Headline

Meleset Dua Poin, Seorang Peserta Tes CPNS Menangis Tersedu-sedu

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 08 November 2018
Meleset Dua Poin, Seorang Peserta Tes CPNS Menangis Tersedu-sedu

Tes CPNS. Foto: Setkab.go.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Nasib baik rupanya belum berpihak pada Muhammad Rosyidi, seorang peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, pelamar untuk formasi perawat terampil ini meleset dua poin untuk bisa lulus "passing grade".

Ia pun keluar dari ruangan tes dengan menangis tersedu-sedu. Peserta CPNS itu pantas menyesal karena passing grade 143 sementara nilai yang didapatinya yakni 141. Dalam tes menggunakan sistem computer assisted test (CAT) yang berlangsung di Grand Imperial Ballroom, Mataram itu, Muhammad Rosyidi berhasil melewati sejumlah tes dengan nilai di atas standar.

"Saya hanya kurang dinilai tes karakteristik pribadi dengan nilai 141, sementara 'passing grade' 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80," katanya di Mataram, Kamis, (8/11).

Pelamar
Pelamar CPNS (Foto: setkab.go.id)

Tangisan kekecewaan yang dihadapi laki-laki kelahiran 1995 ini dianggap wajar oleh sejumlah rekan-rekannya yang mencoba untuk menghibur Rosyidi, karena dari ratusan peserta tes CPNS pada sesi pertama hari ini, hanya ada beberapa saja yang berhasil lolos "passing grade".

Terkait dengan itu, Rosyidi berharap ada kebijakan pemerintah untuk menurunkan "passing grade" seperti tahun lalu yang hanya 128, karena dengan tingkat kesulitan yang berbeda, pemerintah menaikkan "passing grade" sehingga nilai pesertapun turun dan kemungkinan lulus sangat kecil.

"Yang lebih konyolnya lagi jika kekurangan 2 poin jadi patokan, apalagi di TKP, sebab kepribadian sifatnya subjektif tidak bisa dinilai. Kita memiliki sudut pandang berbeda yang dipengaruhi banyak faktor termasuk budaya," katanya.

Karena itu, Rosyidi akan merasa adil ketika tingkat kelulusan CPNS nantinya ditetapkan berdasarkan perangkingan.

"Jika dari sisi perangkingan, saya rasa dengan nilai yang saya peroleh sudah cukup untuk lulus CPNS," katanya.

Berbeda dengan Rosyidi, Monalisa Islam yang juga baru keluar dari ruang tes sempat menangis dengan mata berkaca-kaca karena merasa terharu sekaligus bahagia bisa lulus "passing grade".

Monalisa sebagaimana dilansir Antara berhasil mendapatkan nilai di atas "passing grade" yang ditetapkan untuk masing-masing jenis tes. Dengan rincian untuk TWK dan TIU dia mendapat nilai 90, dan TKP 146.

"Alhamdulillah, saya lulus dan semoga juga lancar untuk tahapan-tahapan berikutnya," kata honorer 8 tahun di Rumah Sakit Umum Praya Lombok Tengah ini.

Monalisa yang juga mengikuti tes untuk formasi perawat terampil ini memilih ikut tes di Kota Mataram karena Kabupaten Lombok Tengah tidak membuka formasi untuk perawat.

"Pesan saja kepada yang belum tes, rajin-rajin belajar dan berdoa," ujar perempuan kelahiran Sengkol, 26 Oktober 1989 itu.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Jubir TKN KIK: Sikap Jokowi ke Anies Sama Seperti Sikap Kepada Habib Rizieq

#Penerimaan CPNS #Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) #PNS
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mau menghapus utang pensiunan PNS. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 23 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Indonesia
Kemendikdasmen Cari Sekolah Kelebihan Pengajar, Tutupi Kekurangan Formasi 498 Ribu Guru
Kemendikdasmen dan lembaga terkait juga sedang membahas mekanisme seleksi bagi ratusan ribu guru non-ASN tersebut yang sudah masuk sistem Dapodik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
Kemendikdasmen Cari Sekolah Kelebihan Pengajar, Tutupi Kekurangan Formasi 498 Ribu Guru
Indonesia
DPR Dorong Status Semua Guru Jadi PNS
Ke depan, harus ada satu status guru nasional, yaitu PNS. Tidak ada lagi guru PPPK maupun PPPK Paruh Waktu
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
DPR Dorong Status Semua Guru Jadi PNS
Indonesia
THR ASN 2026 Mulai Cair, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 55 Triliun
Pemerintah mulai mencairkan THR ASN 2026 sejak 26 Februari. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut total anggaran mencapai Rp55 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
THR ASN 2026 Mulai Cair, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 55 Triliun
Indonesia
DPR Usulkan Gaji Tunggal Bagi ASN, Hilangkan Disparitas Penghasilan
Kebijakan ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan kerja ASN, karena sistem yang lebih adil akan menumbuhkan loyalitas dan semangat kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Oktober 2025
DPR Usulkan Gaji Tunggal Bagi ASN, Hilangkan Disparitas Penghasilan
Indonesia
Usulan PPPK Diangkat Jadi PNS Dapat Dukungan dari DPR: Demi Kesejahteraan dan Karier yang Pasti
Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad dukung usulan PPPK diangkat jadi PNS, dinilai beri kepastian, kesejahteraan, dan karier yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Usulan PPPK Diangkat Jadi PNS Dapat Dukungan dari DPR: Demi Kesejahteraan dan Karier yang Pasti
Indonesia
TPP ASN DKI Aman dari Potongan, Pramono Anung Ancam Pecat PNS yang 'Flexing'
Aturan mengenai TPP ini tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 69 tahun 2020
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Oktober 2025
TPP ASN DKI Aman dari Potongan, Pramono Anung Ancam Pecat PNS yang 'Flexing'
Indonesia
Jejak Kesejahteraan ASN, DPR 'Ngebet' Hapuskan Beda Gaji PNS-PPPK
Pembahasan UU ASN akan melalui tahap naskah akademik di Baleg
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
Jejak Kesejahteraan ASN, DPR 'Ngebet' Hapuskan Beda Gaji PNS-PPPK
Indonesia
APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur Pramono akan Kurangi Kuota Rekrutmen PJLP Tahun Depan
Nilai APBD DKI Jakarta 2026 diperkirakan turun menjadi Rp 79,06 triliun dari Rp 95,35 triliun pada tahun sebelumnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Oktober 2025
APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur Pramono akan Kurangi Kuota Rekrutmen PJLP Tahun Depan
Indonesia
Gubernur Dedi Bakal Umumkan Pegawai Termalas di Media Sosial dan Dipindah Jadi Tenaga Administratif di Sekolah
Pengumuman di media sosial ini, akan dilakukan mulai tanggal 1 November 2025 mendatang, untuk melecut kinerja pegawai tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Oktober 2025
Gubernur Dedi Bakal Umumkan Pegawai Termalas di Media Sosial dan Dipindah Jadi Tenaga Administratif di Sekolah
Bagikan