MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia merespons kekhawatiran negara-negara tetangga terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk dampak asap lintas batas atau transboundary haze.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan, Indonesia memahami kekhawatiran tersebut karena masyarakat di dalam negeri juga merasakan dampak langsung dari karhutla.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat menanggapi kritik anggota parlemen Malaysia yang menilai Indonesia belum serius menangani persoalan kabut asap.
“Kita memahami karena sebagai bangsa kita juga merasakan dampak langsung, masyarakat kita merasakan dampak langsung dari karhutla ini,” ujar Sugiono dalam konferensi pers mengenai progres penanganan karhutla di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).
Baca juga:
Indonesia Apresiasi Tawaran Bantuan Negara Tetangga
Sugiono turut menyampaikan apresiasi atas iktikad baik negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, yang menawarkan bantuan untuk mendukung penanganan karhutla di Indonesia.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara tetangga terus dilakukan melalui berbagai jalur. Upaya tersebut mencakup jalur diplomatik hingga komunikasi langsung antarkepala negara.
Oleh karena itu, kita juga berterima kasih atas iktikad baik untuk membantu Indonesia yang pertama. Komunikasi dan koordinasi kita lakukan lewat berbagai jalur, baik itu jalur diplomatik maupun hubungan langsung antar kepala negara,
Menko PMK RI, Sugiono.
BNPB Lakukan Koordinasi Teknis Penanganan Karhutla
Di tingkat teknis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani situasi karhutla.
Sugiono mengatakan, BNPB telah mengambil sejumlah langkah koordinatif guna mendukung penanganan kebakaran secara bersama-sama.
“Dan di sisi teknis, saya kira juga BNPB juga sudah melakukan langkah-langkah yang sifatnya koordinatif dalam rangka mengatasi situasi ini bersama-sama,” pungkasnya.
Persoalan kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian di tengah kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap dampak karhutla di Indonesia. Pemerintah menyatakan komunikasi dan koordinasi tetap berjalan, sementara upaya pemadaman di dalam negeri terus dilakukan. (Knu)