Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Bela Ganjar yang Disudutkan karena Tolak Timnas Israel

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 30 April 2023
Megawati Bela Ganjar yang Disudutkan karena Tolak Timnas Israel

Foto bersama jajaran pengurus PDIP dengan PPP di DPP PDIP, Jakarta, Minggu (30/4). Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membela Ganjar Pranowo yang dinilai teguh memegang ideologi bangsa.

Hal itu disampaikan Megawati sekaligus menyampaikan penjelasannya terkait batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia akibat penolakan terhadap Israel.

Baca Juga

Senyum Megawati saat Foto Bersama Elite PPP dan PDIP

Megawati memahami bahwa ada upaya mempolitisasi isu itu untuk merontokkan elektabilitas Ganjar. Dia berharap media massa di Indonesia memberi penjelasan soal latar belakang sebenarnya terkait penolakan Timnas Israel tersebut.

Menurut Megawati, keputusan menolak Timnas Israel telah membuat FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Dia menyesalkan banyak pihak yang hanya melihat isu itu sebagai sepakbola semata. Menurut Megawati, hal itu bukan hanya sekedar urusan sepakbola. Tapi juga terkait dengan menjaga konstitusi Indonesia.

“Untuk main bolanya, (saya) setuju banget. Tapi ada (di luar sepakbola) yang (harus) lebih dipikirkan. Itu konstitusi kita. Karena (isi) konstitusi kita itu adalah (kita harus) tetap berjuang untuk (kemerdekaan) suatu bangsa,” kata Megawati di kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (30/4).

Baca Juga

Pertemuan Megawati dan Elite PPP Berlangsung Tertutup

Presiden ke-5 RI itu mengingatkan, dalam deklarasi Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ditandatangani oleh 29 negara, menyebutkan bagaimana setiap negara harus menghormati kedauatan teritorital semua bangsa, dan tak melakukan ancaman agresi maupun pengunaan kekerasaan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara.

Keputusan KAA tersebut dinamai Dasa Sila Bandung. Dari 8 sila keputusan, Megawati mengingatkan ada dua sila yang digarisbawahi. “Satu, memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Yang kedua, tidak membuka hubungan diplomatik kepada Israel dan Taiwan,” ungkap Megawati.

“Ini harusnya dimasukan (di pemberitaan), dijadikan berita. Karena Konstitusi kita itu (mengatur bahwa kita) tetap berjuang bagi kemerdekaan suatu bangsa,” imbuhnya.

Megawati pun menyebut seluruh pihak termasuk anak muda harus mengetahui hal tersebut sebagai sebuah sejarah bangsanya sendiri, yakni Indonesia.

Namun belakangan, Ganjar yang juga menolak kehadiran Israel, diserang. Bahkan disudutkan terkait elektabilitas yang menurun karena isu Piala Dunia U-20. Megawati menyatakan dirinya memantau hal itu, dan tetap tak goyah dengan keyakinannya terhadap Ganjar.

“Jadi bukan urusan, Pak Ganjar surveinya melorot. Saya terus bilang, saya bisa statistik. Nanti deh lihat, sebentar saja (elektabilitas Ganjar pasti) rebound,” kata Megawati.

Menurut Megawati, rakyat Indonesia memang tak banyak bicara, namun memiliki mata hati untuk bisa melihat yang sebenarnya. Dia menegaskan rakyat tak bisa dibutakan okeh hasil survei.

“Dia (rakyat) punya mata hati,” pungkas Megawati. (Pon)

Baca Juga

Kerja Sama Dukung Ganjar, Mardiono Serahkan Hasil Rapimnas PPP ke Megawati

#Megawati Soekarnoputri #Ganjar Pranowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan