Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 10 November 2017
Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal

Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin distributor pupuk nakal yang mempermainkan harga serta tidak mendistribusikan pupuk dengan lancar kepada petani.

"Jika dalam tempo sepekan pupuk tidak didistribusikan kepada petani, saya akan menutup izin distributor pupuk di sini (Lampung Timur)," kata Mentan di Desa Mandala Sari, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (10/11).

Ia mengatakan bahwa pupuk sangat penting untuk tanaman terutama padi, sehingga ketersediaannya harus terjaga.

Petani, menurutnya, sangat membutuhkan pupuk untuk menyuburkan tanaman. Karena itu, ketersediaan dan distribusi semua jenis pupuk harus lancar terjamin serta lancar.

"Distributor pupuk harus menjamin kelancaran distribusi maupun ketersediaannya. Jika masih ada yang nakal akan saya hentikan izin usahanya," katanya.

Amran menginginkan pupuk semua jenis untuk petani di Kabupaten Lampung Timur, khususnya di Desa Mandala Sari, Kecamatan Mataram Baru sebanyak 2.000 ton segera direalisasikan.

Pada acara panen padi itu, ia mengatakan bahwa Indonesia akan menggaungkan swasembada pangan komoditas beras, jagung, dan bawang.

"Dulu kita ragu bisa swasembada pangan, tapi kita bisa gaungkan swasembada beras, cabai, jagung, dan bawang dalam waktu bersamaan," katanya.

Menurut dia, capaian swasembada pangan adalah berkat kerja semua pihak seperti TNI, polisi, para penyuluh pertanian, petani dan pemerintah. Dia pun mengapresiasi para penyuluh pertanian yang terus membantu para petani.

Amran juga mengatakan sebelumnya Indonesia mengimpor pangan seperti jagung dan bawang setiap tahunnya, namun hari ini tidak ada lagi impor.

Impor jagung dan bawang, lanjutnya, bisa mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya, namun sekarang tidak ada lagi impor komoditas tersebut.

Berkat capaian swasembada pangan itu, menurutnya, sekarang Indonesia menjadi incaran negara luar untuk belajar pertanian.

"Saya baru pulang dari Thailand dan Malaysia, mereka bertanya kepada kita apa yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Sekarang mereka ingin belajar kepada kita," katanya.

Malaysia, menurutnya, masih mengimpor jagung dari Amerika Serikat sehingga negara tetangga itu akan berupaya meniru upaya Indonesia yang mampu memproduksi jagung cukup besar dan tak lagi impor.

"Mereka akan membuka lahan pertanian jagung di dekat perbatasan tanah air," katanya.

Menteri Pertanian melakukan kegiatan panen padi dan memberikan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani di Lampung Timur, di antaranya pompa air, traktor tangan, alat pemanen padi/combine hervastar, alat pemanen jagung/corn combine.

Turut hadir dalam kegiatan panen padi itu Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Sekda Provinsi Lampung Sutono, Danrem Garuda Hitam Kolonel Inf Hadi Basuki, Sekda Lampung Timur Syahrudin Putera, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Infantri Jajang Kurniawan dan Kadis Pertanian Provinsi Lampung, Edi Yanto, Kadis Pertanian Lampung Timur M Yusuf HR. (*)

#Menteri Pertanian #Andi Amran Sulaiman #Petani #Distributor Pupuk
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Bulog memiliki stok yang cukup untuk memperkuat pasokan ke pasar. Stok beras Bulog saat ini sekitar 4,6 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak konsumen sekaligus kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Indonesia
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Amran menyoroti dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga tinggi mencapai Rp 57.000 per kilogram, padahal harga seharusnya berada sekitar Rp 13.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Berita
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Kementan mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar. Simak daftar merek, kandungan, dan penjelasan beras fortifikasi.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Indonesia
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Apabila pemeriksaan membuktikan adanya kerugian negara, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH)
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Indonesia
Produksi Beras Pada Januari - September 2026 Hanya Meningkat Tipis 0,01 Dibanding Tahun 2025
Potensi produksi pada Juli hingga September 2026 diperkirakan menurun 0,90 persen menjadi 16,25 juta ton GKG.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Produksi Beras Pada Januari - September 2026 Hanya Meningkat Tipis 0,01 Dibanding Tahun 2025
Indonesia
DPR Desak Penipuan Beras Premium tak Sesuai Standar Ditindak Tegas
Temuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang mengungkap adanya dugaan beras premium tidak sesuai standar kualitas, merupakan persoalan serius.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
DPR Desak Penipuan Beras Premium tak Sesuai Standar Ditindak Tegas
Indonesia
Diresmikan Mentan Amran, Peternakan Sapi Perah Terbesar Dapat Suntikan Investasi Rp 1,2 Triliun
Jawa Tengah mampu menjadi salah satu lumbung susu nasional dengan kontribusi sekitar 20 persen terhadap kebutuhan nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Diresmikan Mentan Amran, Peternakan Sapi Perah Terbesar Dapat Suntikan Investasi Rp 1,2 Triliun
Indonesia
Prabowo Tanggapi Kritik Harga Beras, Tegaskan Petani Berhak Mendapat Penghasilan Layak
Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik soal harga beras. Ia menegaskan petani berhak memperoleh penghasilan yang layak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Prabowo Tanggapi Kritik Harga Beras, Tegaskan Petani Berhak Mendapat Penghasilan Layak
Berita Foto
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Sejumlah perwakilan petani yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) mengikuti audiensi di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Bagikan