Masker Daur Ulang dari Sampah Plastik Lautan ala PADI

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2020
Masker Daur Ulang dari Sampah Plastik Lautan ala PADI

Professional Association of Diving Instructors (PADI) membuat masker dari sampah botol plastik yang ada di laut. (Foto: PADI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"Lautan diprediksi mengandung satu ton plastik untuk setiap tiga ton ikan pada tahun 2025, dan pada tahun 2050, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan (berdasarkan berat)," tulis Ellen MacArthur dalam laporannya “The New Plastics: Economy Rethinking The Future of Plastics

Masker Daur Ulang dari Sampah Plastik Lautan dari PADI
Illustrasi lebih banyak plastik di laut daripada ikan pada 2050 (Foto: sustainabilityillustrated)

Melindungi laut dan diri kita dari penularan virus, Professional Association of Diving Instructors (PADI) bersama dengan Rash’R membuat masker ramah lingkungan dari sampah botol plastik yang mencemari laut.

Baca juga:

Jadi Pahlawan dengan Berkontribusi dalam Gerakan #MaskerUntukIndonesia

Melansir laman PADI, masker tersebut memiliki dua lapisan, dapat digunakan kembali, dan memiliki kantong filter. Termasuk lima pengganti PM 2.5 filter karbon aktif (tidak bisa dicuci).

Masker Daur Ulang dari Sampah Plastik Lautan dari PADI
PADI adalah organisasi pelatihan penyelam scuba terkemuka di dunia. (Foto: PADI)

PADI adalah organisasi pelatihan penyelam scuba terkemuka di dunia. Asosiasi penyelam ini memiliki lebih dari 6,600 Pusat dan Resor Selam PADI, dan 137,000 individu PADI Profesional miliki lebih dari 27 juta sertifikasi di seluruh dunia.

Masker Daur Ulang dari Sampah Plastik Lautan dari PADI
Masker ramah lingkungan dengan motif motif pari, hiu paus, dan ikan hiu (Foto: PADI)

Kamu bisa mendapatkan masker dengan motif lucu seperti motif pari, hiu paus, dan ikan hiu seharga USD 20,40 atau sekitar Rp295 ribu.

“Kami peduli dengan lautan dan komunitas penyelam kami, jadi kami ingin dapat meletakkan tangan kami di hati kami dan mengatakan bahwa kami tidak mendapat untung dari masa sulit ini,” kata Lisa Nicklin, wakil presiden pemasaran konsumen di PADI Worldwide dalam sebuah wawancara.

Baca juga:

3 Cara Menjaga Kesehatan Kulit Saat Mengenakan Masker

Sejak pandemi, isu lingkungan terutama sampah menjadi marak karena banyaknya penggunaan barang sekali pakai seperti masker dan sarung tangan medis, juga meningkatnya pesanan makanan take away.

Banyak aktivis dan konservasionis khawatir bahwa perjuangan yang mereka lewati mencoba untuk mengurangi sampah plastik akan kembali lagi ke titik awal.

Sedihnya, sampah-sampah ini cenderung banyak berakhir di lautan kita yang merusak ekosistem laut dan membunuh binatang-binatang laut.

Masker Daur Ulang dari Sampah Plastik Lautan dari PADI
Pada 2050, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan (Foto: greenpeace)

Sebuah studi tahun 2019 menemukan, jika terus meningkat plastik akan membentuk 15% dari emisi gas rumah kaca pada tahun 2050. Sebagai perbandingan, semua bentuk transportasi di dunia sekarang menyumbang 15% dari emisi.

Saat ini sepertinya kita tidak hanya melawan virus, tapi juga masalah sampah plastik. Yuk kita lindungi diri sendiri dan laut dengan menggunakan masker yang reusable ya sahabat MerahPutih. (lev)

Baca juga:

Desain Masker Ajaib ala Peta Perampok di Dunia Sihir Harry Potter

#Masker #Sampah Plastik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Harga masker mengalami kenaikan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapat masker.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Berita Foto
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Petugas Satpol PP memberikan masker gratis kepada pejalan kaki saat beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026)
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Indonesia
Prabowo Kerahkan Teknologi Mikro Kampus, Sampah Diselesaikan di Tingkat Paling Rendah
Presiden mengapresiasi kontribusi akademisi yang berhasil menciptakan alat daur ulang dan pemusnah sampah inovatif
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Prabowo Kerahkan Teknologi Mikro Kampus, Sampah Diselesaikan di Tingkat Paling Rendah
Indonesia
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Sampah seberat 26,43 ton dari berbagai jenis berhasil dikumpulkan oleh tim kebersihan setelah acara tersebut rampung
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Indonesia
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menunjukkan perhatian besar terhadap isu pengelolaan sampah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Lifestyle
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Jakarta Premium Outlets menyerukan kampanye masa depan berkelanjutan lewat aksi nyata Eco Paws.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Bagikan