Mengapa Berat Badan bisa Naik Drastis?

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Rabu, 19 April 2017
Mengapa Berat Badan bisa Naik Drastis?

Ilustrasi (Foto: Watchfit.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Masalah berat badan menjadi sesuatu yang sangat mengganggu, bagi kaum wanita khususnya. Dan jangan heran jika berat badan seseorang bisa naik secara drastis. Apakah Anda tahu apa saja penyebabnya? Ternyata bukan cuma karena asupan makanan yang terlalu banyak lho! Simak 5 penyebabnya berikut ini.

1. Stres

Setiap orang pasti sering mengalami stres, entah itu karena pekerjaan atau masalah pribadi. Tanpa Anda sadari, tubuh Anda ketika stres akan mengeluarkan hormon kartisol yang tidak terkontrol, sehingga nafsu makan Anda akan meningkat secara drastis dan membuat berat badan akan langsung naik.

2. Usia

Mungkin Sahabat Merahputih sering memperhatikan jika banyak orang yang sudah berusia lanjut atau umumnya 40 tahun ke atas memiliki bobot tubuh tidak ideal. Hal itu disebabkan oleh pembakaran kalori dalam tubuh yang mulai berkurang karena aktivitas tubuh tidak seperti dulu lagi, saat usia mereka masih muda.

Kondisi itulah yang menjadi penyebab naiknya berat badan secara drastis, apalagi jika orang berusia lanjut tersebut tidak mengontrol asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

3. Terlalu banyak mengonsumsi gula

Meskipun glukosa pada gula merupakan salah satu asupan makanan yang harus dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat untuk menghasilkan tenaga, gula juga mengandung fruktosa. Kebanyakan dari fruktosa yang kita makan akan diolah oleh hati hingga akhirnya diubah menjadi lemak.

Di Indonesia sendiri banyak sekali ditemukan pasien penderita obesitas atau kegemukan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang didalamnya banyak mengandung gula. Baik itu makanan yang diolah sendiri ataupun makanan dan minuman instan.

4. Kondisi medis

Salah satu penyebab naiknya berat badan Anda secara drastis ialah karena kekurangan hormon tiroid, yang dikenal dengan hipotiroidisme. Penyebab dari gejala hipotiroidisme biasanya ditandai dengan terlalu banyak tidur dan tubuh sering merasa lemas dan lesu.

5. Mengonsumsi obat-obatan

Tanpa Anda sadari, ternyata terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan bisa membuat tubuh menjadi gemuk. Adapun obat-obatan yang ternyata menjadi pemicu naiknya berat badan itu, di antaranya obat hipertensi, sakit kepala, diabetes, dan masih banyak macam-macam obat lainnya.

Nah, sekarang Sahabat Merahputih sudah tahu kan apa penyebab naiknya berat badan secara drastis? Jangan lupa lhat juga informasi tentang kesehatan dan kecantikan lainnya di sini: 5 Manfaat Rutin Bangun Pagi.

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan