Mengenal Jerawat Hormon Pada Pria
Pria mengeluarkan lebih banyak minyak karena menghasilkan lebih banyak testosteron. (Foto: Pixabay/Yiyiphotos)
SALAH satu pemicu utama timbulnya jerawat bagi pria dan perempuan adalah fluktuasi kadar hormon. Testosteron adalah hormon androgen dominan pada pria yang memiliki banyak reseptor di kelenjar sebaceous. Pria dan perempuan menghasilkan hormon androgen, tetapi pria mengeluarkan lebih banyak minyak karena menghasilkan lebih banyak testosteron.
“Fluktuasi kadar testosteron meningkatkan produksi sebum dan ketika sekresi ini digabungkan dengan folikel yang tersumbat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan sehingga menyebabkan peradangan dan jerawat,” tulis laman drzenovia.com.
Baca Juga:
Meskipun pria tidak mengalami siklus bulanan hormon yang berfluktuasi seperti perempuan, ada juga aktivitas yang dapat mengubah tingkat testosteron dalam tubuh dan pada tingkat kulit yang menyebabkan lebih banyak jerawat.
Stres, olahraga, hubungan seksual, usia, dan profil genetik semuanya memengaruhi tingkat testosteron dalam tubuh dan lonjakan hormon secara umum. Selain itu, rambut wajah pada pria juga menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan memerangkap minyak. Beberapa pria bahkan memiliki benjolan wajah yang terlihat seperti jerawat, tetap itu adalah rambut tumbuh ke dalam yang biasanya menyerupai jerawat.
Pria dan perempuan sama-sama bisa mengalami jerawat sejak masa puber hingga dewasa. Pria cenderung memiliki jerawat untuk jangka waktu yang lebih lama. Pria memiliki fase jerawat yang lebih lama dalam hidup mereka yang berlangsung dari masa pubertas hingga awal-pertengahan dewasa. Selain itu, bentuk peradangan jerawat yang parah seperti jerawat conglobata atau sindrom PAPA (kombinasi jerawat, radang sendi, dan pyoderma gangrenosum) terutama terjadi pada pria karena testosteron tinggi.
Baca Juga:
Jerawat hormonal ditandai dengan benjolan yang menonjol, merah, dan lunak atau benjolan besar berwarna merah/putih berisi nanah. Jerawat ini cenderung lebih dalam dari whitehead atau komedo superfisial. Jerawat hormonal seringkali melibatkan bagian bawah wajah termasuk pipi, garis rahang, dagu, dan leher. Jerawat tubuh hormonal juga umum terjadi karena pria memiliki kepadatan kelenjar sebaceous yang lebih tinggi per folikel rambut di dada, bahu, dan punggung.
Untuk mencegah dan menghilangkan jerawat secara efektif, dokter kulit Dr. Xenovia merekomendasikan agar pria mencuci muka setiap pagi dan malam untuk membersihkan kulit. Selain itu, penting untuk menggunakan hidrayor yang ringan dan bebas dari minyak untuk melembapkan kulit. Lalu gunakan pelembab karena pelembab yang ringan akan menghidrasi jaringan kulit dan menjaga pelindung kulit yang diperlukan untuk kulit sehat.
Penggunaan retinol 1-2 kali seminggu dapat mencegah dan terapi jerawat. Retinol dapat mengelupaskan sel kulit mati dan mencegah pori-pori tersumbat yang membentuk jerawat baru. Retinol juga menurunkan sekresi minyak karena menyusutkan kelenjar minyak dari waktu ke waktu. (vca)
Baca Juga:
Tips dari Dokter Kulit untuk Kulit Wajah Lebih Sehat di 2022
Bagikan
Berita Terkait
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk