Kesehatan

Mengenal Pemicu Asam Urat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 23 Agustus 2022
Mengenal Pemicu Asam Urat

Ada beberapa hal yang bisa memicu asam urat_pexels.com_hermaion (1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ASAM urat merupakan jenis radang sendi umum yang dapat memengaruhi setiap sendi, paling sering di bagian jempol kaki. Asam urat biasanya terjadi pada periode tanpa gejala dan ada gejala. Ketika gejala muncul, hal tersebut biasa disebut sebagai suar atau serangan.

Menurut Health, Flare asam urat bisa datang dengan rasa sakit, bengkak, kemerahan, dan kesulitan menggerakan sendi. Kesulitan menggerakkan sendi, biasanya berlangsung satu sampai dua minggu. Ada berbagai hal yang dapat memicu serangan asam urat, mulai dari makanan hingga obat-obatan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Cara Ketahui Asam Urat dengan Jari Ditekuk sampai Telapak Tangan

Asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat dibuat ketika tubuh memecah purin yang merupakan bahan kimia alami di dalam tubuh dan dalam beberapa makanan. Asam urat biasanya dipecah dan dibuang melalui urin. Bila tidak dihilangkan dengan benar, kelebihan asam urat berubah menjadi kristal berbentuk jarum di persendian yang menjadi penyakit.

Asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam tubuh. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Banyak makanan yang kaya akan purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh yang pada gilirannya meningkatkan risiko serangan asam urat. Seperti daging merah (daging sapi, domba, dan babi), teri, ikan sarden, kerang, ikan trout, dan tuna.

Namun, tidak semua makanan kaya purin tampaknya meningkatkan kadar asam urat atau risiko asam urat. Sayuran seperti kacang polong, buncis, lentil, asparagus, bayam, dan jamur juga bisa menjadi penyebabnya. Tapi, bila dimakan dalam jumlah sedang, tampaknya tidak berpengaruh pada risiko asam urat.

Baca Juga:

Kontrol Asam Urat dengan 4 Makanan Ini

Minuman beralkohol juga meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Semakin banyak alkohol yang kamu minum, semakin besar risiko serangan asam urat. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat meningkatkan risiko serangan asam urat di kalangan pria.

Faktanya, pria dalam penelitian tersebut yang minum dua hingga dalam periode 24 jam, memiliki risiko serangan asam urat 36 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengonsumsi alkohol dalam periode waktu yang sama. Di sisi lain, satu minuman dalam periode 24 jam tidak secara signifikan meningkatkan risiko.

Ada baiknya konsumsi makanan atau minuman yang tidak memicu asam urat naik. (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Minuman dan makanan tinggi fruktosa, seperti jus buah dan minuman ringan manis telah terbukti meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Makanan yang tinggi fruktosa, seperti kue dan permen juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan asam urat.

Kemudian kelebihan berat badan atau obesitas dikaitkan dengan perkembangan awal asam urat. Ada hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) tinggi dengan kadar asam urat yang lebih tinggi. (yos)

Baca Juga:

5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asam Urat

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Bagikan