Jadi Pahlawan dengan Berkontribusi dalam Gerakan #MaskerUntukIndonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2020
Jadi Pahlawan dengan Berkontribusi dalam Gerakan #MaskerUntukIndonesia

Gerakan #MaskerUntukIndonesia agar semua bisa punya masker (Foto: maskeruntuk.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI tengah pandemi Corona ini, satu hal yang harus kita lakukan adalah saling tolong-menolong. Percayalah dengan bersatu, kita semua pasti bisa melewati wabah ini bersama-sama. Cara yang bisa kamu lakukan untuk menolong pun beragam. Mulai dari yang sederhana seperti tinggal #DiRumahAja, berdonasi, membantu para petugas di lingkungan sekitar, dan tentunya dengan berkontribusi mengikuti berbagai gerakan peduli sesama.

Salah satu kampanye yang saat ini sedang marak adalah gerakan #MaskerUntukIndonesia. Seperti yang kamu tahu, masker sekarang bisa dikategorikan sebagai benda langka karena permintaannya yang begitu tinggi. Apalagi pemerintah sudah mengharuskan semua orang untuk mengenakan masker.

Baca juga:

Patungan Untuk Berbagi THR di Tengah Pandemi Corona

Namun, apa kamu tahu bahwa di luar sana masih banyak orang yang tidak mendapatkan akses untuk memperoleh masker? Makanya sebuah gerakan bernama #MaskerUntukIndonesia ini muncul dengan tujuan agar semua masyarakat Indonesia bisa mempunyai masker. Simak nih info lengkapnya!

Apa itu gerakan #MaskerUntukIndonesia?

Jadi Pahlawan dengan Berkontribusi dalam Gerakan #MaskerUntukIndonesia
Beli 1 masker otomatis kamu donasikan 3 masker (Foto: Instagram/@maskeruntuk.id)

Berawal dari keresahan angka penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat di Indonesia, sekelompok relawan dari industri kreatif Indonesia tergerak untuk membantu melawan penyebaran virus tersebut. Sehingga lahir lah gerakan Masker Untuk Indonesia yang muncul sejak pertengahahan April 2020.

Tujuannya sederhana yaitu agar bisa memutus rantai penyebaran virus Corona sambil tetap membantu usaha UMKM agar tetap bergerak. Selain itu, kampanye ini berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemakaian masker. Mereka juga ingin menciptakan masker kain dengan desain dan kualitas terbaik tapi tetap dalam harga terjangkau.

Gerakan #MaskerUntukIndonesia ini punya cara yang sederhana, yaitu cukup dengan memesan satu masker untuk dirimu, artinya kamu sudah berbagi masker untuk orang lain. Jadi setiap pembelian satu buah masker seharga Rp 39.900, otomatis kamu sudah mendonasikan tiga buah masker kepada mereka yang membutuhkan.

Siapa saja yang mendapatkan masker dari gerakan ini?

Jadi Pahlawan dengan Berkontribusi dalam Gerakan #MaskerUntukIndonesia
Donasi masker diberikan kepada mereka yang membutuhkan (Foto: Instagram/@maskeruntuk.id)

Ketika melihat informasi di akun Instagram @maskeruntuk.id, mereka sudah menyalurkan masker kepada pengemudi ojek online, penjual makanan, petugas kebersihan, penjaga toko, bapak starling (pedagang kopi keliling), ibu rumah tangga, dan semua yang membutuhkan.

Dari laporan yang tertera di laman resmi maskeruntukindonesia.id, sampai 20 April 2020 sudah ada 13.781 masker yang terjual dan 39.630 masker yang didonasikan lho! Keren banget bukan?

Nampaknya angka ini akan terus bertambah. Menurut tulisan pengumuman yang ada di akun Twitter mereka @MaskerUntukID pada 17 April, antuasisme masyarakat sangat tinggi. Mereka bahkan bahkan sampai tidak menyangka bahwa akan ada banyak sekali pesanan. Hal ini tentu jadi bukti bahwa masih banyak orang baik di luar sana.

Baca juga:

Kolaborasi Penggalangan Dana untuk Masyarakat Terdampak COVID-19

#MaskerUntukIndonesia x Local Artist

Jadi Pahlawan dengan Berkontribusi dalam Gerakan #MaskerUntukIndonesia
Beberapa contoh desain masker (Foto: Instagram/@maskeruntuk.id)

Dalam upaya pembagian masker ini, gerakan #MaskerUntukIndonesia berkolaborasi dengan para pekerja seni dan industri kreatif. Jadi masker yang kamu beli itu akan didesain langsung oleh seniman maupun brand-brand lokal Indonesia.

Sampai saat ini, ada 21 mitra yang menyumbangkan desainnya untuk pembuatan masker itu. Mereka adalah Kemas Acil, Ykha Amelz, Stereoflow, Ditut, Pinot, Citra Marina, Kong Andri, Abenk_Alter, Ardneks, Darbotz, Heimlo, Kamengski, Sanchia Hamidjaja, Bluesville, Liunic on Things, Locale, Goodsdept, Untold, Public Culture, Not for People, dan Mote Mote.

Masker yang dibuat oleh #MaskerUntukIndonesia ini berbahan skuba. Karena pasalnya masyarakat memang disarankan untuk menggunakan masker kain saja supaya masker medis bisa dialokasikan buat pekerja rumah sakit. Cukup dengan masker kain saja sudah bisa melindungi dirimu kok. Jadi biarkan masker medis itu dipakai oleh para dokter dan suster ya supaya mereka tetap siap 'tempur' di garda terdepan.

Lagipula dengan menggunakan masker skuba ini dijamin enggak akan membuatmu boros. Soalnya masker tersebut bisa dicuci sehingga dapat dipakai berulangkali. Enggak usah khawatir juga terpapar virus, masker ini tetap bisa menghalau 60-70 persen partikel, menahan droplets, bahannya kuat, dan enggak mudah rusak.

Tentunya keunggulan utamanya terletak pada desainnya yang benar-benar keren dan menggemaskan. Kamu bisa menemukan motif warna-warni yang lucu atau sekadar tulisan sederhana saja tapi dijamin tetep bikin kamu terlihat gaul. Wajar sih soalnya yang buat kan para pekerja seni kebanggaan Indonesia ya!

Cara berkontribusi

Jadi Pahlawan dengan Berkontribusi dalam Gerakan #MaskerUntukIndonesia
Kamu bisa menjadi relawan, mitra, maupun pendukung (Foto: Instagram/@maskeruntuk.id)

Ada tiga cara yang bisa kamu lakukan dalam berkontribusi. Pertama sebagai pendukung. Kamu bisa mendukung gerakan ini dengan cara membeli masker hasil kolaborasi itu. Kamu juga bisa menolong dengan memesan masker-masker tersebut untuk sepenuhnya disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Jika tertarik langsung cek saja website resminya maskeruntuk.id. Atau kalau kamu memang enggak bisa membelinya, kamu tetap dapat berperan aktif dengan menciptakan kesadaran akan pentingnya masker untuk semua masyarakat Indonesia. Sederhana tapi tetap bermanfaat!

Selain menjadi pendukung, kamu juga dapat menjadi mitra dari gerakan ini. Apalagi kalau kamu berbakat dalam hal desain mendesain maka kamu bisa membantu merancang karya seni untuk masker tersebut. Kalau tidak bisa mendesain, kamu bisa menjadi mitra untuk membantu menjadi perpanjangan tangan dalam menyalurkan masker-masker ini.

Dengan menjadi mitra juga berarti kamu membantu dalam proses produksi masker kain sebagai UMKM percetakan tekstil dan penjahit.

Cara terakhir adalah menjadi relawan. Relawan di sini bertugas untuk membantu dalam proses pembuatan gambar kreatif, seperti tulisan, gambar, maupun video. Relawan juga bisa membantu dalam kolaborasi dengan seluruh mitra.

Nah itu dia tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk berkontribusi dalam gerakan hebat ini. Apapun yang kamu lakukan dijamin tetap bisa memberikan manfaat buat banyak pihak.

Soalnya kalau kamu memang ingin berkontribusi bagi bangsa kita, ini dia saatnya! Dengan membeli masker, menjadi mitra, maupun relawan kamu sudah jadi pahlawan untuk banyak orang lho! Yuk bergerak bersama dan pulihkan Indonesia bersama-sama. (sam)

Baca juga:

Bantuan Kemanusiaan Bagi Para Petugas Medis

#Masker #Masker Unik #Donasi #Virus Corona #COVID-19 #Industri Kreatif #Seniman #April Bergerilya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
Hedgren berkolaborasi dengan seniman Indonesia Varsam Kurnia lewat “The Wayfarer”, yang mengangkat perjalanan, gaya personal, dan mobilitas generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
ShowBiz
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Seniman bunyi asal Samarinda, Theo Nugraha, terlibat dalam album 'Prosthetic Reality' bersama Iggor Cavalera dan sejumlah nama musik ekstrem dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Indonesia
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Harga masker mengalami kenaikan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapat masker.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Berita Foto
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Petugas Satpol PP memberikan masker gratis kepada pejalan kaki saat beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026)
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Fun
AI Makin Masuk ke Kehidupan Sehari-hari, IdeaFest 2026 Ajak Publik Memikirkan Kembali Peran Manusia
IdeaFest 2026 digelar 4–6 September di JICC Jakarta dengan tema 'Re:Humanize', menghadirkan 500+ pembicara dalam 160+ sesi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
AI Makin Masuk ke Kehidupan Sehari-hari, IdeaFest 2026 Ajak Publik Memikirkan Kembali Peran Manusia
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Fun
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
TERASI 2026 digelar 13-17 Agustus di Jakarta dengan melibatkan seniman disabilitas, penyintas kanker, dan 60 ilustrator lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
Bagikan