Kesehatan

Mengenal Pemeriksaan BRCA 1/2 untuk Deteksi Mutasi Gen Kanker Payudara

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Jumat, 29 April 2022
Mengenal Pemeriksaan BRCA 1/2 untuk Deteksi Mutasi Gen Kanker Payudara

Pasien kanker payudara di Indonesia tinggi (Sumber: Pexels/Anna Tarazevich)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KANKER payudara menjadi kanker dengan prevalensi paling tinggi di Indonesia. Penyakit ini juga jadi penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia. Salah satu penyebab kanker ialah adanya mutasi pada gen BRCA 1 dan BRCA 2 yang dimiliki seseorang.

Gen BRCA 1 dan BRCA 2 merupakan jenis penekan tumor. Ketika berfungsi normal, kedua gen itu membantu mencegah pertumbuhan sel tak terkendali yang bisa menyebabkan tumor ganas. Ketika mengalami kerusakan mutasi, gen BRCA dapat mengarah pada pengembangan kanker payudara dan kanker ovarium yang diturunkan.

BACA JUGA:

Penting, Deteksi Dini Kanker Payudara

Mutasi berbahaya pada gen BRCA 1 atau BRCA 2 dapat diwariskan dari dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setiap anak dari orangtua yang membawa mutasi pada salah satu gen ini memiliki peluang 50 persen untuk mewarisi mutasi tersebut. Mutasi gen alami ini merupakan perubahan yang diwariskan dari orangtua ke anak. Mutasi ini sudah ada sejak lahir di semua sel dalam tubuh atau dikenal juga dengan mutase germline.

dokter
Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan penggunaan golongan obat yang paling sesuai. (Foto: Pexels/Keira Burton)



“Jika pemeriksaan dilakukan pada pasien yang telah didiagnosis kanker, kemudian jaringan kankernya sudah diangkat dan belum sempat melakukan pemeriksaan BRCA 1/2 germline sebelumnya, pemeriksaan ini dapat dilakukan. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menentukan penggunaan golongan obat yang paling sesuai dengan pasien," terang Product Manager of Prodia Trilis Yulianti, PhD.

Trilis menambahkan, salah satu golongan obat baru yang digunakan dalam pengobatan kanker ialah inhibitor PARP. Golongan obat itu memblokir perbaikan kerusakan DNA untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker yang memiliki varian pada gen BRCA 1 atau BRCA2 yang berbahaya.

Manfaat pemeriksaan ini bagi pasien yang masih sehat dengan riwayat kanker payudara dan ovarium di keluarganya ialah untuk mengetahui apakah ia memiliki mutasi pada gen BRCA 1 dan BRCA 2 atau tidak. Dengan begitu, upaya pencegahan dapat dilakukan. Pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk pasien yang telah didiagnosis kanker payudara, yaitu untuk menentukan jenis terapi dan untuk menilai perkembangan kanker di masa depan.

kanker
Dengan pemeriksaan, upaya pencegahan dapat dilakukan. (Foto: Pexels/Mart Production)


Waktu yang diperlukan mulai dari proses ekstraksi DNA hingga hasil selesai dianalisis dalam bentuk laporan ialah 10 hari. Nantinya, seseorang yang melakukan pemeriksaan ini akan menjalani penilaian risiko, bertemu dengan konselor genetik untuk meninjau berbagai kemungkinan atau faktor, seperti adanya kerabat yang menderita kanker, kanker yang mereka derita, dan pada usia berapa mereka didiagnosis serta melakukan pengisian kuesioner.

Di beberapa laboratorium, pemeriksaan BRCA 1/2 germline tidak memerlukan puasa sehingga dapat dilakukan kapan saja.(Avia)

#Kesehatan #Payudara #Kanker Payudara #Operasi Payudara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan