Mendag Ajak Pengusaha Muslimah Perkuat Sektor Bisnis
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyampaikan pidato politik saat membuka Rakernas I PAN di Jakarta, Selasa (5/5). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj
MerahPutih.com - Kaum perempuan tidak boleh hanya mengurusi rumah dan pandai memasak. Wanita perlu juga menjadi seorang pengusaha untuk membantu perekonomian keluarga.
Maka dari itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengajak perempuan pengusaha muslimah memperkuat sektor bisnis dan mengembangkan diskusi dalam setiap kesempatan untuk memajukan usaha perdagangan.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan Zulhas saat pidato kunci pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VI Tahun 2023 Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia (Alisa) “Khadijah” Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Tahun 2023, Kamis (26/1) di Jakarta.
"Perlu ada diskusi agar ekonomi umat semakin berkembang, pendidikan semakin baik, dan pengetahuan lebih luas. Kami berharap ICMI sebagai ikatan cendekia dan Alisa Khadijah bisa menjadi contoh dan pelopor, serta menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain," kata Mendag.
Zulhas juga menyampaikan misi dagang ke Arab Saudi pada 21—23 Januari 2023 lalu berjalan sukses. Nilai perdagangan Indonesia dengan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, masih bisa terus ditingkatkan.
Untuk itu, Ketua Umum (Ketum) PAM ini menyerukan agar pelaku bisnis,
mulai dari skala besar sampai UMKM, terus mencari peluang di pasar Arab Saudi.
Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, Zulhas berupaya memberdayakan pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam sebuah ekosistem empat pilar peningkatan daya saing UMKM. Keempat pilar tersebut terdiri atas UMKM, ritel modern, lokapasar, dan pembiayaan.
Baca Juga:
Mendag Zulhas Ajak Arab Saudi Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan
Melalui ekosistem tersebut, UMKM dapat didorong untuk menyuplai ritel-ritel modern. Kemudian, penyedia layanan lokapasar dapat dimanfaatkan UMKM untuk menjual produk-produknya.
Selain itu, penyedia lokapasar juga dapat memfasilitasi peningkatan kapasitas UMKM melalui sejumlah pelatihan seperti pengemasan dan foto produk. Kemudian melalui pembiayaan dari perbankan dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR), UMKM dapat memperoleh modal untuk peningkatan kapasitas.
"Ekosistem itu penting. Kita bangun terus-menerus agar UMKM bisa berkembang dan perbankan turut peduli. Sebagai contoh, kita bersama-sama ajak pelaku usaha ritel modern untuk buka di Makkah, Madinah, dan Jeddah," terangnya. (Asp)
Baca Juga
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Kota Tua Ditutup Syuting Film Lisa Blackpink, 60 UMKM Dapat Duit Kompensasi
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Harga Bawang Putih Melonjak, Kemendag Janji Barang Impor Segera Masuk
Kemendag Klaim Harga MinyaKita Berangsur Turun, Tapi Masih di Atas HET
Keseruan Fun Mini Soccer Konten Kreator Dukung Jersey Produk UMKM Lokal
Biaya Admin E-Commerce Bagi UMKM Bakal Diatur, Dilarang Juga Utamakan Produk Impor
Indonesia Ekspor Perdana 23 Ton Durian Beku ke China dengan Nilai Rp 2 Miliar
Kemendag Terima 7.887 Laporan Konsumen Sepanjang 2025, 99 Persen Ditangani
Rakernas I PDIP: Prananda Prabowo Gagas Balai Kreasi untuk Berdayakan UMKM Lokal
TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Cak Imin Nilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi UMKM