Mengenal Pemicu Asam Urat
Ada beberapa hal yang bisa memicu asam urat_pexels.com_hermaion (1)
ASAM urat merupakan jenis radang sendi umum yang dapat memengaruhi setiap sendi, paling sering di bagian jempol kaki. Asam urat biasanya terjadi pada periode tanpa gejala dan ada gejala. Ketika gejala muncul, hal tersebut biasa disebut sebagai suar atau serangan.
Menurut Health, Flare asam urat bisa datang dengan rasa sakit, bengkak, kemerahan, dan kesulitan menggerakan sendi. Kesulitan menggerakkan sendi, biasanya berlangsung satu sampai dua minggu. Ada berbagai hal yang dapat memicu serangan asam urat, mulai dari makanan hingga obat-obatan.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Cara Ketahui Asam Urat dengan Jari Ditekuk sampai Telapak Tangan
Asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat dibuat ketika tubuh memecah purin yang merupakan bahan kimia alami di dalam tubuh dan dalam beberapa makanan. Asam urat biasanya dipecah dan dibuang melalui urin. Bila tidak dihilangkan dengan benar, kelebihan asam urat berubah menjadi kristal berbentuk jarum di persendian yang menjadi penyakit.
Banyak makanan yang kaya akan purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh yang pada gilirannya meningkatkan risiko serangan asam urat. Seperti daging merah (daging sapi, domba, dan babi), teri, ikan sarden, kerang, ikan trout, dan tuna.
Namun, tidak semua makanan kaya purin tampaknya meningkatkan kadar asam urat atau risiko asam urat. Sayuran seperti kacang polong, buncis, lentil, asparagus, bayam, dan jamur juga bisa menjadi penyebabnya. Tapi, bila dimakan dalam jumlah sedang, tampaknya tidak berpengaruh pada risiko asam urat.
Baca Juga:
Minuman beralkohol juga meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Semakin banyak alkohol yang kamu minum, semakin besar risiko serangan asam urat. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat meningkatkan risiko serangan asam urat di kalangan pria.
Faktanya, pria dalam penelitian tersebut yang minum dua hingga dalam periode 24 jam, memiliki risiko serangan asam urat 36 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengonsumsi alkohol dalam periode waktu yang sama. Di sisi lain, satu minuman dalam periode 24 jam tidak secara signifikan meningkatkan risiko.
Minuman dan makanan tinggi fruktosa, seperti jus buah dan minuman ringan manis telah terbukti meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Makanan yang tinggi fruktosa, seperti kue dan permen juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan asam urat.
Kemudian kelebihan berat badan atau obesitas dikaitkan dengan perkembangan awal asam urat. Ada hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) tinggi dengan kadar asam urat yang lebih tinggi. (yos)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya