabila pemeriksaan membuktikan adanya kerugian negara, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH)
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Dunia
18 Negara Forum Kepulauan Pasifik Berkumpul di Fiji, Bahas Perubahan Iklim
Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Kepulauan Pasifik (PIF) ke-55 dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus hingga 4 September di Koror, Republik Palau.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
18 Negara Forum Kepulauan Pasifik Berkumpul di Fiji, Bahas Perubahan Iklim
Indonesia
Produksi Beras Pada Januari - September 2026 Hanya Meningkat Tipis 0,01 Dibanding Tahun 2025
Potensi produksi pada Juli hingga September 2026 diperkirakan menurun 0,90 persen menjadi 16,25 juta ton GKG.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Produksi Beras Pada Januari - September 2026 Hanya Meningkat Tipis 0,01 Dibanding Tahun 2025
Indonesia
DPR Desak Penipuan Beras Premium tak Sesuai Standar Ditindak Tegas
Temuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang mengungkap adanya dugaan beras premium tidak sesuai standar kualitas, merupakan persoalan serius.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
DPR Desak Penipuan Beras Premium tak Sesuai Standar Ditindak Tegas
Bagikan