Merahputih.com - Kabar mengejutkan dari SPBU Pertamina dengan kenaikan harga BBM jenis Pertamax rupanya memberi berkah terselubung bagi Rupiah menghadapi gempuran mata uang global.
Pelaku pasar keuangan menyambut positif keputusan pahit pemerintah, mendorong nilai tukar rupiah melesat tajam meninggalkan zona merah.
Baca juga:
Harga BBM Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Pertalite Bagaimana?
Rupiah pada Rabu (10/6) pagi bergerak menguat 158 poin atau 0,88 persen menjadi Rp17.900 per dolar AS. Padahal, penutupan perdagangan sebelumnya masih tertahan pada level Rp18.058 per dolar AS.
Transmisi kebijakan kenaikan harga BBM non subsidi dinilai baik terhadap fiskal pemerintah dan risiko sosial politik masih terkendali,
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova.
Daftar Harga BBM Terbaru dan Kebijakan Bank Indonesia
Kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green berlaku mulai hari ini. Manajemen Pertamina Patra Niaga mengambil keputusan ini setelah berkoordinasi erat bersama pihak regulator serta mencermati fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Rincian lengkap harga BBM di SPBU per Juni 2026 serta stimulus moneter terbaru:
-
Pertamax (RON 92): Naik menjadi Rp16.250 per liter dari harga semula Rp12.300 per liter.
-
Pertamax Green 95 (RON 95): Naik menjadi Rp17.000 per liter dari harga semula Rp12.900 per liter.
-
Produk Non-Subsidi Tetap: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Rp23.000, Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
-
Produk Subsidi Tetap: Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
-
Suku Bunga Acuan BI: Naik 25 basis points (bps) menjadi 5,5 persen demi memikat dana investor asing.
Ancaman Sentimen Global dan Prediksi Kurs
Suntikan modal asing pada lelang obligasi serta penguatan indeks saham domestik ikut memperkokoh posisi rupiah. Walau demikian, pergerakan naik ini berpotensi tertahan hambatan besar dari luar negeri pada paruh kedua perdagangan.
“Faktor global akan memperberat langkah rupiah untuk penguatan lebih jauh, di antaranya risiko geopolitik eskalasi konflik AS dan Iran terbaru membuat harga minyak masih di level tinggi,” ungkap Rully dikutip Antara.
Baca juga:
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Pelaku pasar modal saat ini juga memilih bersikap waspada menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat nanti malam. Berdasarkan kalkulasi berbagai faktor ekonomi tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak stabil pada kisaran Rp18.030 hingga Rp18.080 per dolar AS sampai penutupan pasar.