Headline

Menlu AS Peringatkan Hati-Hati Berhutang Pada China

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 08 Maret 2018
Menlu AS Peringatkan Hati-Hati Berhutang Pada China

Menlu AS Rex Tillerson (Foto: Xinhua)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sejumlah negara di kawasan Asia, Amerika Latin dan Afrika belakangan ini lebih memilih berhutang kepada China ketimbang beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Kanada atau Inggris.

Dari wilayah Asia, Indonesia contohnya mulai meminta bantuan China untuk menalangi dana pembangunan sarana-prasarana di Tanah Air. Sementara wilayah Afrika boleh disebut sebagai lahan subur bagi China dalam memberikan pinjaman.

Atas kegemaran berhutang kepada China, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson memberikan peringatan, agar negara-negara Afrika harus berhati-hati terhadap tawaran hutang dari China.

Berbicara di Addis Ababa, Ethiopia, Kamis (8/3) Rex Tillerson menegaskan bahwa Washington tidak bermaksud menghalang-halangi investasi China di benua Afrika.

"Kami tentu saja tidak bermaksud untuk menghalangi investasi dari China untuk Afrika," kata Tillerson dalam konferensi pers di Addis Ababa. Ini merupakan pertama kalinya Tillerson mengunjungi negara tersebut.

Lebih lanjut, Menlu AS menjelaskan bahwa perjanjian utang berisiko terhadap kedaulatan negara.

"Namun sangat penting bagi negara-negara Afrika untuk secara berhati-hati mempertimbangkan berbagai macam syarat perjanjian (hutang dari China) agar tidak begitu saja menyerahkan kedaulatan mereka," kata Tillerson.

Secara terpisah, menanggapi pernyataan Amerika Serikat terkait perang perdagangan dengan negaranya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan kebijakan AS khususnya dalam tarif baja impor akan merugikan semua pihak.

Presiden Donald Trump diperkirakan menetapkan tarif 25 persen untuk baja impor dan 10 persen pada aluminium impor pada minggu ini, namun Gedung Putih mengatakan akan ada pengecualian 30 hari untuk Meksiko dan Kanada serta beberapa negara lain berdasarkan atas keamanan nasional.

Wang, yang berbicara di sela-sela pertemuan tahunan parlemen China, mengatakan bahwa China dan AS tidak harus menjadi saingan, dan sejarah menunjukkan bahwa perang perdagangan bukanlah cara yang benar untuk menyelesaikan masalah.

"Terutama mengingat globalisasi hari ini, memilih perang perdagangan adalah keputusan yang salah. Hasilnya hanya akan berbahaya," kata Wang.

"China harus membuat tanggapan yang beralasan dan perlu," katanya.

Wang sebagaimana dilansir Antara dari Xinhua mengatakan China memiliki jalan panjang untuk mencapai jalur modernisasi, dan bahwa "tidak akan dan tidak perlu menggantikan Amerika Serikat".

Trump membahas perdagangan dengan China dalam cuitannya pada Rabu, menuntut agar China merumuskan rencana untuk mengurangi surplus perdagangannya dengan AS sebesar 1 miliar dolar AS, yang tampaknya telah diangkat dalam sebuah pertemuan dengan seorang pejabat tinggi China pekan lalu.

"China diminta mengembangkan rencana untuk setahun pengurangan satu miliar dolar dalam Defisit Perdagangan besar-besaran mereka dengan AS," kata Trump, tanpa mengatakan dari mana pesan tersebut disampaikan.

China mencatatkan surplus perdagangan barang dengan AS tahun lalu sebesar 375,2 miliar dolar AS.

Ketegangan perdagangan di antara dua negara ekonomi terbesar di dunia itu meningkat sejak Trump memerintah pada 2017 dan meskipun China hanya menyumbang sebagian kecil impor baja AS, perluasan besar industri membantu menghasilkan persedian baja berlimpah secara global, yang menurunkan harganya.(*)

#Utang Luar Negeri #Menteri Luar Negeri #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Indonesia
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Wakil Ketua Komisi I DPR mendorong Menlu Arrmanatha Nasir memperkuat diplomasi ekonomi agar berdampak pada industri nasional, lapangan kerja, dan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan