Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Menpora Ajak Santri Hindari Paham Radikal

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 10 April 2017
Menpora Ajak Santri Hindari Paham Radikal

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. (Antara Foto/Andika Wahyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengajak para santri untuk terlibat secara langsung menangkal paham radikalisme mengingat hal tersebut menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia.

"Selama ini ada pihak-pihak yang ingin memecah belah di antara kita. Makanya, kita harus bisa menahan ancaman itu," kata Imam Nahrawi di Pondok Pesantren Al Abror Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (9/4).

Pria yang akrab dipanggil Cak Imam ini mencontohkan apa yang terjadi Tuban, Jawa Timur, akhir-akhir ini.

Pihaknya berharap hal tersebut untuk ditangkal. Apa lagi pada kejadian di Tuban tersebut ada enam orang yang ditengarai sebagai teroris.

Kondisi tersebut, kata dia, merupakan salah satu bentuk jika negara dalam ancaman terorisme. Untuk itu, peran semua pihak mulai dari orang tua, lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren sangat ditunggu-tunggu karena paham radikalisme bisa tumbuh di mana-mana.

"Ada enam terduga teroris yang tewas di Tuban, empat di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Makanya saya mengajak kepada warga nahdliyin untuk sama-sama mewaspadai bahaya radikalisme ini," kata pria kelahiran Bangkalan, Jawa Timur.

Menpora meminta santri-santri untuk waspada dan hati-hati terhadap ajakan-ajakan orang yang tidak bertanggung jawab. Apa lagi sasaran dari pihak tersebut adalah para pemuda.

Selama di Tegal, ada beberapa kegiatan yang harus dihadiri Menpora. Setelah ke pondok pesantren Al Abror, selanjutnya menghadiri kuliah umum "Pengarusutaman Generasi Muda Dalam Pembangunan Yang Berkeadilan dan Berkekuatan Lokal Wisdom di STAIBN Tegal.

Sumber: ANTARA

#Imam Nahrawi #Menpora Imam Nahrawi #Radikalisme #Santri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Kepolisian perlu menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya pihak-pihak yang berusaha menghambat proses penegakan hukum.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Diduga Cabuli Santri Laki-Laki, Polisi Keluarkan Red Notice Ustadz Syekh Ahmad Al Misry
SAM berstatus warga negara Indonesia (WNI) melalui jalur naturalisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Diduga Cabuli Santri Laki-Laki, Polisi Keluarkan Red Notice Ustadz Syekh Ahmad Al Misry
Indonesia
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Menteri PPPA menekankan bahwa kekerasan dalam relasi pengasuhan adalah pelanggaran berat yang merusak masa depan anak serta mencederai institusi keagamaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Indonesia
DPR Desak Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Praktik Dukun Berkedok Kiai di Pati
Berdasarkan informasi valid, pelaku diduga memalsukan identitas dengan mengaku wali dan keturunan nabi untuk memanipulasi serta mengeksploitasi para korbannya.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
DPR Desak Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Praktik Dukun Berkedok Kiai di Pati
Indonesia
Polisi Tangkap Polisi Tangkap Tersangka Pelecehan Santri di Pati, Sempat Kabur ke Luar Kota Ponpes di Pati Pelaku Sempat Kabur ke Luar Kota
Pelaku bahkan sempat berpindah-pindah tempat dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Polisi Tangkap Polisi Tangkap Tersangka Pelecehan Santri di Pati, Sempat Kabur ke Luar Kota Ponpes di Pati  Pelaku Sempat Kabur ke Luar Kota
Indonesia
DPR Desak Penangkapan Pelaku Pelecehan di Ponpes Pati, jangan Sampai Negara Dianggap tak Serius
Hingga saat ini, pengasuh yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026 itu belum ditahan dan keberadaannya belum diketahui.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
DPR Desak Penangkapan Pelaku Pelecehan di Ponpes Pati, jangan Sampai Negara Dianggap tak Serius
Indonesia
Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dinilai Sudah Sistematis
Mafirion mendorong Komnas HAM dan lembaga perlindungan anak lainnya untuk melakukan investigasi independen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dinilai Sudah Sistematis
Bagikan