Kesehatan Mental

Mengenal Mommy Brain yang Aneh, tapi Nyata

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 27 Oktober 2023
Mengenal Mommy Brain yang Aneh, tapi Nyata

Hampir semua ibu pernah mengalami fenomena mommy brain setelah melahirkan. (Foto: Pixabay_RobinHiggins)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENJADI ibu mengubah segalanya untuk seorang perempuan. Otak pun ikutan berubah. Tak sedikit ibu yang setuju bahwa setelah memiliki anak membuat mustahil mengikuti sebuah percakapan tanpa terputus. Ketika sedang berbincang dengan teman, atau sedang memberikan mandat kepada suami, para ibu bisa tiba-tiba terdiam dan pikiran terasa kosong seketika. Namun, ketika ingin melanjutkan bicara, eh malah bingung mau ngomong apa

Jangan khawatir, bunda, itu bukan gejala pikun kok. Rupanya nih, sering berhenti dan merasa pikiran langsung kosong seketika saat berbicara dengan seseorang atau sedang melakukan sesuatu memang sangat umum bagi para ibu yang sudah memiliki anak, terutama yang baru saja melahirkan.

BACA JUGA:

Ibu Stres, Anak Rewel?

Hal yang menyebabkan fenomena yang disebut mommy brain itu ialah perubahan hormon yang begitu drastis mulai dari masa kehamilan. Seperti disebut Optum, genetik dalam tubuh ibu juga berubah sebagai akibat dari bertumbuhnya janin di dalam rahim sehingga menyebabkan perubahan arsitektur dalam otak ibu. Perubahan itu meliputi:

1. Area hippocampus di dalam otak ibu mengecil mulai dari masa kehamilan. Area otak ini berperan dalam daya ingat dan ketepatan dalam menanggapi interaksi dengan lawan bicara.

ibu hamil
Ada banyak hal yang berubah dalam tubuh perempuan akibat dari perubahan hormon. (Foto: Pixabay_Pexels)

2. Area amygdala di dalam otak ibu membesar mulai dari masa kehamilan. Hal ini menyebabkan emosi ibu sering meledak-ledak dan lebih mudah merasa sedih setelah melahirkan.

3. Area prefrontal cortex di dalam otak ibu membesar mulai dari masa kehamilan. Area ini sangat berperan dalam menjaga kemampuan kognitif sang ibu. Tak heran setelah melahirkan ibu sering lupa urutan agenda kegiatan yang sudah disusun dalam sehari karena tiba-tiba lupa harus melakukan apa.

Setelah melahirkan ibu juga akan mengalami naik turunnya hormon menyusui yang begitu dahsyat sehingga fenomena mommy brain ini dianggap bukan sesuatu yang aneh melainkan wajar-wajar saja karena tubuh perempuan baru saja melalui peristiwa yang luar biasa.

BACA JUGA:

Penelitian Menemukan bahwa Ibu Mewarisi Kepandaiannya pada Anak-anak

Konsumsi makanan bernutrisi yang tinggi protein serta tambahan multivitamin yang menunjang masa pemulihan serta kegiatan mengurus bayi yang kita tahu sangat menguras tenaga biasanya tak henti-hentinya diingatkan oleh dokter. Selain para ibu membutuhkan banyak energi yang didapatkan melalui makanan bergizi, para ibu juga membutuhkan asupan protein tinggi terutama protein hewani untuk memulihkan kondisi otak yang sedikit kacau akibat hormon kehamilan dan menyusui. Selain itu makanan bernutrisi juga dapat menunjang kualitas ASI yang dibutuhkan oleh bayi.

Selain menjaga asupan harian yang bergizi tinggi, ibu juga bisa mulai melatih daya ingat dan otak dengan mulai melakukan hobi seperti sedia kala. Bisa dengan bermain musik atau sekadar masak-masak di dapur juga mampu meningkatkan kembali kinerja otak yang sempat “sibuk” karena hanya fokus pada perkembangan janin di dalam rahim selama sembilan bulan lamanya.

makanan bergizi
Konsumsi makanan bergizi dapat memulihkan kinerja otak. (Foto: Pixabay_RitaE)

Minta bantuan keluarga untuk sesekali menjaga bayi agar ibu punya banyak waktu untuk me-time dan tidur siang juga merupakan strategi jitu untuk memulihkan mommy brain. Karena sejatinya setiap manusia sangat membutuhkan banyak waktu untuk istirahat demi menjaga kinerja otak. Apalagi dengan kehadiran bayi, ibu pasti sangat jarang memiliki waktu untuk tidur dan lebih sering begadang di malam hari, bukan?(Mar)

BACA JUGA:

Maternal Jealousy, Polemik Kecemburuan antara Ibu dan Anak Perempuan

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan