MerahPutih.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih memiliki kemampuan fiskal untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir tahun, meski harga energi global tengah tertekan akibat konflik di Timur Tengah.
"Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," kata Purbaya, usai mengunjungi Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (17/3).
Baca juga:
Anggap Krisis Minyak di Bawah Level COVID, Prabowo Tolak Ubah Batas Defisit APBN 3%
APBN Jadi Peredam Guncangan
Purbaya menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menjalankan berfungsi sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Fungsi anggaran meng-‘absorb shock’ dari luar. Sampai sekarang yang ‘absorb’ adalah APBN pemerintah," imbuhnya, dikutip Antara
Menurut dia, kemampuan fiskal APBN itu memungkinkan pemerintah menahan harga BBM hingga akhir tahun, bergantung pada kebijakan Presiden.
“Kalau presiden mau sih sampai akhir tahun juga bisa. Jadi saya punya uang cukup banyak,” tandas Bendahara Negara itu.
Baca juga:
Iran Ancam Teruskan Serangan Balasan, Paksa hingga Harga Minyak Menyentuh USD 200 per Barel
Harga Minyak Global Bisa di Atas US$ 100 per Barel
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyebut harga minyak dunia melonjak hingga melampaui US$ 100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik ini berdampak pada pasokan dan distribusi energi global, sehingga mendorong tekanan terhadap harga minyak di pasar internasional.
"Pertamina terus memonitor dinamika harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam kesempatan terpisah. (*)