Mengenal Bom Vakum, Teknologi Perang Penghancur Kota

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 02 Maret 2022
Mengenal Bom Vakum, Teknologi Perang Penghancur Kota

Pada 2007, Rusia menguji senjata termobarik terbesarnya, yang disebut 'father of all bombs'. (News Jani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RUSIA dituduh berencana menggunakan senjata termobarik yang juga dikenal sebagai bom vakum dalam invasi mereka ke Ukraina. Langkah itu kontroversial karena bom itu jauh lebih dahsyat daripada bahan peledak konvensional dengan ukuran yang sama. Senjata itu memiliki dampak yang mengerikan kepada siapa pun yang terperangkap dalam radius ledakannya.

Bom vakum, juga disebut bom aerosol atau bahan peledak udara bahan bakar, terdiri dari wadah bahan bakar dengan dua bahan peledak terpisah. Bom itu dapat diluncurkan sebagai roket atau dijatuhkan sebagai bom dari pesawat. Ketika mencapai targetnya, muatan ledakan pertama membuka wadah dan menyebarkan campuran bahan bakar secara luas sebagai awan.

BACA JUGA:

Mengenal Pasukan Chechnya yang Mendukung Invasi Rusia ke Ukraina

Awan itu dapat menembus bukaan bangunan atau pertahanan apa pun yang tidak sepenuhnya tertutup. Muatan kedua kemudian meledakkan awan, menghasilkan bola api besar, gelombang ledakan besar, dan ruang hampa yang menyedot semua oksigen di sekitarnya. Senjata tersebut dapat menghancurkan bangunan yang diperkuat, peralatan berat, dan membunuh atau melukai orang.

Bom itu digunakan untuk berbagai tujuan dan memiliki berbagai ukuran. Ada yang berbentuk senjata untuk digunakan tentara individu seperti granat dan peluncur roket genggam. Versi peluncuran udara besar juga telah dirancang, khusus untuk membunuh orang-orang yang berlindung di gua dan terowongan yang rumit. Efek senjata ini paling parah di ruang tertutup.

bom vakum
Bom vakum juga disebut bom aerosol atau bahan peledak udara bahan bakar dengan dua bahan peledak terpisah. (BBC)

Pada 2007, Rusia menguji senjata termobarik terbesarnya yang disebut 'father of all bombs'. Senjata itu menciptakan ledakan yang setara dengan bom konvensional seberat 44 ton, menjadikannya alat peledak nonnuklir terbesar di dunia.

Mengingat dampaknya yang menghancurkan, dan kegunaannya terhadap lawan yang bertahan dengan menggali bangunan atau bungker, bom vakum terutama digunakan di lingkungan perkotaan.

Mengetahui tentang cara kerja bom vakum menjadi penting mengingat perkembangan lapangan di Ukraina. Saat ini, pasukan Rusia mencoba untuk menguasai Kota Kiev dan kota-kota utama lain di wilayah timur negara itu.

Penggunaannya di Ukraina

bom vakum
Tidak ada undang-undang internasional yang secara khusus melarang penggunaan bom vakum. (ABC)

Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat Oksana Markarova menuduh Rusia menggunakan bom vakum selama invasi mereka. Namun, belum ada konfirmasi resmi atas klaim tersebut. Ada juga laporan penampakan peluncur roket termobarik di Ukraina selama beberapa hari terakhir.

Tidak ada undang-undang internasional yang secara khusus melarang penggunaannya. Namun, jika suatu negara menggunakannya untuk menargetkan penduduk sipil di daerah yang dibangun, seperti sekolah atau rumah sakit, negara tersebut dapat dihukum karena kejahatan perang di bawah Konvensi Den Haag tahun 1899 dan 1907.

Jaksa International Criminal Court Karim Khan mengatakan pengadilannya akan menyelidiki kemungkinan kejahatan perang di Ukraina.

Amunisi termobarik dapat ditelusuri kembali ke Perang Dunia Kedua, ketika bom tersebut awalnya digunakan tentara Jerman. Mereka tidak dikembangkan secara luas sampai 1960-an, ketika AS menggunakannya di Vietnam.

AS juga menggunakan bom ini pada 2001 untuk mencoba menghancurkan pasukan al-Qaeda yang bersembunyi di gua-gua pegunungan Tora Bora di Afghanistan. Rusia menggunakannya dalam perangnya di Chechnya pada 1999 dan dikutuk Human Rights Watch karena melakukannya. Senjata termobarik buatan Rusia juga dilaporkan digunakan dalam perang saudara Suriah oleh rezim Bashar al-Assad.(aru)

#Internasional #Rusia #Ukraina
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Greenland merupakan wilayah otonom Denmark yang telah lama menarik minat Amerika Serikat karena lokasinya yang strategis dan sumber daya mineral melimpah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Indonesia
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Bripda MR bergabung menjadi tentara bayaran Rusia dalam konflik dengan Ukraina, serta kini bertugas di wilayah Donbass
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Indonesia
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Bripda Muhammad Rio telah diberhentikan tidak dengan hormat setelah melakukan pelanggaran disersi dan diduga bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Indonesia
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio dilaporkan desersi membelot bergabung dengan tentara bayaran Angkatan Bersenjata Rusia dalam konflik di Ukraina.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Dunia
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Negara anggota UE akan berbagi risiko secara kolektif terkait eskalasi konflik Rusia-Ukraina
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Olahraga
Mengejutkan! Tes Kebohongan Mudryk Lolos, Masa Depan di Chelsea Terbuka?
Mykhailo Mudryk masih menunggu putusan kasus doping. Ia lulus tes poligraf, tetap berlatih, dan mendapat dukungan Chelsea. Begini fakta terbarunya.
ImanK - Sabtu, 29 November 2025
Mengejutkan! Tes Kebohongan Mudryk Lolos, Masa Depan di Chelsea Terbuka?
Dunia
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
“Rencana ini tidak memaksa Ukraina mengakui Krimea dan Donbas sebagai wilayah Rusia.”
Wisnu Cipto - Kamis, 20 November 2025
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
Dunia
Ekor Patah Masih Nekat Terbang, Helikopter Pabrik Elektronik Penyuplai Militer Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang
Pabrik Elektromekanis Kizlyar dijatuhi sanksi Uni Eropa pada 2024 karena memproduksi peralatan pesawat untuk militer Rusia dalam konflik dengan Ukraina.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 November 2025
 Ekor Patah Masih Nekat Terbang, Helikopter Pabrik Elektronik Penyuplai Militer Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang
Dunia
AS Tidak Punya Penangkal Rudal Burevestnik Milik Rusia
Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk memulai lagi proses pengujian senjata nuklir setelah 33 tahun dihentikan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 02 November 2025
AS Tidak Punya Penangkal Rudal Burevestnik Milik Rusia
Dunia
Putin Umumkan Uji Coba Drone Poseidon Sukses, Rudal Nuklir Antarbenua Terkuat Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan negaranya telah berhasil melakukan uji coba drone bawah laut bertenaga nuklir, Poseidon
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Putin Umumkan Uji Coba Drone Poseidon Sukses, Rudal Nuklir Antarbenua Terkuat Rusia
Bagikan