MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah menguat 93 poin atau 0,54 persen menjadi Rp 17.012 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.105 per dolar AS.
Penguatan kurs rupiah hari ini dipengaruhi adanya pengumuman gencatan senjata dua arah antara AS dengan Iran, meskipun masih di atas Rp 17.000 per dolar AS.
“AS menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran selama dua minggu dalam apa yang ia sebut sebagai ‘gencatan senjata dua arah’, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz,” kata Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede kepada media, di Jakarta, Rabu (8/4).
Baca juga:
Cerita Pakistan Menjadi Penengah AS dan Iran untuk Kesepakatan Gencatan Senjata
Proposal Perdamaian AS-Iran
Mengutip Anadolu, AS secara prinsip menerima proposal berisi 10 poin yang bertujuan mengakhiri perang. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran menyebut proposal itu sebagai kerangka kerja negosiasi untuk kesepakatan lebih luas.
Proposal tersebut mencakup jaminan tidak adanya agresi terhadap Iran, pengakuan hak Teheran atas pengayaan uranium, pencabutan sanksi utama dan sekunder AS, hingga penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.
“Kondisi ini belum berarti perang berakhir, karena setiap kesepakatan akhir bergantung pada terpenuhinya syarat Iran,” tulis pernyataan SNSC, dilansir Antara.
Proposal juga menyinggung penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran, pembayaran kompensasi, serta penghentian permusuhan di berbagai garda depan, termasuk Lebanon.
Baca juga:
Harga Minyak Mentah Dunia Turun Setelah Pengumuman Gencatan Senjata AS dan Iran
Respons Pasar Positif
Pasar global merespons cepat. Harga minyak mentah WTI turun lebih dari 15 persen pada perdagangan pagi hingga berada di bawah 100 dolar AS per barel. Penurunan harga minyak ini turut memberi sentimen positif bagi rupiah.
Meski rupiah menguat tipis, analis menilai kurs masih rentan terhadap dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter global.