Menko PMK Minta Pemda Hentikan Pernikahan Sedarah Buat Cegah Stunting

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 April 2022
Menko PMK Minta Pemda Hentikan Pernikahan Sedarah Buat Cegah Stunting

Menko PMK Muhadjir Effendy saat berdialog dengan warga di Desa Krebet dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (4/4/2022). (FOTO ANTARA/HO-Kemenko PMK).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tradisi pernikahan sedarah masih ditemuka di Indonesia. Salah satu wilayah yang yang kerap terjadi ada di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kementerian Koordinator Manusia dan Kebudayaan menargetkan menuntaskan persoalan pernikahan sedarah hingga akarnya. Pernikahan sedarah ini diyakini mewarisi tradisi negatif 'stunting' dan menambah kemiskinan ekstrem.

Baca Juga:

Selvi Ananda Akui Kesulitan Turunkan Angka Kasus Stunting di Solo

"Walaupun saat ini banyak warga yang sudah diurai dan meluas ke luar Ponorogo untuk menghindari pernikahan sedarah, tapi mereka masih punya keturunan," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keteranganya di Jakarta, Senin (4/4) malam.

Muhadjir mengatakan, saat ini kasus stunting di Kabupaten Ponorogo sudah menurun hingga 20 persen, untuk itu pernikahan sedarah harus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah agar dapat terus menekan angka prevalensi stunting.

"Ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo supaya betul dipastikan kalau bisa di sini sudah harus nol persen stunting, di wilayah yang dulu dikenal sebagai 'kampung difabel'," katanya.

Salah satu daerah yakni di Desa Krebet dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo sebelumnya terdapat banyak keluarga yang melakukan pernikahan sedarah sehingga tidak jarang melahirkan keturunan yang difabel dan stunting.

“Banyak yang melahirkan difabel, terutama stunting akibat perkawinan inses sedarah karena di sini bertetangga saja kawinnya,” katanya.

Ia menegaskan, saat ini, sudah ada kesadaran dari warga untuk menghindari hal tersebut dengan mencari jodoh di luar desa.

"Saya kira itu salah satu solusi tidak terjadi kawin inses untuk tidak terjadinya turunan gen yang negatif," katanya.

Ia menjelaskan, persentase angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Ponorogo saat ini sudah menurun hingga 3,74 persen. Dari total 955 lebih ribu penduduk di Kabupaten Ponorogo, 90 ribu di antaranya merupakan penduduk miskin dan 86 ribu lainnya adalah penduduk miskin ekstrem.

"Miskin eksrem ini karena kondisi pendapatan warga yang sangat rendah dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap, serta kondisi rumah yang belum layak huni. Apalagi jika di dalam satu keluarga ada yang lansia dan difabel," katanya.

Menko PMK berpesan kepada seluruh pemerintah daerah setempat untuk terus bekerja keras dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem khususnya di Ponorogo.

"Kita masih butuh kerja keras bersama. saya rasa ini sudah cukup bagus karena ada pusat pelayanan kesejahteraan sosial di sini," ujarnya.

Baca Juga:

PSI: Posyandu Miliki Peran Penting Atasi Stunting di Jakarta

Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Erna Mulati menyebutkan pemantauan tumbuh kembang dan pendataan kondisi kesehatan anak menjadi parameter penting dalam menurunkan angka stunting.

“Kita berharap semakin banyak anak yang bisa dipantau tinggi badannya,” kata Erna dalam Forum Merdeka Barat (FMB9) Cegah Stunting, Tingkatkan Daya Saing.

Erna menuturkan, pemantauan tumbuh kembang pada anak menjadi salah satu parameter penting untuk melihat secara jelas apakah anak berpotensi terkena stunting atau tidak. Lewat pemantauan tersebut, nantinya tenaga kesehatan akan mencatat panjang badan, tinggi badan juga berat badan anak.

Data-data dari pemantauan pada anak tersebut, nantinya dicatat ke dalam sebuah sistem pendataan pemerintah yang bernama Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) bersama dengan nama dan alamat anak agar lebih rinci dan akurat.

"Kita berharap bahwa melalui e-PPGBM ini, intervensi dapat dilakukan secepat mungkin kepada anak-anak dengan risiko terjadinya stunting dan juga melihat ketersediaan faktor sensitif di lingkungan rumahnya," ujar Erna. (Knu)

Baca Juga:

Jokowi Turun Langsung Kunjungi Kasus Stunting yang Tinggi di NTT

#Stunting #Muhadjir Effendy #Kemenko PMK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sugiono Tanggapi Kritik Malaysia soal Kabut Asap, Sebut Indonesia Terdampak Langsung
Sugiono merespons kekhawatiran Malaysia dan Singapura soal kabut asap karhutla. Pemerintah menyebut komunikasi diplomatik dan koordinasi teknis terus dilakukan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Sugiono Tanggapi Kritik Malaysia soal Kabut Asap, Sebut Indonesia Terdampak Langsung
Indonesia
Tanggapi Tawaran Bantuan Malaysia dan Singapura untuk Penanganan Karhutla, Pemerintah Klaim Masih Mampu
Pemerintah mengerahkan 71.000 personel darat dan sekitar 35 helikopter untuk menangani karhutla. Sugiono menyebut bantuan asing perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Tanggapi Tawaran Bantuan Malaysia dan Singapura untuk Penanganan Karhutla, Pemerintah Klaim Masih Mampu
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Menko Sugiono Terpukau Karya Siswa SNT 7 Bogor, Ada Teknologi hingga Game Digital
Menko Sugiono meninjau SNT 7 Parung, Bogor, dan melihat karya siswa di bidang STEM, animasi, web development hingga gim digital.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Menko Sugiono Terpukau Karya Siswa SNT 7 Bogor, Ada Teknologi hingga Game Digital
Indonesia
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Indonesia
Apa itu Beras Fortifikasi? Kenali Perbedaannya dengan Beras Biasa yang Kini Wajib Dipakai MBG
Apa itu beras fortifikasi yang dipakai MBG berbeda dengan beras biasa. Beras ini memiliki kandungan berbagai zat gizi mikro.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Apa itu Beras Fortifikasi? Kenali Perbedaannya dengan Beras Biasa yang Kini Wajib Dipakai MBG
Berita
SOYJOY Nutrition Award 2026 Apresiasi 213 Program Gizi, Soroti Inovasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat
SOYJOY Nutrition Award 2026 menghimpun 213 program gizi dari berbagai daerah. Hampir separuh program berfokus pada penanganan stunting.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
SOYJOY Nutrition Award 2026 Apresiasi 213 Program Gizi, Soroti Inovasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat
Indonesia
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Prevalensi stunting tahun 2022 menurut Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) sebesar 21,6 persen dan meningkat dengan adanya El Nino ini sampai bertambah 15-25 persen
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Indonesia
Eks Menko PMK Muhadjir Effendy Akui Dicecar KPK soal Jabatan Menag Ad Interim

 Muhadjir yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (18/5).
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Eks Menko PMK Muhadjir Effendy Akui Dicecar KPK soal Jabatan Menag Ad Interim
Indonesia
Muhadjir Effendy Tiba-Tiba Nongol di KPK Usai Disebut Batal Diperiksa
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy mendadak hadir di KPK setelah sebelumnya disebut batal diperiksa terkait kasus korupsi kuota haji 2023–2024.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Muhadjir Effendy Tiba-Tiba Nongol di KPK Usai Disebut Batal Diperiksa
Bagikan