Kesehatan Mental

Mengapa Self Love Penting bagi Kesehatan Mental?

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 02 Agustus 2022
Mengapa Self Love Penting bagi Kesehatan Mental?

Self love bukanlah menjadi egois. (Unsplash/Content Pixie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VIRAL di media sosial, banyak yang membicarakan tentang pentingnya self love. Lantas apa yang dimaksud dengan self love? Apa pentingnya sehingga banyak orang menyuarakan itu.

Dengan self love orang percaya bahwa ini merupakan langkah yang baik dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Self love memiliki makna mencintai diri sendiri namun bukan berarti kemudian berubah menjadi egois. Namun lebih pada pemenuhan diri dengan segala keinginan dan mengharuskan seseorang untuk memperlakukan serta menerima diri sendiri dengan baik.

Baca Juga:

Bermain Menurunkan Risiko Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

cinta

Memperlakukan serta menerima diri sendiri dengan baik. (Pexels/Hassan Ouajbir)

Mengacu dari berbagai macam sumber, menyebutkan ini merupakan aspek penting bagi kesehatan mental. Saat diterapkan, seseorang akan merasa lebih mudah berpikir positif. Termasuk saat marah, kecewa, atau sedih, karena hal tersebut adalah bentuk dari penerimaan diri.

Seperti dilansir dari Alodokter, self love adalah mencintai diri sendiri, artinya kita belajar untuk bisa menerima diri kita sendiri apa adanya. Ketika orang berpikir bahwa dirinya tidak berguna, tidak berharga, atau tidak layak mendapatkan sesuatu, mereka akan cenderung menyalahkan keadaan diri mereka sendiri. Bahkan mereka berpikir tidak bisa seperti yang lain atau bahkan tidak bersyukur dengan apa yang mereka punya.

Namun tujuan self love bukan hanya untuk membahagiakan diri sendiri. Namun harus memiliki sikap toleran terhadap orang lain. Cara agar bisa memaafkan diri sendiri antara lain menyadari apa yang terjadi di dalam diri kita. Selain itu juga menyadari perasaan yang muncul, serta bisa memvalidasi perasaan dan pikiran.

Baca Juga:

Tingkatkan Self-Esteem agar Pribadi Kamu Bisa Naik Kelas

cinta
Self love adalah dapat membuat diri menjadi lebih baik. (Pexels/Designecologist)

Pentingnya self love adalah dapat membuat diri menjadi lebih baik. Seperti dari sisi sosial, seseorang bisa menghindari teman yang berpotensi sebagai toksik. Ini merupakan fondasi yang memungkinkan seseorang bersikap tegas, menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain, mengejar minat dan mimpi, dan bangga kepada diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengelola self-love dengan baik.

Cara menerapkannya adalah dengan mengenali diri sendiri. Temukan jawaban atas pertanyaan tentang diri kamu, seperti impian yang ingin dicapai, ketakutan terbesar, hingga kekuatan yang dimiliki. (Mrf)

Baca Juga:

Telusuri Bahaya Depresi Pada Anak

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan