Me-time Pengaruhi Kehidupan Interaksi Sosial
Mereka mengalami peningkatan tingkat pengaruh positif dan tingkat rendah ketika berinteraksi dengan orang lain. (Pexels/Burst)
TIDAK suka berada di tengah keramaian, suka menyendiri, melakukan aktivitas sendirian, dan tidak begitu suka bersosialisasi biasanya dikaitkan dengan orang-orang introvert. Ini dilakukan karena biasanya mereka tidak begitu suka menjadi pusat perhatian dan terlalu lelah untuk berinteraksi dengan orang lain. Namun, me-time nyatanya bisa mempengaruhi interkasi sosial loh.
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa dengan menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian berhubungan dengan efek negatif. Seperti kesepian dan tekanan emosional. Namun, berbalik dengan hal tersebut, ada juga studi lainnya yang mengaitkan menghabiskan waktu sendirian dengan hasil positif. Seperti kemarahan, kecemasan, dan kesedihan yang ada pada diri kamu bisa berkurang.
Baca Juga:
Namun, penelitian ini secara unik dapat mengevaluasi bagaimana menghabiskan waktu sendirian berhubungan dengan bagaimana perasaan orang tentang interaksi pada orang lain di hari yang sama.
Menurut Hope White seorang mahasiswa pascasarjana jurusan psikologi menyatakan bahwa, ”Kami menemukan bahwa orang yang suka menyediri karena takut, atau tidak menyukai interaksi sosial mengalami kecemasan yang meningkat. Itu ketika berinteraksi dengan orang lain pada hari-hari ketika mereka mendapat lebih banyak waktu sendiri dari biasanya”.
Biasanya orang-orang yang suka menyendiri, menggunakan waktu mereka untuk merenung.
Baca Juga:
Menghabiskan waktu sendirian merupakan hal yang umum sepanjang hidup. Namun, terkadang masih banyak yang belum sepenuhnya memahami kapan, mengapa, dan untuk siapa hal itu bermanfaat atau berisiko. Adapun penelitian baru yang dilakukan mengenai waktu orang dewasa yang menghabiskan waktu sendirian setiap hari dan pengaruh positif atau negatif mereka selama melakukan interaksi sosial.
Terdapat 411 peserta berusia 18 hingga 26 tahun yang melaporkan motivasi mereka untuk menyendiri dan pengaruh positif atau negatif yang dialami selama melakukan interaksi sosial selama tujuh hari berturut-turut.
Dari hasil tersebut, menunjukkan bahwa pada hari-hari ketika orang dewasa, baru menghabiskan lebih banyak waktu sendirian daripada biasanya. Mereka mengalami peningkatan tingkat pengaruh positif dan tingkat rendah ketika berinteraksi dengan orang lain. (yos)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya