Menilik Makna dari Pakaian Tradisional Koteka asal Papua

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Januari 2025
Menilik Makna dari Pakaian Tradisional Koteka asal Papua

Koteka memiliki simbol tersendiri bagi masyarakat Papua. (Foto: dok/Hari Suroto/Portal Sains)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Koteka merupakan pakaian tradisional yang digunakan oleh sebagian kelompok suku di Papua, Indonesia, yang berfungsi sebagai penutup alat kelamin pria.

Pakaian ini terbuat dari bahan alami seperti kulit kayu atau anyaman daun, dan digunakan oleh suku-suku di wilayah Papua, terutama yang masih hidup dalam kehidupan adat yang sangat erat dengan alam.

Dikutip dari berbagai sumber, sebagai simbol budaya, koteka tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga memiliki makna mendalam yang berhubungan dengan identitas, status sosial, dan kehidupan adat masyarakat Papua.

Baca juga:

Upacara Wor, Kunci Panjang Umur dan Kesehatan Suku Biak Papua

Koteka juga memiliki variasi bentuk dan ukuran yang berbeda, tergantung pada suku atau daerah, serta dapat menunjukkan perbedaan dalam status atau kedudukan sosial seseorang dalam komunitas tersebut.

Dalam masyarakat Papua, koteka bukan hanya sekadar pakaian, melainkan juga simbol yang mengikat seseorang dengan adat dan tradisi. Pemakaiannya juga memiliki konotasi sosial yang mendalam.

Biasanya, koteka dipakai pada acara-acara adat atau upacara tertentu, seperti upacara penyambutan tamu, pernikahan, atau dalam berbagai perayaan besar lainnya.

Baca juga:

Koteka, Simbol Keterbelakangan Sekaligus Perlawanan

Koteka juga memiliki hubungan erat dengan sistem kekerabatan dan status sosial. Dalam beberapa suku, ada perbedaan jenis koteka berdasarkan umur atau status.

Misalnya, seorang pemuda atau pria yang belum menikah mungkin menggunakan koteka yang lebih kecil, sementara pria dewasa yang sudah menikah atau memiliki status tertentu akan memakai koteka yang lebih besar atau lebih kompleks. (far)

#Koteka #Pakaian Tradisional #Pakaian Tradisional Indonesia #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan