Mengenal Sensasi Kupu-Kupu di Perut dan Penyebabnya

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 04 Januari 2021
Mengenal Sensasi Kupu-Kupu di Perut dan Penyebabnya

Penyebab sensasi kupu-kupu berterbangan di dalam perut. (Foto: Greatist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH enggak sih merasakan sensansi kupu-kupu di perut? Biasanya sih perasaan ini kita alami saat sedang jatuh cinta atau berbicara di depan banyak orang. Rupanya hal ini dapat terjadi saat kita sedang dalam kondisi gugup. Namun sebenarnya apa itu sensasi kupu-kupu berterbangan di perut dan mengapa kita merasakannya?

Mengutip laman Cosmo PH, ahli mengatakan bahwa kupu-kupu gugup ini merupakan pengalaman psikologis sekaligus fisik yang merupakan naluri alamiah manusia. Sensasi ini menyebabkan kita merespons masalah secara langsung atau mundur ke zona nyaman kita.

Baca juga:

Yogurt Bagus Untuk Usus, Tapi...

"Sistem saraf membantu mempersiapkanmu untuk apa yang akan terjadi," jelas Direktur Klinis Kesehatan Mental Bupa UK Insurance, Pablo Vandenabeele. "Ketika kamu gugup, tubuhmu dapat melepaskan adrenalin yang akan mempercepat dentak jantung dan mengalihkan darah dari perut menuju lengan dan kakimu," tambahnya.

Inilah alasan ilmiah mengapa akhirnya kamu merasakan sensasi seolah kupu-kupu sedang berterbangan di dalam perutmu. Jadi bukan karena kupu-kupu itu ada sungguhan di dalam tubuhmu, melainkan berkurangnya aliran darah dalam perut.

Perasaan kupu-kupu di dalam perut biasanya terjadi  karena kita merasa gugup. (Foto: Unsplash/@Icons8 Tea)
Perasaan kupu-kupu di dalam perut biasanya terjadi karena kita merasa gugup. (Foto: Unsplash/@Icons8 Tea)

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa perut manusia sebenarnya sangat sensitif terhadap emosi. Sehingga perasaan cemas, khawatir, sedih, maupun kegembiraa dapat memicu gejala di usus. Makanya tidak heran jika sedang kencan pertama kamu jadi merasakan sesuatu di perut karena sistem pencernaanmu sebenarnya dipicu karena perasaan cemas dan gugupmu ketika bertemu si doi.

Baca juga:

Apa Bedanya Nitro, Cold Brew, dan Iced Coffee?

Laman Heathline juga menambahkan bahwa otak dan perut sebenarnya terhubung melalu saraf vagus, salah satu saraf terbesar di tubuh. Saraf ini kemudian mengirimkan sinyal dari otak ke usus dan sebaliknya. Jadi saat ada muncul perasaan seperti stres dan kecemasan, pencernaan juga jadi terganggu.

Kemudian bagaimana mengatasi perasaan kupu-kupu di dalam perut? "Perut yang gugup dapat dibantu melalui perubahan gaya hidup seperti melatih kesadaran," saran Vandenabeele. Mindfulness adalah alat penting yang harus kamu miliki saat menangani gejala kecemasan. Kamu bisa mencoba melakukan meditasi rutin untuk melatih perhatian.

Sensasi ini terjadi karena sistem pencernaan manusia sensitif terhadap emosi. (Foto: Pixabay/@Alicia_Harper)
Sensasi ini terjadi karena sistem pencernaan manusia sensitif terhadap emosi. (Foto: Pixabay/@Alicia_Harper)

Jika tidak menyukai meditasi, kamu bisa mencoba melatih napas. Atau kamu juga dapat melakukan persiapan dan perencanaan matang setiap sebelum melakukan sesuatu. "Jika kamu khawatir akan sesuatu yang akan datang, cobalah persiapkan sebanyak yang kamu bisa," jelas Vandenabeele.

Tidak lupa kesehatan fisik juga tidak kalah penting. Selain dengan mempersiapkan mental, sensasi kupu-kupu berterbangan dalam perut bisa dihindari dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar kesehatan perut terjaga, memenuhi tidur yang cukup, serta berolahraga rutin. (Sam)

Baca juga:

4 Rahasia di Balik Kulit Wajah Glowing

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan