Massa Dobrak Kantor Gubernur Riau

Rendy NugrohoRendy Nugroho - Selasa, 23 Desember 2014
Massa Dobrak Kantor Gubernur Riau

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Puluhan anggota Sapma PP Riau saat menggelar aksi unjuk rasa sempat mendobrak pagar Kantor Gubernur Riau (Gubri), karena tidak diperbolehkan masuk oleh petugas Satpol PP Provinsi Riau, Selasa (23/12).

Aksi itu dilakukan saat puluhan personel Satpol PP yang berjaga mengamankan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur untuk menahan aksi Sapma PP Riau. Pintu pagar besi di dobrak, lantas masuk ke halaman kantor Gubernur untuk menemui Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher yang pada saat bersamaan sedang berada di kantor Gubernur Riau.

Saat melakukan aksi unjuk rasa, massa Sapma PP meminta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menetapkan Zulher sebagai tersangka karena diduga sebagai dalang di balik kasus suap alih fungsi lahan yang menyeret Gubernur Riau non aktif H Annas Maamun.

Kordinator Lapangan, Tengku Andri Piska Firdaus dalam orasinya mengatakan Zulher merupakan dalang dari kasus alih fungsi lahan yang melibatkan mantan Gubernur Annas Maamun serta akademisi Gulat Manurung.

"Kami meminta kepada KPK untuk menangkap Zulher, karena dia otak di balik kasus alih fungsi lahan yang banyak diserobot oleh perusahaan di beberapa kabupaten/kota," ujarnya.

Saat sudah masuk ke dalam areal kantor Gubernur, massa Sapma PP tidak bisa melanjutkan ke Gedung kantor Gubernur karena dihadang langsung petugas Satpol PP.

"Kami mau ditemui dan aspirasi kami disampaikan, hanya lima menit saja, jangan halang-halangi kami," tegasnya.

Saat memasuki halaman kantor gubernur pendemo kembali menuding, Zulher juga dituding menjadi penemu pemilik PT Duta Palma Surya Darmadi dengan Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau Gulat Medali Emas Manurung yang saat ini sudah ditangani KPK.

"Kita ingin kasus alih fungsi lahan ini terus diusut. Zulher sebagai mengetahui sekaligus berperan sebagai penghubung harus ditangkap KPK," lanjutnya.

Berdasarkan yang dikutip dari RRI.co.id, di dalam demo tersebut, ada empat tuntutan yang disampaikan para pendemo itu, pertama, meminta KPK membongkar dalang di balik kasus alih fungsi lahan yang menjerat Gubernur Riau non aktif Annas Maamun. Kedua, meminta KPK mengusut tuntas kasus tersebut. Ketiga, meminta KPK menetapkan Zulher sebagai tersangka yang diduga menjadi dalang di balik kasus suap alih fungsi lahan. Empat, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman memberhentikan Zulher sebagai Kepala Dinas Perkebunan Riau.

Tidak lama berselang, mahasiswa ditemui staf ahli gubernur bidang sumber daya dan kemasyarakatan Syamsurizal. Usai membacakan tuntutan tersebut, Sapma sempat meminta seluruh tuntutan mereka dipenuhi serta memaksa Syamsurizal mendatanganinya.

Namun mantan Bupati Bengkalis dua periode itu menolak dengan alasan hanya perwakilan dan berjanji akan menyampaikannya ke Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Tidak lama berselang, massa pun membubarkan diri. (MP/AKU)

#Satpol PP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pramono bakal Tindak Tegas Oknum Satpol PP DKI yang Pungli
Aksi tersebut sungguh merusak institusi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Pramono bakal Tindak Tegas Oknum Satpol PP DKI yang Pungli
Indonesia
500 Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Demo BEM UI di Jakarta
Satpol PP DKI juga terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Dishub DKI dalam melakukan pemantauan dan pengamanan kegiatan di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
500 Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Demo BEM UI di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Pemprov DKI Jakarta menggelar operasi gabungan penertiban parkir liar dan jukir liar. Operasi menyasar 15 titik prioritas di lima wilayah Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Indonesia
Satpol PP DKI Minta Maaf, Bikin Masyarakat tak Nyaman saat Penertiban Pedagang Es Krim di CFD
Satpol PP DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Satpol PP DKI Minta Maaf, Bikin Masyarakat tak Nyaman saat Penertiban Pedagang Es Krim di CFD
Indonesia
Viral Satpol PP DKI Diduga Kasar saat Tertibkan Pedagang Es Krim di CFD Bundaran HI
Satpol PP DKI meminta maaf atas viralnya video penertiban pedagang es krim di CFD Bundaran HI.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Viral Satpol PP DKI Diduga Kasar saat Tertibkan Pedagang Es Krim di CFD Bundaran HI
Indonesia
Satpol PP DKI Akui Kekurangan Personel untuk Awasi Maraknya Begal dan Jambret
Satpol PP DKI mengakui luasnya wilayah Jakarta dan minimnya personel membuat aksi penjambretan sulit dicegah secara maksimal.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Satpol PP DKI Akui Kekurangan Personel untuk Awasi Maraknya Begal dan Jambret
Indonesia
White Rabbit PIK 2 Ditutup Satpol PP, Terbukti Langgar Aturan dan Temuan Narkoba
White Rabbit PIK 2 resmi ditutup oleh Satpol PP DKI Jakarta. Tempat hiburan malam itu terbukti melanggar aturan dan adanya penemuan narkoba.
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
White Rabbit PIK 2  Ditutup Satpol PP, Terbukti Langgar Aturan dan Temuan Narkoba
Indonesia
35 Petugas Satpol PP DKI Meninggal Dunia di 2025, Disebut Beban Kerjanya Berat
Di tingkat kelurahan, jumlah anggota Satpol PP rata-rata hanya berkisar 7 hingga 10 orang, sedangkan tuntutan pengamanan dan penertiban berlangsung 24 jam.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
35 Petugas Satpol PP DKI Meninggal Dunia di 2025, Disebut Beban Kerjanya Berat
Indonesia
Rano Karno Dorong Satpol PP Respons Cepat Aduan Warga, Siapkan Mako Terpadu
Wagub Rano Karno dorong Satpol PP DKI respons cepat aduan warga. Pemprov siapkan Mako dan Command Center untuk dukung Jakarta jadi kota global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Rano Karno Dorong Satpol PP Respons Cepat Aduan Warga, Siapkan Mako Terpadu
Indonesia
Satpol PP DKI Segera Koordinasi dengan Polisi Jika Ada Kejadian Viral, Partisipasi Aktif Warga Jadi Faktor Penting
Satpol PP juga gencar melakukan sosialisasi atau woro-woro menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan warga mengenai larangan parkir liar dan aktivitas ilegal lainnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Satpol PP DKI Segera Koordinasi dengan Polisi Jika Ada Kejadian Viral, Partisipasi Aktif Warga Jadi Faktor Penting
Bagikan