Kesehatan Mental

Masa Lalu Enggak Melulu Buruk

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 09 Oktober 2022
Masa Lalu Enggak Melulu Buruk

Jangan terlalu larut dalam masa lalu. (Foto: Unsplash/Noah Silliman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP manusia pasti berbuat salah, merasa marah, sedih, atau kecewa. Meski begitu, jangan biarkan kesalahan di masa lalu terus-menerus menghantui hidupmu. Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk bangkit dari kesalahan di masa lalu.

Bagi sebagian orang, mungkin bangkit dari kesalahan di masa lalu bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan yang ekstra, dan bahkan tak jarang hingga mengorbankan kesehatan mental. Mengutip laman Alodokter, berikut lima cara untuk bangkit dari kesalahan masa lalu.

Baca juga:

Masa Lalu Orang Tua Pengaruhi Pola Asuh Anak

Masa Lalu Enggak Melulu Buruk
Akui kesalahanmu. (Foto: Unsplash/whoislimos)

1. Mengakui kesalahan di masa lalu

Untuk bisa bangkit dari kesalahan di masa lalu, pertama-tama kamu perlu mengakui dan menerima kesalahan tersebut. Namun ingat, mengakui kesalahan tidaklah sama dengan menyalahkan diri sendiri, ya.

Dengan mengakuinya, kamu akan mampu memandang kesalahan tersebut sebagai sebuah pelajaran, bukan sebagai kegagalan yang perlu diratapi, sehingga di masa depan kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Memaafkan diri sendiri

Terus-menerus menyalahkan diri adalah salah satu hal yang bisa menyebabkanmu sulit untuk bangkit dari kesalahan di masa lalu. Oleh karena itu, mulai sekarang, belajarlah untuk memaafkan dirimu sendiri. Ingat, melakukanmu kesalahan adalah hal yang sangat manusiawi dan bukanlah akhir dari hidup ini.

Memaafkan diri sendiri sangat penting proses penyembuhan luka batin, karena hal ini memungkinkan kamu untuk melepaskan perasaan dan emosi negative, seperti marah, kesedihan, rasa bersalah, dan rasa malu.

3. Meminta maaf kepada orang lain


Kalau memaafkan diri sendiri terasa sulit bagimu, cobalah renungkan apakah kesalahanmu di masa lalu menyebabkan orang lain tersakiti? Jika iya, kamu mungkin bisa meminta maaf dengan tulus kepada orang itu, atau bila memungkinkan, cobalah perbaiki kesalahan tersebut.

Pasalnya, kita cenderung akan lebih mudah untuk memaafkan diri sendiri, apabila kita telah menebus kesalahan kita kepada orang lain. Cara ini juga bisa membuatmu untuk memperbaiki hubungan yang selama ini rusak, sehingga silturahmi bisa kembali terjalin.

Baca juga:

Belajar Strategi Penanganan Pandemi dari Masa Lalu

Masa Lalu Enggak Melulu Buruk
Habiskan waktu bersama orang terdekat. (Foto: Unsplash/Fredrick Tendong)

4. Self-talk yang positif

Saat pikiranmu terganggu dengan kesalahanmu di masa lalu, cobalah untuk melakukan self-talk yang positif. Hal ini bermanfaat untuk menata kembali pikiranmu dan mencegahmu terjebak ke dalam pikiran-pikiran negatif.

Misalnya dengan mengatakan, “Aku beruntung karena hal tersebut bisa membuatku menjadi pribadi yang lebih baik dan belajar untuk menjadi lebih bijak”.

5. Quality time dengan terdekat

Quality time punya manfaat yang cukup ampuh untuk membantumu move on dari kesalahan di masa lalu, misalnya menonton bioskop, bermain game, nge-band, atau hanya berbincang di kedai kopi.

Ini karena perhatian dan gelak tawa yang kamu dapatkan saat sedang bersama orang-orang terdekat, bisa mengalihkan pikiranmu dari emosi negatif dan luka batin yang kamu pendam dan rasakan selama ini. (and)

Baca juga:

Orang dengan 3 Zodiak ini Susah Lupakan Masa Lalu

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Fun
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Konten Maudy Ayunda tentang mindfulness dan berita buruk menuai perdebatan. Lantas, apa sebenarnya arti mindfulness dan bagaimana menerapkannya?
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Bagikan