Kesehatan

Mengenal Apa Itu Efek Plasebo

Febrian AdiFebrian Adi - Selasa, 03 Januari 2023
Mengenal Apa Itu Efek Plasebo

Placebo diciptakan untuk penelitian. (Unsplash/Diana Polekhina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ARTIKEL ini bukan membahas tentang band asal Inggris yang kebetulan memiliki nama yang sama. Placebo merupakan ‘obat palsu’ yang bentuknya dibuat semirip mungkin dengan obat asli. Obat ini sering digunakan sebagai pembanding untuk menguji efektivitas suatu obat dalam uji klinis.

Meski tidak mengandung obat apa pun, placebo bisa menimbulkan efek semu yang membuat penggunannya merasa lebih baik. Dalam hal ini membuat pikiran si pengguna seakan memang menelan obat asli tersebut.

Baca juga:

Terapi Placebo Sleep Jauh Lebih Baik Ketimbang Obat Tidur

Placebo hanyalah obat kosong. (Unsplash/Michal)

Placebo sering kali disebut sebagai obat kosong. Karena tidak mengandung bahan aktif yang memengaruhi kesehatan sama sekali. Bentuk placebo dapat berupa kapsul, tablet atau cairan suntik. Namun, kandungannya hanyalah tepung, gula atau larutan garam, bahkan mungkin hanya sekadar air putih.

Dilansir dari Alodokter, placebo sering digunakan dalam uji klinis obat atau vaksin. Gunanya untuk membantu peneliti memahami dan mengevaluasi efektivitas obat atau vaksin yang sedang diteliti dengan lebih baik.

Misal dalam penelitian obat baru untuk menurunkan koleksterol, terdapat dua kelompok relawan. Satu kelompok diberi placebo, sedangkan kelompok lain menerima obat yang sedang diuji. Namun, tidak satu pun dari mereka mengetahui obat mana yang mereka terima.

Baca juga:

Apakah Kamu Alami Depresi atau Hanya Lelah? Berikut Perbedaanya

Placebo bisa menimbulkan efek semu. (Unsplash/Michal)

Para peneliti kemudian membandingkan efek obat dan placebo pada dua kelompok tersebut. Dengan begitu, peneliti dapat menentukan kemanjuran obat baru dan melihat apakah terdapat efek samping dari obat tersebut.

Walalupun tidak mengandung bahan aktif, beberapa relawan yang mengonsumsi placebo bisa merasa bahwa penyakit atau gejala yang mereka rasakan membaik. Fenomena ini disebut placebo effect atau efek plasebo.

Beberapa riset menunjukkan bahwa sekitar 21–40% peserta penelitian klinis obat-obatan mengalami placebo effect. Efek ini bisa tercermin dari berbagai parameter, seperti perubahan detak jantung, tekanan darah, kondisi psikologis, intensitas nyeri, atau bahkan aktivitas otak

Beberapa riset menunjukkan bahwa efek placebo bahkan bisa hampir sama dengan efek obat asli dalam meredakan nyeri, mengurangi rasa cemas, meringankan depresi, serta mengatasi gejala gangguan psikosomatis. Meski demikian, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Placebo memang bisa membuat seseorang merasa lebih sehat, tetapi obat ini bukanlah obat yang sebenarnya. (far)

Baca juga:

Susah Tidur? Yuks, Ikuti Tips Ini

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan