MerahPutih.com - Para mantan Presiden Republik Indonesia menghadiri upacara peringatan HUT ke-72 RI di Istana Negara, Jakarta. Kehadiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri menjadi pemandangan tak biasa dalam peringatan HUT RI di Istana Negara.
Sejak SBY menjabat Presiden keenam Indonesia selama dua periode yakni pada 2004-2009 dan 2009-2014, Megawati Presiden kelima Indonesia, tidak pernah hadir pada peringatan HUT RI di Istana Negara.
Menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pertemuan antara dua pemimpin bangsa itu merupakan tradisi yang baik. Sebab Indonesia dibangun dengan semangat persatuan.
"Indonesia didirikan untuk semua dan mengatasi paham golongan, paham pribadi-pribadi, maupun suku agama dan kita bersatu dalam Pancasila," ujar Hasto saat ditemui di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/8).
Menurut Hasto, bertemunya dua Ketua Umum Partai Besar di Indonesia dalam upacara 17 Agustus yang dilaksanakan di Istana Merdeka tersebut dapat menjadi contoh persatuan dalam Pancasila.
Ia juga menyebut bertemunya Mega dan SBY menunjukkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang membawa semangat persatuan.
"Ini merupakan hal yang sangat baik dan menunjukan bahwa kepemimpinan Pak Jokowi adalah kepemimpinan yang menyatukan, kepemimpinan yang membawa semangat persatuan sebagaimana digelorakan oleh Bung Karno bapak bangsa Indonesia," jelasnya.
Meski demikian, Hasto menampik bertemunya Mega dan SBY dalam momen HUT Kemerdekaan RI di Istana menjadi simbol koaliasi PDIP dan Partai Demokrat di Pemilihan Umum 2019 mendatang.
"Tentu saja ini tidak bisa dimaknakan dalam perspektif politik untuk pemilu 2019. Ini semua adalah semangat merah putih untuk bergandeng tangan sebagai pemimpin bangsa," tandasnya.
"Seluruh pemimpin bangsa sudah layak dan sepantasnya untuk bersama-sama bergandengan tangan untuk Indonesia raya," tutup Hasto. (Pon)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tak Melulu Di Lapangan, Ini Pengibaran Merah Putih Unik Di Seluruh Indonesia