Pilpres 2019

Mayoritas Pemilih Muslim Ragu Pilih Jokowi, Ini Saran Pengamat

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 22 Februari 2018
Mayoritas Pemilih Muslim Ragu Pilih Jokowi, Ini Saran Pengamat

Direktur Median Rico Marbun. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Hasil riset Media Survei Nasional (Median) yang digelar awal Februari 2018 menemukan banyaknya komunitas muslim yang masih ragu menjatuhkan pilihan pada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Tercatat, sebesar 67,4 persen pemilih alternatif beragama Islam belum menjatuhkan pilihan kepada Jokowi.

Namun, di pihak lain, komunitas non muslim menjadi penyumbang terbesar suara Jokowi.

Menilai fenomena itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Median Rico Marbun mengingatkan agar Jokowi berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang bersentuhan dengan komunitas muslim.

Pasalnya, menurut Rico, persepsi yang terbangun terkait persekusi dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis muslim masih berlangsung. Jadi, bukan tidak mungkin melorotnya elektabilitas Jokowi Karana faktor ini.

"Saran saya itu dimulai dengan dalam tanda kutip (memperbaiki hubungan dengan aktivis Islam) karena publik mayoritas masih memandang ada upaya ini kan persepsi ya upaya kriminalisasi terhadap aktivis politik Islam," kata dia kepada awak media di bilangan Cikini Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Selanjutnya, ujar dia, Jokowi harus banyak sowan ke basis massa Parpol Islam atau komunitas massa Islam lainnya yang dinilai bersebrangan dengan pemerintah.

"Problemnya adalah basis-basis partai Islam yang didatangi Pak Jokowi ini bukan ke kelompok-kelompok yang tadi tapi justru basis lama yang memang itu pernah mendukung Ahok di Pilgub DKI," imbuhnya.

Dan terakhir, menurutnya bagi pendukung Jokowi yang kerap bermedsos ria untuk tidak asal membalas dan membully netizen yang kontra Jokowi.

"Kalau kita bicara di medsos itu kan saling kritik saling caci tidak hanya dari pihak yang berseberangan terhadap Pak Jokowi banyak juga terhadap orang yang mengkritik Pak Jokowi diserang habis di media sosial juga banyak dicerca habis tapi orang- orangnya tidak pernah berurusan dengan itu," ucap dia.

Bisa jadi pengguna medsos yang mengkritik Jokowi tidak sama sekali terlibat dukung- mendukung dengan pasangan calon, sehingga akibat dibully, netizen pun antipati terhadap Jokowi.

"Itu kan dilihat dan di-record publik mungkin publik tidak berani bicara tetapi nanti pada saat pemilihan dia bicara di situ itu yang lebih bahaya sebenarnya," pungkas Rico Marbun.(Fdi)

#Pilpres 2019 #Elektabilitas Presiden Jokowi #Pengamat Politik #Presiden Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Publik figur kini diminta untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan soal bencana Sumatra. Pengamat menilai, hal itu hanya memperpanjang penderitaan.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Indonesia
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Pemerintah harus membayar utang Whoosh senilai Rp 1,2 triliun per tahun. Pengamat pun mengatakan, bahwa ini bisa menjadi bom waktu.
Soffi Amira - Rabu, 05 November 2025
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Indonesia
Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Pengamat: Bandar Mulai Ketar-ketir
Presiden RI, Prabowo Subianto, ikut turun tangan saat memusnahkan barang bukti narkoba di Mabes Polri, Rabu (29/10).
Soffi Amira - Kamis, 30 Oktober 2025
Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Pengamat: Bandar Mulai Ketar-ketir
Indonesia
Akun Medsos yang Hina Bahlil Dilaporkan ke Polisi, Direktur P3S: Sangat Tidak Etis
Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie menilai, pelaporan akun medsos yang dinilai menghina Bahlil tidak etis. Sebab, hal itu masih dalam batas wajar.
Soffi Amira - Rabu, 22 Oktober 2025
Akun Medsos yang Hina Bahlil Dilaporkan ke Polisi, Direktur P3S: Sangat Tidak Etis
Indonesia
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Ray mencontohkan kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Bertemu ‘Empat Mata’, Pengamat Menduga Jokowi Kecewa karena Tak ‘Deal’ Politik dengan Prabowo
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengadakan pertemuan tertutup, Sabtu (4/10)
Frengky Aruan - Senin, 06 Oktober 2025
Bertemu ‘Empat Mata’, Pengamat Menduga Jokowi Kecewa karena Tak ‘Deal’ Politik dengan Prabowo
Bagikan