MerahPutih.com - Pemerintah terus mendorong pertambahan dan peningkatan kualitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menargetkan, pertumbuhan hingga satu juta UMKM hingga 2024 mendatang.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, di saat kondisi global yang sedang tidak menentu serta ancaman resesi, pihaknya minta seluruh pemerintah daerah bisa ikut menciptakan ekosistem yang nyaman untuk meningkatkan kualitas UMKM yang ada di wilayah masing-masing.
Baca Juga:
Sering Diremehkan, Ini Pentingnya Asuransi untuk UKM
"Kita berikan akses semudah-mudahnya, dalam pembiayaan, kemudahan perizinan, dan akses pasar, pihaknya optimistis UMKM bisa naik kelas," ujar Teten di sela pembukaan Rakornas Bidang Urusan Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, UMKM, dan Kewirausahaan di Swiss Bell Hotel Solo, Kamis (13/10).
Dikatakannya, pemerintah menargetkan Indonesia jadi negara maju di 2024 mendatang. Salah satu indikator untuk mencapai target ini adalah empat persen dari keseluruhan penduduk merupakan pelaku wirausaha.
"Paling tidak dengan pertambahan satu juta UMKM itu persentasenya bisa naik dari 3,47 persen menjadi 3,95 persen. Kalau negara maju bisa sampai 12-14 persen, kita siapkan jadi wirausaha sebanyak-banyaknya," kata dia.
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) membuka Rakornas Bidang Urusan Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, UMKM, dan Kewirausahaan di Swiss Bell Hotel Solo, Kamis (13/10). (MP/Ismail)
Ia menyebut, UMKM bisa makin sejahtera karena bisa menghidupi keluarganya dengan mandiri. Atas dasar itu, transformasi digital inklusif perlu digaungkan dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat.
"Sekarang sudah ada sebanyak 20,2 juta UMKM yang sudah terpapar teknologi. Agar berdaya saing tinggi kami targetkan UMKM bisa mendapat sentuhan teknologi," papar dia.
Ia menambahkan soal perizinan sudah menggunakan online single submission (OSS). Kemenkop UMKM menargetkan sampai 30 juta UMKM yang bisa onboarding terhubung dengan teknologi pada 2024. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Startup Dukung Pemerataan Akses Pendidikan Disabilitas dan Pelaku UKM