Headline

Menko Perekonomian Lega The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 03 Agustus 2018
Menko Perekonomian Lega The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Menko Perekonomian Darmin Nasution menjawab pertanyaan wartawan (Foto Antara/Yudhi Mahatma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di tengah perang dagang Amerika Serikat dengan mitra-mitra seperti Uni Eropa dan China.

Kebijakan The Fed tidak menaikan suku bunga disambut gembira Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Darmin bersyukur kebijakan bank sentral AS tersebut dapat menekan laju inflasi dan anjloknya rupiah.

"Jerome Powell tidak menaikkan tingkat suku bunga Fed, alhamdulillah. Karena kalau ia naikkan, bisa goyang lagi. Walau memang dari minggu lalu kita sudah mulai feeling, karena diomelin sama Om Trump Donald Trump)," seloroh Darmin dalam forum "Business Launch: Waspada Ekonomi Indonesia di Tahun Politik" di Jakarta, Kamis (2/8).

The Fed pada Rabu (1/8) lalu memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di kisaran 1,75 hingga 2 persen. Bank sentral mencatat bahwa pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang kuat sejak para pembuat kebijakan bertemu pada Juni.

Menko Perekonomian Darmin Nasution
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kiri) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di Jakarta (Foto Antara/Rivan Awal Lingga)

Di sisi ekonomi, aktivitas manufaktur AS tumbuh lebih lambat pada Juli, menurut survei yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada Rabu (1/8). Indeks manufaktur tercatat 58,1 persen pada Juli, turun dari angka Juni sebesar 60,2 persen, gagal memenuhi konsensus pasar.

"Pada basis 12 bulan, baik inflasi secara keseluruhan maupun inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi tetap mendekati 2,00 persen," kata The Fed, menunjukkan keyakinannya bahwa inflasi AS akan bergerak menuju targetnya 2 persen.

Sebagaimana dilansir Antara, The Fed pada Juni menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, dan mencatat dua kenaikan suku bunga lagi untuk tahun ini. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi pada September dan Desember.

Darmin menuturkan, selain perang dagang, normalisasi kebijakan oleh The Fed juga patut diwaspadai dan bukan masalah sepele mengingat apa yang terjadi pada krisis di AS pada 2007-2008 lalu dimana AS saat itu melakukan kebijakan quantitative easing (QA). Saat ini AS terus berupaya agar dolar yang sudah beredar di seluruh dunia kembali ke AS.

"Caranya ya naikkan tingkat bunga, nanti akan mengalir dari semua negara dolar itu kembali," ujar Darmin Nasution.

Kurs rupiah
Petugas menerawang mata uang rupiah pecahan Rp100.000 di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta (Foto Antara/M Agung Rajasa)

Kurs dolar AS sendiri sedikit menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp14.438 dibanding sebelumnya Rp14.433 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, dolar AS cenderung menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia, termasuk rupiah seiring kuatnya ekonomi Amerika Serikat.

"Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menaikan status ekonomi AS dari solid menjadi 'strong' walaupun The Fed tidak mengubah tingkat kebijakan suku bunganya," paparnya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Idrus Marham Diduga Terlibat Pembahasan Proyek PLTU Riau-1

#Kurs Rupiah #Darmin Nasution #Menko Perekonomian #The Fed
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Hari Ini Tumbang ke Rp18.046, Ancaman Suku Bunga The Fed Bikin Dolar AS Makin Beringas
Update pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini. Kurs rupiah ditutup anjlok ke Rp18.046 imbas ancaman suku bunga The Fed dan tensi geopolitik global!
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Oktober 2026
Rupiah Hari Ini Tumbang ke Rp18.046, Ancaman Suku Bunga The Fed Bikin Dolar AS Makin Beringas
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
Indonesia
3 Badai Ekonomi Hari Ini: Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, IHSG Anjlok 8%, Panic Selling Picu Trading Halt BEI!
Pasar keuangan Indonesia geger! Rupiah tembus Rp 18.021/USD dan IHSG anjlok 8% memicu trading halt BEI usai MSCI rilis rencana reklasifikasi pasar!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
3 Badai Ekonomi Hari Ini: Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, IHSG Anjlok 8%, Panic Selling Picu Trading Halt BEI!
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Hebat, Imbas Ngerinya Kenaikan Inflasi AS di Luar Prediksi
Pantau pergerakan nilai tukar rupiah hari ini! Kurs rupiah anjlok ke Rp17.948 per dolar AS imbas melonjaknya data inflasi CPI Amerika dan ancaman suku bunga The Fed.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Oktober 2026
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Hebat, Imbas Ngerinya Kenaikan Inflasi AS di Luar Prediksi
Indonesia
Rupiah Hari Ini Lesu ke Rp17.903, Investor Tahan Napas Tunggu Data Inflasi AS!
Cek update nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini. Kurs rupiah ditutup melemah tipis di Rp17.903 imbas penantian pasar atas data inflasi AS dan The Fed.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
Rupiah Hari Ini Lesu ke Rp17.903, Investor Tahan Napas Tunggu Data Inflasi AS!
Olahraga
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Pergerakan IHSG anjlok parah ke level 6.031 dan nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp17.915 per USD. Simak rincian pergerakan pasar selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Indonesia
Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?
Cari tahu penyebab nilai tukar rupiah hari ini menguat tajam terhadap dolar AS. Cek update terbaru pergerakan kurs JISDOR dan imbas inflasi Amerika Serikat di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?
Indonesia
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Prediksi nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp18.000 akibat naiknya harga minyak global imbas konflik AS-Iran dan perombakan kabinet Prabowo. Cek analisis lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Indonesia
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Pelemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia yang mencapai 3,28 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Indonesia
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sukses menguat tajam ke level Rp17.894! Simak faktor utamanya, mulai dari manuver berani Bank Indonesia hingga anjloknya harga minyak dunia.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Bagikan