Menag Minta Khotbah Idul Adha Diperpendek
Umat Islam bersiap melaksanakan Shalat Idul Adha 1441 Hijriah di Nagan Raya, Kamis (30/7). Foto: ANTARA
MerahPutih.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo menegaskan Idul Adha harus dijadikan momentum untuk berdisiplin dan patuh. Terutama dalam menjalankan protokol kesehatan agar tetap aman dari penyebaran COVID-19.
Doni mengatakan Jumat (31/7) atau 10 Dzulhijjah 1441 Hijriah umat Islam akan merayakan Idul Adha yang mengandung makna keikhlasan, kepatuhan dan semangat berkurban dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Baca Juga
Polda Metro Imbau Warga tak Lakukan Takbir Keliling Idul Adha
“Semangat keikhlasan, kepatuhan dan semangat berbagi ini, mungkin adalah hal yang sangat kita butuhkan dalam mengatasi krisis di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini,” kata Doni di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7).
Doni pun mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo selalu mengingatkan bahwa perjuangan dalam mengatasi pandemi COVID-19 belum selesai.
“Ada dua hal besar yang saat ini sedang kita perkuat yakni aspek pencegahan mencakup penguatan kapasitas testing, tracing dan treatment, ditambah edukasi, sosialisasi dan komunikasi yang masif serta penyembuhan,” katanya.
“Hari raya Idul Adha ini, harus menjadi momentum untuk kita berdisiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan,” tegas Doni.
Doni kembali mengingatkan bahwa selama pandemi COVID-19 masih berlangsung, maka pelaksanaan protokol kesehatan adalah harga mati.
"Kita harus benar-benar berdisiplin untuk menjaga diri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja agar tidak menjadi klaster-klaster baru penularan COVID-19," jelas Doni.
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengizinkan salat Idul Adha dilakukan di tengah pandemi corona. Namun, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Pada prinsipnya salat Idul Adha sudah dapat dilakukan di lapangan dan masjid. Kecuali di tempat tertentu yang tidak diperbolehkan satgas atau pemda setempat karena dinilai belum aman Covid," kata Fachrul
Fachrul mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan saat salat Idul Adha. Terkhusus untuk para khotib, diimbau ceramahnya jangan terlalu panjang.
Baca Juga
Cegah COVID-19, KPAI Ingatkan Orang Tua Jaga Ketat Anak-anak Saat Libur Idul Adha
"Perpendek khotbah tanpa mengurangi syarat dan rukunnya. Yakinkan kalau daerah kita aman COVID-19, batasi pintu atau jalan masuk untuk permudah cek suhu jemaah, pakai masker, jaga jarak," jelasnya.
"Tidak usah bersalaman atau berpelukan, pengumpulan infak tanpa bersentuhan tangan," tutup dia. (Knu)
Bagikan
Berita Terkait
Menteri Agama RI Ajak Umat Kristiani Rawat Keluarga dan Bumi di Momen Natal 2025
Menag Tegaskan Pemerintah tak Campuri Penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU
Soal Isu Perebutan Kekuasaan di PBNU, Menag: Pemerintah tak Terlibat dalam Urusan Internal
Menteri Agama Siapkan Puluhan Kampus UIN dan Pesantren di Seluruh Indonesia, Tempat Anak-Anak Palestina yang Putus Sekolah
Menteri Agama Geram Ada Pendakwah Lecehkan Anak-Anak, tak Bisa Menoleransi Tindakan yang Mencederai Nilai Kemanusiaan
Menag Ungkap Pagu Efektif Pendidikan Islam 2025 Disesuaikan Jadi Rp 26,11 Triliun
Menag Nasaruddin Umar: Jangan Ada yang Beri ‘Stempel Negatif’ pada Pesantren
Menag Nasaruddin Puji Indonesia Peringkat 1 Negara yang Kuat Sedekah
Pakar Sebut Kewenangan Atribusi Menag tidak Melawan Hukum
Rampung Diperiksa KPK, Eks Menag Gus Yaqut Bungkam soal Aliran Fee Kuota Haji ke Kemenag