Mengenal Sensasi Kupu-Kupu di Perut dan Penyebabnya
Penyebab sensasi kupu-kupu berterbangan di dalam perut. (Foto: Greatist)
PERNAH enggak sih merasakan sensansi kupu-kupu di perut? Biasanya sih perasaan ini kita alami saat sedang jatuh cinta atau berbicara di depan banyak orang. Rupanya hal ini dapat terjadi saat kita sedang dalam kondisi gugup. Namun sebenarnya apa itu sensasi kupu-kupu berterbangan di perut dan mengapa kita merasakannya?
Mengutip laman Cosmo PH, ahli mengatakan bahwa kupu-kupu gugup ini merupakan pengalaman psikologis sekaligus fisik yang merupakan naluri alamiah manusia. Sensasi ini menyebabkan kita merespons masalah secara langsung atau mundur ke zona nyaman kita.
Baca juga:
"Sistem saraf membantu mempersiapkanmu untuk apa yang akan terjadi," jelas Direktur Klinis Kesehatan Mental Bupa UK Insurance, Pablo Vandenabeele. "Ketika kamu gugup, tubuhmu dapat melepaskan adrenalin yang akan mempercepat dentak jantung dan mengalihkan darah dari perut menuju lengan dan kakimu," tambahnya.
Inilah alasan ilmiah mengapa akhirnya kamu merasakan sensasi seolah kupu-kupu sedang berterbangan di dalam perutmu. Jadi bukan karena kupu-kupu itu ada sungguhan di dalam tubuhmu, melainkan berkurangnya aliran darah dalam perut.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa perut manusia sebenarnya sangat sensitif terhadap emosi. Sehingga perasaan cemas, khawatir, sedih, maupun kegembiraa dapat memicu gejala di usus. Makanya tidak heran jika sedang kencan pertama kamu jadi merasakan sesuatu di perut karena sistem pencernaanmu sebenarnya dipicu karena perasaan cemas dan gugupmu ketika bertemu si doi.
Baca juga:
Laman Heathline juga menambahkan bahwa otak dan perut sebenarnya terhubung melalu saraf vagus, salah satu saraf terbesar di tubuh. Saraf ini kemudian mengirimkan sinyal dari otak ke usus dan sebaliknya. Jadi saat ada muncul perasaan seperti stres dan kecemasan, pencernaan juga jadi terganggu.
Kemudian bagaimana mengatasi perasaan kupu-kupu di dalam perut? "Perut yang gugup dapat dibantu melalui perubahan gaya hidup seperti melatih kesadaran," saran Vandenabeele. Mindfulness adalah alat penting yang harus kamu miliki saat menangani gejala kecemasan. Kamu bisa mencoba melakukan meditasi rutin untuk melatih perhatian.
Jika tidak menyukai meditasi, kamu bisa mencoba melatih napas. Atau kamu juga dapat melakukan persiapan dan perencanaan matang setiap sebelum melakukan sesuatu. "Jika kamu khawatir akan sesuatu yang akan datang, cobalah persiapkan sebanyak yang kamu bisa," jelas Vandenabeele.
Tidak lupa kesehatan fisik juga tidak kalah penting. Selain dengan mempersiapkan mental, sensasi kupu-kupu berterbangan dalam perut bisa dihindari dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar kesehatan perut terjaga, memenuhi tidur yang cukup, serta berolahraga rutin. (Sam)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya