IHSG Hancur Lebur 4 Hari Beruntun, Pengamat Sebut Pasar Keuangan Indonesia Alami Repricing Ekstrem

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
IHSG Hancur Lebur 4 Hari Beruntun, Pengamat Sebut Pasar Keuangan Indonesia Alami Repricing Ekstrem

Ilustrasi. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan berat akibat proses repricing atau penyesuaian ulang risiko oleh investor global. Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pelemahan kurs rupiah hingga aliran modal keluar (capital outflow) menjadi bukti nyata pasar sedang menuntut kompensasi lebih tinggi.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai situasi ini terjadi karena pelaku pasar meragukan stabilitas instrumen investasi dalam negeri.

Baca juga:

IHSG Babak Belur Bikin Investor Jantungan, Pemerintah Diminta Lakukan Ini Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal

Dalam kondisi seperti ini, investor tidak hanya melihat potensi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menilai seberapa besar risiko harus mereka tanggung,

ujar Hendra.

Menurut Hendra, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada peningkatan ketidakpastian arah kebijakan, keberlanjutan fiskal, stabilitas nilai tukar, serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan publik. Ketakutan tersebut memicu aksi jual massal di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, investor cenderung meminta kompensasi berupa valuasi murah sebelum kembali masuk ke pasar,

kata Hendra dikutip Antara.

Dampak Sentimen Domestik Lebih Dominan

Dahulu faktor global mendominasi pergerakan pasar domestik. Kini, dinamika internal Indonesia justru memegang peranan lebih besar dalam menentukan arah pergerakan modal. Tingginya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), penguatan mata uang dolar AS, dan ketegangan geopolitik memang menekan negara berkembang. Namun, kualitas fundamental dalam negeri menjadi pembeda nasib setiap negara.

Investor global aktif membandingkan antarnegara emerging market. Mereka memprioritaskan negara berkepastian hukum jelas, risiko fiskal rendah, serta arah pembangunan terprediksi.

Sebab itu, ketika tekanan global terjadi bersamaan munculnya berbagai pertanyaan mengenai kebijakan domestik, dampaknya terhadap Indonesia menjadi lebih besar dibanding negara lain,

tutur Hendra.

Ketidakpastian Regulasi Picu Komunikasi Buruk

Berbagai isu sensitif seperti outlook rating, kebijakan anggaran, pengelolaan Danantara, hingga revisi regulasi mendadak memperburuk persepsi pasar. Hendra menegaskan, pelaku pasar mengutamakan konsistensi serta transparansi tata kelola.

Respons negatif langsung muncul saat pemerintah gagal menjelaskan implikasi fiskal jangka panjang, pengelolaan aset negara, potensi konflik kepentingan, serta komunikasi publik yang buruk.

Dalam dunia investasi, ketidakpastian sering kali lebih ditakuti dibanding berita buruk itu sendiri. Investor dapat menghitung risiko apabila datanya jelas, tetapi akan cenderung mengurangi eksposur apabila sulit memperkirakan arah kebijakan ke depan,

ucap Hendra.

Data pergerakan indeks saham berdasarkan catatan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI):

Hari, Tanggal Sesi Perdagangan Posisi Indeks (Poin) Perubahan Poin Persentase Perubahan Status Perdagangan
Rabu, 03/06/2026 Penutupan 5.941,07 -254,36 -4,11% Melemah
Kamis, 04/06/2026 Sesi I 5.734,25 -206,82 -3,48% Koreksi Berlanjut
Kamis, 04/06/2026 Penutupan 5.839,78 -101,29 -1,70% Sedikit Membaik
Jumat, 05/06/2026 Sesi I 5.692,15 -147,62 -2,53% Melemah Tajam
Jumat, 05/06/2026 Penutupan 5.594,77 -245,01 -4,20% Koreksi Beruntun
Senin, 08/06/2026 Sesi I (10.30 WIB) 5.374,18 -220,47 -3,94% Anjlok 4 Hari Berturut-turut
#Indeks Saham #IHSG #Dolar AS #Rupiah #Kurs Rupiah #Harga Rupiah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Daya Beli Konsumen Melemah dan Gejolak Timur Tengah Memanas, IHSG Terjungkal Ke Zona Merah
IHSG terkoreksi sebesar 44,28 poin atau 0,69 persen menuju level 6.365,37
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Daya Beli Konsumen Melemah dan Gejolak Timur Tengah Memanas, IHSG Terjungkal Ke Zona Merah
Indonesia
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Laporan resmi Bank Indonesia mencatat angka IKK periode Juli 2026 berada pada posisi 116,8, menurun dari capaian 117,8 pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Danantara Indonesia Matangkan Rencana IPO Deretan Raksasa BUMN, Pegadaian Hingga Pelindo Bakal Melantai di Bursa
Rencana pelepasan saham anak usaha BUMN ke bursa domestik telah masuk dalam peta jalan (roadmap)
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Danantara Indonesia Matangkan Rencana IPO Deretan Raksasa BUMN, Pegadaian Hingga Pelindo Bakal Melantai di Bursa
Indonesia
Sentimen Global Meledak! IHSG dan Indeks LQ45 Dibuka Menguat pada Perdagangan Awal Pekan Ini
Pelaku pasar internasional saat ini memantau perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat, Iran, serta negara-negara kawasan Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Sentimen Global Meledak! IHSG dan Indeks LQ45 Dibuka Menguat pada Perdagangan Awal Pekan Ini
Indonesia
IHSG Dibuka Menguat ke 6.352, Investor Waspadai Gejolak Selat Hormuz dan Paket Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun
Isu geopolitik turut memicu kekhawatiran pasokan energi global meny menyusul kabar rencana Iran membatasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
IHSG Dibuka Menguat ke 6.352, Investor Waspadai Gejolak Selat Hormuz dan Paket Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun
Indonesia
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Pergerakan cerah ini juga diikuti oleh deretan saham unggulan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Berita
Trik Investasi Saham Nasdaq Hingga S&P 500 24 Jam Nonstop Tanpa Ribet
Di balik kemudahannya, instrumen ini menyimpan sejumlah aspek risiko penting
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
Trik Investasi Saham Nasdaq Hingga S&P 500 24 Jam Nonstop Tanpa Ribet
Indonesia
Laporan Keuangan Emiten Meroket! IHSG Siap Tembus Level Resistance Usai Menguat ke 6.254
Kinerja emiten semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan solid
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 Agustus 2026
Laporan Keuangan Emiten Meroket! IHSG Siap Tembus Level Resistance Usai Menguat ke 6.254
Indonesia
IHSG Mengamuk di Level 6.200 saat Sentimen Global Bergejolak, Perang Dingin Impor AS vs China Ancam Sektor Baterai EV
Langkah IHSG diawali dengan tren positif
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
IHSG Mengamuk di Level 6.200 saat Sentimen Global Bergejolak, Perang Dingin Impor AS vs China Ancam Sektor Baterai EV
Indonesia
IHSG Rebound Perkasa Ditengah Isu Suksesi Bank Indonesia, Emiten Unggulan LQ45 Ikut Terkerek Naik
Penguatan pasar saham di dalam negeri tetap diwarnai kehati-hatian akibat isu suksesi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), tekanan fiskal, serta hambatan ekspor mineral
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
IHSG Rebound Perkasa Ditengah Isu Suksesi Bank Indonesia, Emiten Unggulan LQ45 Ikut Terkerek Naik
Bagikan